
Dirumah tiara sedang asik memasak sambil menyanyi mengikuti musik yang menggema di ruang dapur.
Lagu dandut yang lagi viral, tiara tak segan berjoget sambil memasak.
Mbok minah yang sudah tua pun disuruh ikut bergoyang walaupun gerakanya kaku.
Ha-ah-ah-ah
Hu-uh-uh-uh
Bimbang ragu
Sementara malam mulai datang
Hasratku ingin bercermin tapi
Cerminku pecah seribu, pecah seribu
Ibarat bunga
Aku takut banyak kumbang yang hinggap
Aku tak mau
Patah-patah, tangkaiku patah
Aku tak mau
Bimbang ragu
Sementara malam mulai datang
Hasratku ingin bercermin tapi
Cerminku pecah seribu, pecah seribu
ho-oh
(La-la-la-la-la-la-la-la
la-la-la-la-la-la-la-la) ho-oh
Hanya dia
__ADS_1
(Dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, hanya dia)
Hanya dia yang ada di antara jantung hati
Tempat bermanja, tempatnya rindu
Tempat curahan hati yang damai
Entah apa
Bagaikan kayu basah dimakan api
Api curiga, api cemburu
Api kerinduan yang membara
Oh angin, kabarkan
Melati di depan rumahku menantimu
(Ha-ah-ah-ah)
Putra yang baru pulang dari kantor dan masuk kerumah mendengar suara riuh dari arah dapur merasa penasaran, langkahnya berbelok yang tadinya akan ke kamar malah kedapur.
Putra tersenyum melihat nya, sengaja ia tak mendekat.
Ia ingin mendengar istrinya menyanyi sampai lagunya selesai.
Terkadang ia harus menahan untuk tidak tertawa karna melihat kekonyolan istrinya itu saat menggunakan ulegan sebagai mikrofon dan bergoyang ngebor seperti inul daratista.
Bimbang ragu
Sementara malam mulai datang
Hasratku ingin bercermin tapi
Cerminku pecah seribu, pecah seribu
Ha-ah-ah-ah
Ha-ah-ah-ah
Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti
__ADS_1
Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti
Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti
Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti
Prok prok prok
Suara tepukan terdengar saat lagu itu telah selesai.
Tiara segera menengok kebelakang, suaminya tersenyum dan membuat tiara malu.
" Sejak kapan popy ada disini.." tanya tiara
" Sejak ada artis dadakan yang lagi menggunjang dapur seperti konser, kayaknya popy harus rencanain bikin studio ya.." jawab putra
" Ih..popy mah..ni pasti lagi ngledekin suara momy yang jelek" ucap tiara
" Kata siapa suara momy jelek, menurut popy sebelas dua belas lah sama penyanyinya..siapa ya..hepy.." ucap putra lupa nama panjang penyanyi dandut itu
" Hepy asmara pyh..ah popy mah kurang gaul" ledek tiara
" Maklum myh..popy kan hobinya nonton bola bukan nonton konser dangdut" ucap putra
" Makanya popy cepet tua gak suka nyanyi dan joget" ucap tiara
" Eh jangan salah myh..kalau masalah goyang, popy juaranya dong..buktinya momy senengkan kalau popy lagi goyang..malah mintanya terus pyh..enak.." ledek putra
Mbok minah hanya tersenyum melihat keromantisan majikanya.
" Ih popy mah kok malah ngarahnya kesitu sih..malu kan sama mbok.." ucap tiara
" Kenapa malu..mbok aja seneng dengernya, iya gak mbok" tanya putra
" Iya den.." jawab mbok minah
" Myh kok bau gosong sih.." ucap putra
" Astaghfirullah popy...ikanya jadi gosong gini..popy sih ngajakin ngobrol terus.." ucap tiara sambil mengangkat ikan yang sudah gosong itu
" Kok jadi popy yang disalahin..makanya myh kalau masak jangan keasikan goyang..tu ikan aja sampe gosong gitu..popy jadi bayangin gimana kalau popy yang digoyang momy ya.." ucap putra tanpa malu
" Popy...ih dasar omes ya.." teriak tiara dan putra segera kabur agar tak mendapat omelan dari istrinya
__ADS_1