Pernikahan Dini

Pernikahan Dini
Kalung liontin


__ADS_3

Setelah seminggu tidak masuk sekolah akhirnya tiara berangkat sekolah karena takut ketinggalan pelajaran.


" Ra, lu kemana aja sih..kemaren si kevin kesini nyariin lu terus, kayaknya tu anak suka deh sama lu" ucap boy memberitahu


" Gue abis kecelakaan dan di rawat di Rumah sakit, ni udah mendingan jadi baru berangkat" Tiara menjelaskan


" Lu no hpnya ganti ya, katanya si kevin ditelpon ga aktif" tanya boy


" Iya hp gue rusak, jadi gue ganti hp sekalian ganti nomor" jawab tiara


" Eh sory, gue tinggal ya..tu kelas gue mau masuk" ucap tiara melihat gurunya sudah keluar dari kantor mau ke kelasnya


" Ra, lu kemana aja sih katanya ke toilet kok lama amat" Tanya bela


" Engga tadi gue ketemu si boy, terus ngobrol sebentar" jawab tiara


* * *


Dikampus putra sudah mulai beraktivitas, ia kini mulai menjaga jarak dengan perempuan terutama dea. Ia tidak mau membuat istrinya salah faham lagi.


" Bro gimana bini lu, udah sembuh belum" tanya anton


" Udah dia malah sekarang udah berangkat sekolah" jawab putra


"Syukur deh, oya bro ntar pulang kuliah mampir ke cafe lu yu..lagi gabut nih tugas kuliah numpuk" ajak anton


" Boleh juga ntar gio kita ajak juga biar rame" ucap putra


Sepulang kuliah mereka menuju ke cafe, namun ditengah perjalanan mereka melihat ada bapak bapak lagi ditodong sama preman.

__ADS_1


" Serahkan semua isi dompet lu" ucap salah satu preman yang memegang pisau


" Sebentar saya ambil dulu tapi tolong jangan berbuat kasar" mohon pak tio


" Hei beraninya lu sama orang tua, sini kalian lawan kita" tantang gio


" Oh..kalian mau nantangin kita, sini kita jabanin" ucap salah satu preman


Bugh bugh


Terjadilah perkelahian antara putra, anton, gio dengan preman itu


Pak tio memperhatikan mereka dari jauh dan menelpon kantor polisi


Tak berselang lama, polisi datang hingga para preman itu lari dan dikejar oleh polisi


" Gimana pak ada yang luka" tanya putra


" Santai pak, kita memang harus saling tolong menolong iya ga bro" ucap gio


" Oya untuk membalas kebaikan kalian gimana kalau saya traktir kalian makan" ajak pak tio


" Ga usah pak trimakasih" tolak putra ga enak


" Udah ga usah ga enak ntar malah saya yang ga enak sama kalian" ucap pak tio


" Gimana bro" tanya putra pada anton dan gio


" Terserah lu aja deh" jawab anton

__ADS_1


" Em..iya deh pak kita terima tawaran bapak" ucap putra


Mereka pun mampir ke restoran terdekat.


" Silahkan kalian pesen apa aja" ucap pak anton


" Wah..makan besar nih kita bro" ucap gio


" Jangan bikin kita malu" bisik anton pada gio


" Gapapa nak kalian bisa pesen apa saja, saya malah seneng loh" ucap pak tio


Saat putra membuka jaketnya karena panas tak sengaja pak tio melihat kalung liontin yang dikenakan putra, ingatan ya kembali mengingat saat ia memberikan sebuah kalung liontin pada istrinya saat baru menikah.


" Maaf nak, kamu dapat dari mana kalung liontin itu" tanya pak tio


" Eh ini pak, ini pemberian dari orang tua saya" jawab putra


" Dimana sekarang orang tua kamu" tanya pak tio penasaran


" Orang tua saya sudah meninggal pak" Jawab tio sedih


" Emang kenapa pak, apa bapak suka dengan kalung saya" tanya putra


" Sebenernya saya dulu juga pernah punya kalung seperti itu tapi sudah saya kasihkan ke istri saya" jawab pak tio


" Sekarang istri bapak dirumah" tanya gio


" Istri saya sudah meninggal" jawab pak tio

__ADS_1


" Maaf pak saya gak tahu" ucap gio


" Sudah sudah kita lanjutkan ngobrolnya nanti lagi, ni makanan udah ada di meja ga enak kalau didiemin, mari makan " ajak pak tio


__ADS_2