Pernikahan Dini

Pernikahan Dini
Part 31. Terjebak hujan


__ADS_3

Acara kemping berjalan dengan lancar dan hari ini adalah hari terakhir mereka mengadakan jalan setapak menyusuri hutan yang tak jauh dari tempat mereka mendirikan tenda.


Semua anak sudah bersiap dengan membawa keperluan makan dan minum untuk bekal mereka selama diperjalanan.


Yusuf selaku ketua OSIS memberikan instruksi kepada semua anak agar selalu waspada dan hati hati, jangan sampai terpisah dari rombongan karena jalan yang akan mereka lalui adalah medan yang cukup sulit dan salah salah bisa tersesat.


Rombongan dibagi menjadi sepuluh dan masing masing rombongan terdiri dari enam sampai tujuh orang.


" Beb..kok aku gak ikut rombongan kamu sih.." manja amanda yang mendapat surakan dari anak yang lain, sedang claudia enggan untuk menatapnya karena entah mengapa hatinya merasa panas saat suaminya di rangkul mesra cewek lain.


" Maaf man..ini sudah final dan tolong ikuti semua aturan" tegas yusuf sambil melepaskan tangan manda yang merangkul ditanganya


" Oke..tolong semuanya kumpul di rombonganya masing masing, karena kegiatan jalan setapak akan dimulai..ikutin tanda yang sudah kami sebar di pohon pohon" yusuf memberikan informasi


" Nces, kita satu rombongan ma si ketos" bisik jeny


" Iya terus sama si ayang beb lu juga kan.." ledek claudia


" Apaan sih nces..gue ga ada apa apanya ya sama riko" ucap jeny


" Kalau ada apa apanya juga gak papa kali jen.." ucap claudia


" He kalian berdua, mau ikut enggak..kalau enggak kami tinggal disini" ucap yusuf tegas


" Ih sifat ngeselinya muncul lagi" gerutu claudia


" Jangan ngedumel sendiri tapi baca doa biar selamat gak dimakan binatang buas di hutan" ucap yusuf bohong padahal tidak ada binatang buas dihutan itu.


Claudia dan yang lainya ketakutan karena mengira ucapan yusuf itu benar kalau dihutan ada binatang buasnya.


" Suf emang dihutan ada binatang buasnya" bisik riko namun dijawab dengan kedipan mata oleh yusuf hingga riko mengetahui kalau yusuf sedang menakut nakuti yang lainya


Selama perjalanan claudia dan jeny saling berpegangan erat.


Karena sangking takutnya claudia ingin buang air kecil.


" Jen..gue kebelet pipis nih.." ucap claudia lirih sambil kakinya saling dibelitkan


" Ya udah lu ngomong aja ma yusuf" ucap jeny

__ADS_1


Namun claudia masih terdiam dan menggigit bibir bawahnya karena sudah tidak tahan ingin buang air kecil


Yusuf melihat tingkah istrinya berbeda " Kamu kenapa.." tanya yusuf


" Nces kebelet pipis suf.." jawab jeny


" Kenapa gak ngomong..dasar beser..ya udah yu aku antar, ko lu lanjutin perjalanan ntar aku nyusul" perintah yusuf


" Emang gak papa kalian kita tinggal" tanya riko


" Gak papa..udah ni entar ada yang ngompol disini" sindir yusuf


Claudia mendendengar sindiran yusuf merasa kesal.


" Kalau gak ikhlas lebih baik gak usah nganter" ucap claudia yang terdengar oleh yusuf


" Udah gak usah ngedumel mulu..mau aku anter enggak..entar keburu ada singa atau macan dateng" ledek yusuf


Claudia segera mendekat dan merangkul erat tangan yusuf sambil matanya melirik kekanan dan kekiri, sedang yusuf tersenyum geli karena istrinya terkena tipuanya.


Mereka mencari sungai yang terdekat, setelah beberapa menit mereka sampai disungai kecil.


" Ih gr..ya udah kamu lihat sana aku mau pipis dulu..awas kalau ngintip" ancam claudia


" Emang kenapa kalau ngintip..orang kalau dipandang ataupun disentuh gak papa..kan semua yang ada didiri kamu punya aku" ucap yusuf tersenyum


" Kenapa senyum senyum..pasti omes ya pikiranya" ucap claudia setelah selesai buang hajatnya


" Omes ma istri sendiri gak papa kali.."ucap yusuf


" Udah ah..yu cepetan susulin yang lain entar keburu jauh" ajak claudia


Merekapun melanjutkan perjalananya.


" Eh kok grimis..aduh mana tambah gede lagi hujanya" ucap claudia


" Ya udah kita neduh dulu disana" yusuf menunjuk goa kecil


Mereka lalu meneduh digoa itu, agak kecil sih tapi muat untuk dua orang.

__ADS_1


" Kamu kenapa..dingin..ni pake jaket aku aja" yusuf melepas jaketnya dan memakaikanya pada istrinya yang kedinginan


" Ga usah..kamu entar cuma pakai kaos lengan pendek..ni aku udah pake lengen panjang kok" tolak claudia


" Aku cowok bisa nahan dingin..lagian aku gak mau kamu sakit" ucap yusuf yang membuat claudia senang karena diperhatikan suaminya


Yusuf menarik istrinya agar lebih dekat dan memeluknya agar tidak kedinginan.


Hari semakin gelap namun hujan bel um reda.


" Yang..bolehkan mas panggil sayang..kita kan hanya berdua" tanya yusuf


Claudia mengangguk malu.


" Yang.." panggil yusuf


" Hm" jawab claudia


" Kalau dipanggil itu natap orangnya" ucap yusuf


Claudia lalu melirik suaminya, sejenak mereka saling menatap.


Entah mengapa yusuf melihat bibir istrinya yang menggigil karena kedinginan ingin menghangatkanya.


Pelan pelan ia mendekatkan bibirnya pada bibir istrinya, claudia memejamkan matanya ketika mendapat ciuman dari suaminya.


" Dibuka yang.." perintah yusuf disela ciumanya


Claudia hanya menurut perintah suaminya.


Yusuf menerobos mulut istrinya dengan lidahnya dan entah dorongan dari mana claudia membalas ciuman itu hingga ciuman itu semakin menuntut untuk melakukan hal yang lebih.


Tangan yusuf yang satu menekan tengkuk istrinya agar ciumanya tak terlepas, sedang yang satunya masuk kedalam kaos istrinya mencari sesuatu kehangatan disana.


" emph.." suara itu keluar dari claudia saat salah satu gunung kembarnya di remas oleh tangan suaminya


Mereka seperti pengembara yang sedang menjelajah mencari sesuatu yang belum pernah mereka temui.


Hawa dingin yang tadi sempat mereka rasakan kini berubah panas karena ulah mereka.

__ADS_1


Ciuman yusuf beralih ke leher jenjang istrinya memberikan jejak disana.


__ADS_2