
Saat dua sejoli sedang menjelajah kenikmatan, semua anak cemas menunggu mereka tak kunjung datang ke perkemahan.
" Ko tolong cariin nces dong..ini udah makin gelap..jangan jangan mereka dimakan hewan buas lagi dihutan" jeny begitu cemas
" Tenang..temen lu aman sama yusuf" ucap riko
" Darimana kamu tahu mereka aman..secara banyak hewan buas disana" ucap jeny
" Denger ya jen..dihutan gak ada hewan buas..lagian hutan ini biasa dirawat oleh penjaga disini.." riko menjelaskan agar jeny tidak cemas
" Kemaren kata yusuf...oh..berarti kalian nipu kami ya..ish jahat banget" kesel jeny
" Ya kita kan ngasih informasi kayak gitu biar kalian tidak seenaknya sendiri dan mematuhi peraturan" riko membela diri
" Terus ini gimana..masa gak ada tindakan buat cari mereka" ucap jeny
" Sebentar nunggu hujan reda, gak mungkin kita nerobos derasnya hujan..bisa bisa kita sakit..lagian mereka juga pasti lagi meneduh ditempat yang aman" ucap riko
" Ya udah kita tunggu hujan reda, tapi beneran ya entar dicari.." ucap jeny
" Iya jen..ih bawel banget ternyata ya kamu" kesel riko
Sedang yusuf tersadar dan segera menghentikan semuanya.
" Sory..mas gak bisa nahan menjamah tubuhmu" ucap yusuf yang masih diliputi nafas yang memburu
Claudia yang tadi ikut terbuai dan membalas perlakuan suaminya jadi malu sendiri.
__ADS_1
"Mas gak salah..aku juga ikut terbuai tadi" ucap claudia malu dan merapikan pakaianya yang berantakan dan rambut yang acak acakan
" Em..kita kembali ke perkemahan yu, hujanya udah mulai reda" ajak yusuf
Claudia mengangguk.
Mereka kembali keperkemahan dengan saling menautkan jari tanganya.
" Nces..akhirnya lu kembali" jeny senang dan berhambur memeluk sahabatnya sehingga tautan jari mereka terlepas
" Suf..tadi neduh dimana.." tanya riko
" Oh..tadi kita neduh di goa yang ada dihutan sambil nunggu hujan reda" jawab yusuf
" Nces kok leher lu merah merah gini sih.." panik jeny sambil menunjuk tanda merah dileher claudia
Deg
Yusuf yang ditatap istrinya hanya tersenyum, namun interaksi mereka tak luput dari riko
" Bener suf di goa ada banyak nyamuk.." selidik riko
" Eh iya.." jawab yusuf gagap hingga membuat riko curiga
" Ya udah nces yu aku olesin minyak kayu putih biar gak gatel" ucap jeny begitu polosnya
" Ha.." kaget claudia
__ADS_1
" Kok mala mlongo sih..yu aku obatin.." jeny menarik tangan claudia yang masih bingung
" Lu harus jelasin" riko minta penjelasan pada yusuf
" Jelasin apa.." tanya yusuf bingung
" Udah..gak usah sok gak tahu..gue minta lu jujur" tegas riko
" Sumpah gue gak tahu..yang lu mau gue jujur tentang apa.." tanya yusuf yang benar benar gak tahu arah pembicaraan sahabatnya itu
" Tanda merah dilehernya claudia" ucap riko yang membuat yusuf menelan ludahnya sendiri
" Gue gak bego bego amat kali..itu bukan gigitan nyamuk tapi bekas ci po kan, benerkan.." ucap riko
" Em..gimana ya.." yusuf bingung bagaimana menjelaskanya
" Lu ada hubungan apa ma claudia, kalian pacaran.." tanya riko
" Enggak.." jawab yusuf
" Terus kenapa dia mau digituin sama lu" cecar riko
" Kita gak pacaran..tapi.." ucap yusuf
" Jangan bilang lu paksa dia, kalau bener iya gue kecewa sama lu" riko menatap tajam sahabatnya itu
" Oke..gue jelasin sama lu tapi tolong jaga rahasia ini, gue gak mau semua anak tahu tentang ini" ucap yusuf
__ADS_1
" Lu tahu siapa gue kan..gak mungkin gue ember" ucap riko
" Ya udah lu ikut gue, kita cari tempat yang aman biar gak ada yang denger pembicaraan ini" ajak yusuf dan mereka pergi ke tempat yang sepi