Pernikahan Dini

Pernikahan Dini
Part 44. Baikan


__ADS_3

Semua anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan karena sekolah sudah mulai aktif kembali.


" Kak..tu suami kamu ambilin makananya dong..masa ambil buat sendiri saja" ucap sindi yang melihat piring menantunya masih kosong


" Dia kan punya tangan bu..ambil sendiri aja, bisa kan.." Claudia masih kesal dengan semalam


" Kok ngomongnya gitu kak, gak boleh loh..ibu dan bapak gak ngajarin kamu ngomong ketus sama suami" Sindi menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya itu yang masih kekanak kanakan


" Udah bu gak papa.." ucap yusuf tak enak hati


Dengan terpaksa Claudia mengambil piring suaminya dan mengisinya dengan nasi goreng, namun karena kesal ia mengerjai suaminya dengan mengambil porsi yang banyak hingga satu piring penuh


" Ni habisin, awas kalau enggak" Claudia menaruh piring itu dihadapan suaminya itu hingga yusuf menelan ludahnya sendiri


Dengan terpaksa yusuf menghabiskan nasi gorenya padahal perutnya sudah merasa begah hingga ia mau beranjak saja susah sangking kenyangnya.


" Sabar ya kakak ipar..begitutu kalau macan lagi marah" bisik doni dan beranjak dari tempat duduknya sedang yusuf hanya tersenyum dan mengangguk


" Pak bu, kita berangkat sekolah dulu.." pamit dani dan doni


" Kalian gak berangkat bareng kita aja.." ucap yusuf agar ia tak berangkat berdua saja dengan istrinya karena situasinya pasti akan tidak enak mengingat istrinya masih kesal dengan dirinya

__ADS_1


" Enggak kak, kita pake taksi online saja..ngeri kalau berangkat bareng kakak" ucap doni dan segera keluar takut kakaknya marah


" Tadi doni bilang ngeri berangkat bareng kita..emang ada apa" ucap Claudia yang tidak tahu arah ucapan adiknya itu


" Udah gak usah dipikirin..yu berangkat, pak bu pamit ya kita mau berangkat" pamit yusuf


" Loh kok kamu duduk dibelakang" ucap yusuf setelah melihat istrinya itu sudah duduk manis dibelakangnya


" Lagi pengin aja" ucap Claudia


" Pindah kedepan enggak..emang mas itu supir kamu" ucap yusuf


" Kamu masih marah.." tanya yusuf namun masih mengemudikan mobilnya


Claudia hanya diam tak menggubris pertanyaan dari suaminya tadi hingga yusuf tak tahan diperlakukan seperti itu, ia meminggirkan mobilnya dipinggiran jalan yang sepi


" Eh kok berhenti, ini udah siang aku gak mau.." ucapanya terhenti saat


cup


Yusuf mencium bibir istrinya itu bahkan bukan hanya mencium tapi ******* habis

__ADS_1


Claudia kaget dan memukul lengan yusuf namun cengkraman tangan suaminya itu begitu kuat hingga ia hanya bisa pasrah.


Beberapa detik kemudian yusuf menghentikanya, nafas keduanya seperti habis lari jauh beberapa kilo meter.


Yusuf membersihkan mulut istrinya yang basah karena ulahnya, Claudia hanya menatap wajah suaminya itu dengan pipi yang sudah memerah.


" Maaf..tapi mas gak suka kamu diemin, lebih baik kamu marahin mas atau pukul mas saja" ucap yusuf


" Mas berani bersumpah gak ada perempuan manapun yang ada di hati mas, hanya kamu dan momy yang mas sayang dan mas cinta..jadi jangan marah lagi ya.." ucap yusuf membuat hati Claudia berbunga bunga


Claudia mengangguk pelan.


Yusuf tersenyum dan mengenggam erat jemari tangan istrinya itu dan mengecupnya dengan lembut


" Udah jalan entar kita terlambat" ucap Claudia sambil tersenyum malu


" Mas jadi semangat, apalagi kalau entar malam diberi imun sama kamu" ledek yusuf


" Masih pagi..pikiranya udah mesum" ucap Claudia


Dan mereka melanjutkan kesekolah.

__ADS_1


__ADS_2