
Setelah Claudia tahu ternyata cowok yang sering chat dan video call adalah yusuf, hubungan mereka semakin dekat.
Kini dimana hari pertunangan mereka akan diadakan di rumah Sindi dan gio, semua sudah disiapkan oleh tiara dan dibantu oleh bela.
Semua keluarga sindi dan gio sudah hadir dan yusuf sudah datang bersama keluarga besarnya.
Yusuf tampak terlihat lebih dewasa dengan baju kemeja putih dan celana hitam nya.
" Aa kenapa..grogi ya.." tanya tiara melihat anaknya tampak gelisah
Yusuf hanya tersenyum menghilangkan rasa groginya agar tidak nampak oleh orang.
" Gapapa wajar sayang..popy malah waktu nikahin momy gak ada persiapan sama sekali..tapi momy percaya aa bisa bertanggung jawab dengan hubungan kalian nanti" ucap tiara
" Makasih myh.." ucap yusuf sambil memeluk tiara
Saat Claudia keluar dari kamarnya, semua takjub melihat kecantikan yang terpancar dari wajahnya dan pakaian yang simpel dres panjang warna pich dengan sedikit aksesoris ikat pinggang kecil namun elegan dilihat.
Yusuf tak henti menatap gadis yang sebentar lagi akan menjadi tunangan nya.
Namun tiba tiba mba sari berteriak minta tolong karena majikanya sindi pingsan tak sadarkan diri di kursi rodanya.
Semua panik dan segera membawa sindi ke rumah sakit.
__ADS_1
Claudia masih menangis melihat keadaan ibunya yang taksadarkan diri .
" Sayang..doakan ibumu semoga cepat sadar ya" ucap tiara sambil memeluk Claudia
Semua menunggu di depan pintu UGD dengan cemas.
Setelah beberapa menit, dokter keluar dari ruangan itu.
" Bagaimana keadaan istri saya dok" tanya gio cemas
" Pasien saat ini masih dalam keadaan kritis dan masih dalam tinjauan kami, untuk saat ini kami pindah kan pasien ke ruang ICU" Ucap dokter menjelaskan
" Ibu..jangan tinggalin aku bu..bertahan bu.." tangis Claudia pecah
" Sudah sayang..ada tante disini" tiara masih memeluk Claudia
Setelah sindi dipindahkan ke ruang ICU, gio menemani istrinya.
" Pak.." panggil lirih sindi saat tersadar
" Alhamdulillah..ibu sadar..sebentar bapak panggil dokter" ucap gio
" Dok..istri saya udah sadar.." ucap gio saat dokter masuk kedalam ruangan
__ADS_1
" Baik saya periksa dulu ya..em..ibu sudah melewati masa kritis namun masih butuh banyak istirahat..sebentar saya kasih obat dulu lewat suntikan ya.." ucap dokter sambil menyuntikkan sesuatu ke jarum impus
" Bapak kalau ada sesuatu bisa panggil kami lagi" ucap dokter
" Iya dok, terimakasih ya.." ucap gio
" Sama sama, permisi saya mau periksa pasien yang lain" pamit dokter
" Pak.." panggil lirih sindi
" Ada apa bu.." tanya gio sambil menggenggam tangan istrinya
" Pak..gimana acara pertunangan Claudia.." tanya sindi
" Ibu gak usah mikirin itu dulu ya..yang penting ibu sehat dulu entar acara tunangan nya kita adakan lagi" jawab gio
" Ibu gak papa..pak gimana kalau Claudia kita nikah kan langsung aja sama yusuf" ucap sindi
" Mereka masih sekolah bu..mana mungkin mereka mau.." ucap gio
" Tapi ibu takut pak..kalau ibu gak sempat melihat mereka nikah nanti.." ucap sindi
" Ibu ngomong apa..bapak gak suka..ibu pasti sehat dan lihat anak anak kita nikah dan punya cucu" ucap gio
__ADS_1
" Tapi penyakit ibu makin kesini makin parah pak.." ucap sindi
" Ya udah sebentar bapak ngomong dulu sama putra dan tiara gimana baiknya" ucap gio