
Setelah anton mematikan panggilan teleponya ia segera menonaktifkan hp milik istrinya.
" Lho mas kok hp nya
di matiin ntar kalau ada yang nelpon lagi gimana.." tanya bela
" Sengaja biar gak ada yang gangguin kita lagi" jawabnya
" Tapi.." belum sempat bela melanjutkan ucapanya bibirnya sudah di serang oleh suaminya
" Mas ah.." suara bela saat dua gunung nya di lahap oleh suaminya seperti bayi kecil yang sedang meminum ASI ibunya.
Bela mencengkeram rambut suaminya.
" Gimana sayang..enakan.." Tanya anton
Bela hanya tersenyum dan memukul pelan lengan suaminya karena malu dengan pertanyaan yang suaminya lontarkan
" Kita lanjutkan tadi yang sempat tertunda sayang.." ucap anton
Ia menyusuri tubuh istrinya dengan mengecupnya perlahan sampai pada lembah yang masih terkunci rapat.
Anton menelan ludahnya kasar melihat.
__ADS_1
" Yang buka sedikit kakinya" ucap Anton
" Malu ah mas" ucap bela
" Kenapa mesti malu sama mas, lagian tiap malam mas bakalan masukin tu lembah kamu biar cepet hadir junior disini" ucap anton sambil mengusap perut bela
" Tapi pelan pelan ya.." ucap bela
"Iya sayang.." ucap anton
Akhirnya bela menuruti perintah suaminya.
Saat sang ular piton memasuki lembah itu, bela mencengkeram erat lengan suaminya hingga kukunya yang panjang memberikan goresan.
Anton berhenti sejenak memberikan jeda agar tubuh istrinya dapat menerima dan beradaptasi dengan benda asing yang baru memasukinya.
Semakin lama ular pitonya menjelajahi lembah itu memberikan sensasi yang luar biasa pada keduanya, tak ketinggalan suara de_sahan bela yang membuat anton semakin menggila.
Setelah kurang lebih satu jam akhirnya keduanya ambruk dengan keringat yang membasahi hampir seluruh tubuhnya.
" Trimakasih yang udah memberikan harta berharga kamu untuk mas" ucap anton sambil mencium kening istrinya
" Sudah menjadi kewajiban aku memberikan hak mu mas" jawabnya
__ADS_1
Mereka tidur sambil saling berpelukan.
* * *
Sedang sindi masih merajuk kepada suaminya karena keinginanya yang belum dipenuhi oleh suaminya.
" Yang..kamu boleh minta apa aja mas turuti tapi jangan yang satu itu pliss.." mohon gio
" Hiks hiks mas udah gak sayang sama aku dan calon anak mu ini, masa aku minta kaya gitu aja mas gak mau" ucap sindi sambil menangis
" Bukanya mas gak sayang sama kamu, tapi permintaanmu itu terlalu berat untuk mas penuhi" ucap goo
" Berat bagaimana sih mas..aku kan cuma minta mas dandan kaya orang jawa terus keliling komplek itu aja" ucap sindi
" Ya kalau cuma pakai baju adat jawa untuk cowok mas pasti mau, ini kamu mintanya mas dandan kaya perempuan jawa pakai kebaya dan sanggul, apa kata orang yang..kamu mau harga diri mas turun" ucap gio
" Iya sih mas, tapi ini kan keinginan calon anakmu mas..mas mau anak kita ileran ntar kalau udah lahir" ucap sindi
" Ya emang kalau bayi suka ileran kan" ucap gio
" Ih mas beneran udah gak sayang sama aku udah dek kita cari bapak baru yang bisa memenuhi keinginan kamu" ucap sindi dan segera pergi
" Eh yang kok cari bapak baru, mas gak terima ya..enak aja aku yang usaha bikinya pake minum jamu segala ini mau dijadiin anak orang lain..sory yah" ucap gio
__ADS_1
" Makanya turutin dong keinginanya" ucap sindi
" Iya iya mas mau tapi sekali ini saja ya.." ucap gio