
Dirumah sakit pak Tio sedang berbaring di ranjang dengan alat bantu yang menempel ditubuhnya, penyakit jantung nya kumat lagi setelah ia pulang dari perjalanan bisnisnya ke luar negri.
Putra sudah diceritakan oleh papih Danu tentang kebenaran bahwa dia adalah anak kandung dari Pak Tio dan alasan mengapa Pak Tio meninggalkan dirinya dan ibunya saat itu.
" Put, kamu disini" tanya pak tio lirih
" Iya pak" jawab putra dan mendekap pak tio sambil menangis
" Kamu kenapa" tanya pak tio
" Kenapa bapak gak ngomong kalau bapak itu bapak kandung saya" putra balik bertanya
" Kamu suda tahu" ucap pak tio
" Iya, papih Danu udah cerita ke aku" ucap putra
" Maafin bapak nak"ucap pak tio
" Saya sudah maafin bapak, bagaimana pun bapak adalah bapak kandung saya" ucap putra
" Trimakasih nak" ucap pak tio
" Sudah bapak jangan banyak bicara dulu, istirahat biar cepat sembuh" ucap putra
__ADS_1
" Bapak sudah tua nak, kapan waktunya bapak akan pergi menyusul ibumu" ucap pak tio
" Jangan ngomong kayak gitu pak, kita baru bertemu..bapak gak mau kumpul bareng sama kami"ucap putra
" Dimana putramu nak" tanya pak tio
" Di rumah pak, tadi saya dari cafe ditelpon papih langsung kesini jadi gak sempat ngajak tiara dan yusuf" Jawab putra
" Jadi bapak yang baik untuk anakmu dan suami yang baik untuk istrimu ya nak, jangan seperti bapak" ucap pak tio menyesal
" Iya pak, udah bapak gak usah merasa bersalah terus saya sudah maafin bapak dan ibu di sana juga pasti udah maafin bapak" ucap putra
" Ya Allah terimakasih telah memberikan putra yang baik untuk hamba" batin pak tio
" Nak kalau boleh bapak minta sesuatu ke kamu" tanya pak tio
" Bapak sudah tua dan sering sakit sakitan, bapak mau kamu meneruskan perusahaan bapak nak" ucap pak tio
" Tapi saya tidak berpengalaman mengurus perusahaan pak, apalagi perusahaan besar takutnya nanti malah mengecewakan" ucap putra
" Bapak percaya kamu mampu nak, tolong ya kasihan para karyawan yang bekerja di perusahaan bapak mereka menggantungkan hidupnya di perusahaan itu" ucap pak tio
" Ya nanti saya bicarakan dulu dengan istri saya pak" ucap putra
__ADS_1
" Ya sudah gapapa, bapak tunggu jawabannya" ucap pak tio
Setelah pulang dari rumah sakit, putra masih memikirkan permintaan bapak nya.
" Py kok ngelamun sih..tu kopinya jadi dingin gak diminum cuma dilihatin" ucap tiara
"Eh iya my popy lagi mikirin permintaan bapak" ucap putra
" Emang bapak minta apa sama kamu py" tanya tiara
" Dia mau popy nerusin ngurus perusahaan" jawab putra
" Terus popy jawab apa" tanya tiara
" Popy belum kasih jawaban, menurut momy gimana" putra balik tanya
" Kalau momy sih terserah popy aja tapi kasihan juga py kalau popy nolak, bapak kan sering sakit sakitan" jawab tiara
" Iya popy juga sebenernya kasihan nglihat bapak, tapi popy takut nanti mengecewakan bapak" ucap putra
" Py yang penting popy berusaha dan belajar kan kata orang jangan takut memulai hal yang baik" ucap tiara
" Makin pintar ya momy gak salah pilih nih popy jadiin momy temen curhat popy" ucap putra
__ADS_1
" Kan emang kita harus saling melengkapi py, momy juga kan selama ini belajar dari popy" ucap tiara
" Makin cinta dan sayang sama momy" ucap putra memeluk istrinya