
Anton turun dari panggung dan menghampiri bela, ia mengulurkan tangannya.
Bela tersenyum malu dan memeluk anton menyembunyikan wajahnya di dada bidang anton.
" Ye...cuit cuit.." siulan pengunjung cafe
" Tu anton gercep, lu kapan nyusulnya biar ga jadi jomblo akut" ledek putra pada gio
" Sabar..biasanya lakon kan terakhir, ntar gue mau nyeleksi dulu yang pantes jadi cewek gue siapa" sombong gio
" Ga usah seleksi seleksian tu ada yang sama jomblo" putra melirik ke arah sindi
" Kenapa lu nglirik gue, jangan bilang lu nyuruh gue jadi ceweknya si tengil itu" ucap sindi
" Eh jangan gr dulu, lagian gue juga gak mau kali sama cewek cerewet kaya lu" ketus gio
" Udah ga usah gengsi, ntar pada bucin baru tahu rasa" ucap tiara
" Put, papih pamit mau kembali ke kantor lagi ya..ni ada telpon katanya ada tamu penting di kantor" pamit papih Danu
__ADS_1
" Ya pih, trimakasih ya udah dateng ke acara pembukaan cafe pelangi" ucap putra mencium tangan pak Danu
" Selamat ya..semoga cafenya rame banyak pengunjung" doa pak Danu
Sedang pak tio masih menatap putranya, ada rasa bangga sekarang putranya sudah menjadi sukses di usia muda walaupun tanpa ada kedua orang tuanya yang mendampingi.
Pak Danu menepuk bahu pak tio.
" Nak putra bapak juga pamit sekalian ya..ni pekerjaan dikantor sudah menunggu" pamit pak tio
" Ya pak, triamaksih sudah banyak membantu saya dalam membuka cabang cafe pelangi ini" ucap putra dan mencium tangan pak tio, ada rasa bahagia dihati pak tio saat putranya mencium tangannya.
" Jangan sungkan sungkan kalau kamu butuh apa apa tinggal ngomong sapa bapak, insyaallah bapak siap membantu" ucap pak tio
" Bapak malah seneng nak, anggap saya seperti bapak kamu sendiri" ucap pak tio tersenyum namun hatinya ter iris perih karena belum bisa mengatakan pada putra kalau dirinya adalah ayah kandungnya.
" Saya merasa tidak pantas menjadi anak seorang pengusaha sukses seperti anda" putra merendah
" Ya Allah trimakasih engkau memberikan putra padaku yang mempunyai hati baik dan sopan santun seperti dia" batin pak tio
__ADS_1
" Jangan merendah nak, kamu itu termasuk anak yang hebat dan patut untuk dibanggakan. Saya senang jika kamu mau menganggap saya menjadi ayahmu" ucap pak Tio
" Dengan senang hati saya bersedia menjadi anak anda" ucap putra tersenyum.
Pak tio kemudian memeluk putra erat dengan air mata yang tak sengaja menetes karena haru.
Pak Danu melihat itu menjadi ikut terharu.
" Ya udah kami pergi dulu ya, lanjutkan acaranya, sukses selalu" ucap pak Danu dan mereka pergi dari cafe itu.
" Selamat ya bro akhirnya lu ga jomblo lagi" ucap putra pada anton
" Sama sama doain semoga langgeng dan nyusul lu nikah ya" pinta anton
" So pasti bro, gue selalu doain yang terbaik buat sobat ku"ucap putra
" Sentimen banget lu ya put, kalau doain gue yang jelek jelek giliran anton yang baik baik" ucap gio
" Jangan berpikiran negatif, gue selalu doain yang baik buat kalian. Cuman lu nya aja yang kurang usaha men" ucap putra
__ADS_1
" Harus usaha gimana lagi sih bro, segala cara gue udah lakuin tapi ujung ujungnya gebedan gue malah di embat lu" ketus gio
" Sory..sory gue becanda" ucap gio ketika melihat tatapan tajam dari putra