
Putra kini sedang sibuk karena akan membuka cabang baru cafenya, ya setelah membuka lima cabang di tempat terpencar daerah jakarta kini ia berencana membuka satu cabang lagi di daerah dekat kantor pak tio.
Pak tio memberikan ide membuka cafe disebelah kantornya Karena belum ada cafe disitu jarak cafe yang ada lumayan jauh hingga semua karyawan nya kesulitan saat akan istirahat untuk makan, tak jarang dari mereka memesan lewat online.
" Gimana put, ada yang bisa bapak bantu" tanya pak tio
" Ga ada apak, trimakasih semuanya udah beres tinggal besok acara opening pembukaan cafe ntar tolong sampaikan ke semua karyawan bapak suruh datang kesini ya buat icip menu cafe saya" ucap putra
" Pastinya..orang tua kamu pasti bangga punya anak kayak kamu" Pak tio menepuk bahu putra sambil tersenyum
" Oh ya..ngomong ngomong katanya kamu udah punya istri, kenalin dong sama bapak biar nanti ketemu dijalan bisa nyapa" ucap Pak tio
" Ya pak kebetulan istri saya masih sekolah, mungkin besok pas di acara pembukaan cafe dia datang sama papihnya ntar saya kenalin ke mereka" ucap putra
" Istri kamu masih sekolah, emang boleh nikah ya" tanya pak tio
" Sebenernya kami menikah baru secara agama sih, untuk menikah secara hukum nanti nunggu dia lulus dulu" jawabnya
" Ya sih dari pada pacaran dan berbuat yang tidak tidak mending nikah ya jadi mau apa apa sudah halal" ucap pak tio
Putra tersenyum mendengar ucapan pak tio.
" Ya sudah pak, putra pamit dulu ya ni mau jemput istri pulang sekolah" pamit putra
__ADS_1
" Ya hati hati ya nak"
Putra menjemput istrinya tampaknya tiara sedang menunggunya di pinggir jalan bareng temen temenya.
" Ra, tu suami lu udah jemput" ucap bela
" Eh iya, gue pulang dulu ya..jangan lupa besok datang ke acara grand opening cafe suami gue" ucap tiara pada bela dan sindi
" Sip lah pokoknya, yang penting dapat gratisan ya" teriak sindi karena tiara sudah masuk ke dalam mobi
Putra mengacungkan jempol nya ke arah sindi.
" Nunggu lama ya yang, sory tadi mas ke cafe bentar buat mastiin acara besok lancar" ucap putra
" Gapapa mas lagian tadi juga ada bela sama sindi yang nemenin, gimana acara buat besok udah kelar semua persiapanya" tanya tiara
" Kalau ngerjain ulangan mah kecil mas" sombong tiara
" Iya tahu istri mas ini kan bukan hanya juara dikelas tapi di hati mas" ucap putra
" Ish sukanya ngegombal"
" Tapi kamu suka kan yang..lagian tadi bukan gombalan lagi, itu asli keluar dari hati mas yang paling dalam"
__ADS_1
" Udah ah, mas lagi nyetir lihatnya kedepan aja jangan lihatin aku mulu ntar bisa nabrak" Tiara malu karena sedari tadi putra terus menatapnya
" Yang..mas kangen tahu" ucap putra
" Kangen, kita hampir 24 jam loh bareng terus ya paling ga ketemu kalau aku lagi sekolah itu aja mas vidio call pas lagi istirahat" ucap tiara yang bingung dengan tingkah suaminya
" Maksud mas itu, mas kangen waktu kita di cafe pas lagi pertama itu loh" putra mengedip ngedipkan matanya
" Em..sebenernya aku juga pengin lagi tapi takut" ucap tiara lirih karena malu
" Takut kenapa yang" tanya putra
" Aku takut hamil mas, masa iya masih sekolah bunting apa kata guru dan semua murid di sekolahku nanti. Apalagi mereka belum tahu kalau aku tuh udah nikah sama kamu" jawab tiara
" Kalau kamu belum siap hamil, mas kan bisa pake pengaman yang. Ya pliss ya mas udah pengin banget nih" bujuk putra
* * *
Yo.. Tiara bakal mau enggak ya diajak wik wik bareng suaminya.
So terus setia membaca lanjutan novelnya ya..
Jangan lupa tinggalkan jejakmu dengan memberi komen dan like nya terus masukin deh novel Pernikahan Dini menjadi novel favorit kalian.
__ADS_1
Semoga author dan para pembaca novel ini diberi kesehatan ya..
LOVE YOU...