
"Dokter bagaimana keadaan nya"
Excel tak sabar mendengar jawaban dokter
"tenang pak tidak apa apa pasien hanya trauma dan lukanya sudah dibersihkan dan diberikan obat nanti juga akan sembuh namun luka maaf luka di puting ya agak sedikit parah tapi bapak tidak perlu khawatir itu akan sembuh dalam beberapa hari dan memar nya juga akan sembuh kami sudah memberikan obat oles untuk memar, saya tidak mengerti kenapa sampai ada luka di bagian itu apa bapak masokis saya harap bapak kedepannya memperlakukan dia dengan baik,oh ya karena tubuhnya masih sangat lemah pasien harus dirawat sampai badannya pulih"
"Baik dok"
"yasudah kalau gitu saya permisi dulu, oh ya pasien sudah boleh dijenguk"
excel menganggukan kepala, ia sedikit malu karena dokter mengira ia yang sudah melakuka ini namun excel tidak mau bicara menjelaskannya.Excel duduk disamping ranjang rumah sakit yang senja tiduri ia sangat sedih marah dan hancur melihat senja terbaring disini. Tak lama mama yesi dan bunga datang serta secara bersamaan luis datang diantar supirnya
"nak excel bagaimana keadaan senja"
"dokter bilang senja hanya trauma dan lukanya akan sembuh dalam beberapa hari,syukurlah tidak ada luka yang serius"
"syukurlah,nak excel siapa yang berani malakukan ini pada senja"mama yesi mulai meneteskan air mata, sementara bunga menangis histeris melihat senja terbaring
"bunda bangun bunda gaakan ninggalin bunga kan bunda bangun bundaaa"senja menangis dan berteriak mama yesi memeluk bunga
"sayang bunda ga kenapa napa kok bunda cuma kecapean sekarang lagi istirahat bunga jangan nangis lagi ya bunda lagi tidur nanti kebangun"
bunga mengangguk luis menuntun bunga untuk duduk di sofa yang ada di ruangan.
"Bu yang melakukan ini semua brama"
"brama? beraninya anak itu apa dia tidak puas dia menyakiti senja,dia harus menerima ganjarannya"
"dia sudah saya penjarakan"
"baguslah"
setelah beberapa saat mama yesi dan excel serta anak anak menunggu senja tersadar akhirnya senja tersadar
"Akhirnya kamu sadar juga senja kamu gapapa kan"
"aku gapapa mam, bunga mana? "
"bunga dan luis ketiduran di sofa"
senja melirik ke arah sofa ia tersenyum melihat luis dan bunga tidur sambil berpelukan seperti layaknya adik kakak
"syukurlah nak excel segera datang"
senja tersenyum lemah menatap excel
"terimakasih"
__ADS_1
excel mengusap kening senja yang tertutup rambut
"itu kewajibanku"
excel tersenyum hangat
"oh ya bu sekarang sudah malam sebaiknya ibu pulang aja aku yang akan temani senja disini kasian bunga"
"tapi nak excel itu merepotkanmu biar mama saja yang menunggu senja"
"gapapa bu sudah ibu istirahat dirumah saja kasian bunga"
Mama yesi mengangguk
"sebaiknya luis mama yang jaga saja ya biarkan dia malam ini tidur di rumah mama"
"iya bu maaf aku merepotkan ibu aku titip luis ya bu"
mama yesi tersenyum membangunkan bunga dan luis,anak anak tersebut berpamitan pada excel dan senja dan mereka pulang diantar supir excel.
waktu semakin larut excel menyuruh senja istirahat
"tidur lah biar cepat sembuh"
"aku lapar"
excel mengerutkan kening
"aku mau chiken cheese saja"
"baiklah tunggu disini aku akan belikan jangan banyak bergerak"
senja mengangguk dan tersenyum, excel melangkahkan kakinya keluar setelah beberapa saat excel kembali dengan banyak kantong plastik ditangan nya.
"pesanan datang"excel memperagakan layaknya pelayan,senja tertawa namun tawanya membuat luka di puting nya nyeri
"awww"
"eh mana yang sakit"
excel segera menaruh kantong plastik berisikan makanan dan menghampiri senja,senja terdiam dia malu untuk memberitahukan sakit pada putng nya pada excel
"Mana yang sakit ini nya"excel menunjuk ke arah payudra senja, senja menepis tangan excel wajahnya bersemu merah bagaikan tomat matang,excel tertawa kecil
"Bagaimana kamu bisa tahu aku diculik brama"
"tentu saja aku tahu,supir taxi memberitahuku jika kamu dibawa oleh seorang pria"
__ADS_1
Falshback
setelah supir taxi terbangun dari sadarnya ia segera menelpon nomor yang telah memesan nya yaitu nomor telepon excel ia memberitahukan excel jika senja diculik
"halo pak"
"ya ini siapa"
"ini aku supir taxi yang bapak pesan saya di bius dan nona yang bersama saya dibawa oleh seorang pria memakai jas biru dan mobil hitam"
saat itu excel langsung mengerahkan anak buahnya untuk melacak keberadaan senja ia juga tak lupa menghubungi mama yesi. Setelah mengetahui lokasi dari ponsel senja ia segera meluncur dengan didampingi oleh anak buahnya,ponsel senja meskipun rusak namun masih hidup.
"jadi gitu"
"ya sekarang makan jangan banyak pikiran dan jangan banyak gerak sini aku suapi"
Excel menyuapi senja dengan penuh kasih sayang,senja menatap mata excel
"Terimakasih"
excel tersenyum ia membelai pipi senja
"Senja"
"ya pak"
"jangan panggil aku pak panggil aku excel atau sayang juga boleh"
"hissh kau pantas nya dipanggil om"
excel menjitak kening senja
"awww sakit baiklah excel tapi apa aku sopan panggil excel saja bagaimana kalau ka excel, tidak buruk aku akan panggil kak excel"
"ya terserah padamu honey asal kau bahagia"
senja terperangah mendengar kata "honey" dia merasa berbunga bunga jantung nya berdetak dengan cepat dia tersenyum dalam diam.
"Honey apa kau sudah memikirkan untuk menerima lamaranku apakah kau sudah mebuka hatimu untukku, aku tahu ini terlalu cepat aku jatuh hati pada mu saat pandangan pertama apa kau percaya cinta pandangan pertama? awalnya sebelum bertemu kamu aku tak percaya bagaimana bisa cinta pada sekali pandangan sungguh konyol tapi saat aku melihatmu aku bisa merasakan nya aku jatuh hati pada mu pada saat pertama jumpa, senja jadilah ibu dari anakku dan aku bersedia jadi ayah yang baik untuk bunga"
"hemm"
"kok hemmm sih"
excel tak sabar menunggu jawaban dari senja ia memegangi tangan senja mencium nya dan menggenggam dengan erat
__ADS_1
"ya aku mau kak"
keduanya tersenyum excel hendak memeluk senja namun iya teringat put*ng masih sakit pasti dia akan kesakitan ia melangkah mundur ia mengecup kening senja berlanjut ke pipi hidung dan yang terakhir bibir.Mereka larut dalam kebahagiaan hingga masing masing tertidur dan excel tertidur di sofa.