Pernikahan Dini

Pernikahan Dini
Part 32. Kembali ke perkemahan


__ADS_3

Saat dua sejoli sedang menjelajah kenikmatan, semua anak cemas menunggu mereka tak kunjung datang ke perkemahan.


" Ko tolong cariin nces dong..ini udah makin gelap..jangan jangan mereka dimakan hewan buas lagi dihutan" jeny begitu cemas


" Tenang..temen lu aman sama yusuf" ucap riko


" Darimana kamu tahu mereka aman..secara banyak hewan buas disana" ucap jeny


" Denger ya jen..dihutan gak ada hewan buas..lagian hutan ini biasa dirawat oleh penjaga disini.." riko menjelaskan agar jeny tidak cemas


" Kemaren kata yusuf...oh..berarti kalian nipu kami ya..ish jahat banget" kesel jeny


" Ya kita kan ngasih informasi kayak gitu biar kalian tidak seenaknya sendiri dan mematuhi peraturan" riko membela diri


" Terus ini gimana..masa gak ada tindakan buat cari mereka" ucap jeny


" Sebentar nunggu hujan reda, gak mungkin kita nerobos derasnya hujan..bisa bisa kita sakit..lagian mereka juga pasti lagi meneduh ditempat yang aman" ucap riko


" Ya udah kita tunggu hujan reda, tapi beneran ya entar dicari.." ucap jeny


" Iya jen..ih bawel banget ternyata ya kamu" kesel riko


Sedang yusuf tersadar dan segera menghentikan semuanya.


" Sory..mas gak bisa nahan menjamah tubuhmu" ucap yusuf yang masih diliputi nafas yang memburu


Claudia yang tadi ikut terbuai dan membalas perlakuan suaminya jadi malu sendiri.

__ADS_1


"Mas gak salah..aku juga ikut terbuai tadi" ucap claudia malu dan merapikan pakaianya yang berantakan dan rambut yang acak acakan


" Em..kita kembali ke perkemahan yu, hujanya udah mulai reda" ajak yusuf


Claudia mengangguk.


Mereka kembali keperkemahan dengan saling menautkan jari tanganya.


" Nces..akhirnya lu kembali" jeny senang dan berhambur memeluk sahabatnya sehingga tautan jari mereka terlepas


" Suf..tadi neduh dimana.." tanya riko


" Oh..tadi kita neduh di goa yang ada dihutan sambil nunggu hujan reda" jawab yusuf


" Nces kok leher lu merah merah gini sih.." panik jeny sambil menunjuk tanda merah dileher claudia


Deg


Yusuf yang ditatap istrinya hanya tersenyum, namun interaksi mereka tak luput dari riko


" Bener suf di goa ada banyak nyamuk.." selidik riko


" Eh iya.." jawab yusuf gagap hingga membuat riko curiga


" Ya udah nces yu aku olesin minyak kayu putih biar gak gatel" ucap jeny begitu polosnya


" Ha.." kaget claudia

__ADS_1


" Kok mala mlongo sih..yu aku obatin.." jeny menarik tangan claudia yang masih bingung


" Lu harus jelasin" riko minta penjelasan pada yusuf


" Jelasin apa.." tanya yusuf bingung


" Udah..gak usah sok gak tahu..gue minta lu jujur" tegas riko


" Sumpah gue gak tahu..yang lu mau gue jujur tentang apa.." tanya yusuf yang benar benar gak tahu arah pembicaraan sahabatnya itu


" Tanda merah dilehernya claudia" ucap riko yang membuat yusuf menelan ludahnya sendiri


" Gue gak bego bego amat kali..itu bukan gigitan nyamuk tapi bekas ci po kan, benerkan.." ucap riko


" Em..gimana ya.." yusuf bingung bagaimana menjelaskanya


" Lu ada hubungan apa ma claudia, kalian pacaran.." tanya riko


" Enggak.." jawab yusuf


" Terus kenapa dia mau digituin sama lu" cecar riko


" Kita gak pacaran..tapi.." ucap yusuf


" Jangan bilang lu paksa dia, kalau bener iya gue kecewa sama lu" riko menatap tajam sahabatnya itu


" Oke..gue jelasin sama lu tapi tolong jaga rahasia ini, gue gak mau semua anak tahu tentang ini" ucap yusuf

__ADS_1


" Lu tahu siapa gue kan..gak mungkin gue ember" ucap riko


" Ya udah lu ikut gue, kita cari tempat yang aman biar gak ada yang denger pembicaraan ini" ajak yusuf dan mereka pergi ke tempat yang sepi


__ADS_2