Pernikahan Dini

Pernikahan Dini
Part 48. Ikan gosong


__ADS_3

Dirumah tiara sedang asik memasak sambil menyanyi mengikuti musik yang menggema di ruang dapur.


Lagu dandut yang lagi viral, tiara tak segan berjoget sambil memasak.


Mbok minah yang sudah tua pun disuruh ikut bergoyang walaupun gerakanya kaku.


Ha-ah-ah-ah


Hu-uh-uh-uh


Bimbang ragu


Sementara malam mulai datang


Hasratku ingin bercermin tapi


Cerminku pecah seribu, pecah seribu


Ibarat bunga


Aku takut banyak kumbang yang hinggap


Aku tak mau


Patah-patah, tangkaiku patah


Aku tak mau


Bimbang ragu


Sementara malam mulai datang


Hasratku ingin bercermin tapi


Cerminku pecah seribu, pecah seribu


ho-oh


(La-la-la-la-la-la-la-la


la-la-la-la-la-la-la-la) ho-oh


Hanya dia

__ADS_1


(Dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, hanya dia)


Hanya dia yang ada di antara jantung hati


Tempat bermanja, tempatnya rindu


Tempat curahan hati yang damai


Entah apa


Bagaikan kayu basah dimakan api


Api curiga, api cemburu


Api kerinduan yang membara


Oh angin, kabarkan


Melati di depan rumahku menantimu


(Ha-ah-ah-ah)


Putra yang baru pulang dari kantor dan masuk kerumah mendengar suara riuh dari arah dapur merasa penasaran, langkahnya berbelok yang tadinya akan ke kamar malah kedapur.


Putra tersenyum melihat nya, sengaja ia tak mendekat.


Ia ingin mendengar istrinya menyanyi sampai lagunya selesai.


Terkadang ia harus menahan untuk tidak tertawa karna melihat kekonyolan istrinya itu saat menggunakan ulegan sebagai mikrofon dan bergoyang ngebor seperti inul daratista.


Bimbang ragu


Sementara malam mulai datang


Hasratku ingin bercermin tapi


Cerminku pecah seribu, pecah seribu


Ha-ah-ah-ah


Ha-ah-ah-ah


Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti

__ADS_1


Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti


Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti


Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti


Prok prok prok


Suara tepukan terdengar saat lagu itu telah selesai.


Tiara segera menengok kebelakang, suaminya tersenyum dan membuat tiara malu.


" Sejak kapan popy ada disini.." tanya tiara


" Sejak ada artis dadakan yang lagi menggunjang dapur seperti konser, kayaknya popy harus rencanain bikin studio ya.." jawab putra


" Ih..popy mah..ni pasti lagi ngledekin suara momy yang jelek" ucap tiara


" Kata siapa suara momy jelek, menurut popy sebelas dua belas lah sama penyanyinya..siapa ya..hepy.." ucap putra lupa nama panjang penyanyi dandut itu


" Hepy asmara pyh..ah popy mah kurang gaul" ledek tiara


" Maklum myh..popy kan hobinya nonton bola bukan nonton konser dangdut" ucap putra


" Makanya popy cepet tua gak suka nyanyi dan joget" ucap tiara


" Eh jangan salah myh..kalau masalah goyang, popy juaranya dong..buktinya momy senengkan kalau popy lagi goyang..malah mintanya terus pyh..enak.." ledek putra


Mbok minah hanya tersenyum melihat keromantisan majikanya.


" Ih popy mah kok malah ngarahnya kesitu sih..malu kan sama mbok.." ucap tiara


" Kenapa malu..mbok aja seneng dengernya, iya gak mbok" tanya putra


" Iya den.." jawab mbok minah


" Myh kok bau gosong sih.." ucap putra


" Astaghfirullah popy...ikanya jadi gosong gini..popy sih ngajakin ngobrol terus.." ucap tiara sambil mengangkat ikan yang sudah gosong itu


" Kok jadi popy yang disalahin..makanya myh kalau masak jangan keasikan goyang..tu ikan aja sampe gosong gitu..popy jadi bayangin gimana kalau popy yang digoyang momy ya.." ucap putra tanpa malu


" Popy...ih dasar omes ya.." teriak tiara dan putra segera kabur agar tak mendapat omelan dari istrinya

__ADS_1


__ADS_2