
Tiara langsung dibawa ke rumah sakit, putra duduk dibelakang mobil dengan putra yang setia mendampingi dan anton mengemudi mobilnya disampingnya ada bela.
Sindi tadinya mau ikut, ia ingin mendampingi sahabatnya disaat seperti ini namun ia tidak dibolehkan tiara karena acara resepsi pernikahanya belum selesai dan tamu masih banyak.
" Mas sakit.." ucap tiara dengan tanganya menggenggam erat tangan suaminya
" Iya sabar ya sayang, sebentar lagi kita sampai di rumah sakit..ton nyetirnya yang yang lebih cepat lagi dong kasihan istri gue udah kesakitan" ucap putra panik
" Ni udah cepet mau cepat gimana lagi, emang kaya mobil balap yang bisa melesat" batin anton
" Sabar ya ra, tarik nafas terus buang biar lebih rileks" ucap bela
" Mas mas ya..kok aku pipis sih.." ucap tiara ketika merasakan air ketubanya keluar
" Eh gapapa yang, ton lu bisa nyetir enggak sih kok lama banget nyampe nya" ucap putra
Anton tidak marah saat putra berkata keras karena ia tahu sahabatnya itu sedang panik melihat kondisi istrinya.
Akhirnya mereka sampai di rumah sakit.
Putra segera membopong istrinya.
" Sus ada yang mau lahiran" ucap anton pada suster
Para suster segera membawa ranjang dorong dan tiara dibaringkan di ranjang itu.
" Maaf mas siapanya pasien" tanya suster
" Saya suaminya sus" jawab putra
" Oh ya sudah, mas boleh masuk dan yang lainya mohon tunggu diluar" ucap suster itu
__ADS_1
Seorang dokter kandungan masuk kedalam ruang bersalin mau mengecek sudah pembukaan berapa tiara.
" Wah ini air ketubanya udah keluar ya, pembukaan juga udah lengkap sus tolong siapkan semuanya" perintah dokter
" Ibu nanti kalau perutnya mulas didorong ya tapi kalau enggak jangan"
Tiara mengangguk paham
Saat perutnya mulas, tiara berusaha mendorong
" Iya bagus ibu terus dorong"
" Mas sakit.." ucap tiara dengan keringat yang sudah membasahi wajahnya dan mencengkram erat lengan suaminya
" Iya sabar sayang..kamu pasti bisa, beby utun bentar lagi keluar" ucap putra
" Emm.."tiara berusaha mendorong dengan sekuat tenaga
Terdengar tangisan bayi diruangan itu, putra menangis haru melihat bagaimana perjuangan istrinya melahirkan putra mereka.
" Selamat ya pak, dedenya cowok ganteng kayak popynya" ucap dokter
" Trimakasih sayang" ucap putra sambil mencium kening istrinya
Suster segera membersihkan bayinya.
Sedang dokter melanjutkan mengeluarkan plasenta dari dalam perut tiara, setelah keluar jalan lahirnya dijahit kembali.
" Silahkan pak di adzani dulu dedenya" suster menyerahkan bayinya ke putra
Putra menerimanya dengan rasa bahagia dan segera mengadzani putranya.
__ADS_1
" Kalau sudah diletakan diletakan di perut bundanya pak biar bisa mencari ASI nya sendiri" ucap dokter
Dengan pelan putra menaruh bayinya diperut tiara.
Beberapa menit bayi itu seperti mencari sendiri dimana ASI nya.
" Pi geli.." ucap tiara
" Gelian mana mih kalau di susuin papih" ucap putra
" Aw yang" putra meringis ketika tiara menyubit pinggang nya
Dokter dan suster hanya tersenyum melihat interaksi pasangan orang tua baru itu.
Sedang diluar Anton dan Bela nampak kegirangan setelah mendengar suara tangisan bayi di dalam sampai sampai mereka lupa saling berpelukan namun hanya sebentar karena bela langsung melepaskan pelukannya.
" Maaf" ucap bela lirih sambil menunduk malu
" Gapapa harusnya aku yang minta maaf" ucap anton padahal dihatinya berbunga bunga
Mereka pun jadi canggung dan saling diam.
Beberapa menit kemudian tiara dan bayinya dipindahkan ke ruang rawat.
" Bro lu gak beritahu papih lu" tanya anton
" Ya Allah aku lupa sangkin paniknya, sebentar ya aku nelpon papih Danu dulu" ucap putra dan segera menelpon pak Danu
Pak Danu mendengar putrinya sudah melahirkan begitu senang dan segera pergi kerumah sakit.
Sedang Gio dan sindi setelah acara selesai segera meluncur ke rumah sakit karena tidak sabar melihat ponakanya telah lahir.
__ADS_1