Pernikahan Dini

Pernikahan Dini
Ngambek


__ADS_3

Notif pesan di hp gio terus berbunyi, begitu banyak pesan dari Teman2nya.


" Yo..itu beneran lu, gila gak ternyata cantik juga..miss universe mah lewat..."


" Eh sejak kapan Mr.Gio si play boy jadi play grill...🤣🤣🤣"


" Yo insap..bentar lagi mau jadi bapak"


" Wah ini gue gak salah lihat..vidio di IG ini bukan lu kan..pliss..jawab jangan bikin gue kepo"


" Abang gio kok sekarang jadi begini..Aurel jadi gemess...pengin...."


" Yo jangan bikin bapak ibu malu, salah apa kami nak dalam mendidik kamu..kok kamu jadi seperti ini..kasihan istri dan anakmu"


" Yo lu stresss gue ma bini gue bakal pulang kok dateng ke acara 7 bulanan, ni kita mau otw pulang..jangan jadi begituan..kasihan bini lu"


" Yo lu kenapa, stres mikirin acara 7 bulanan..lu butuh apa..ngomong ke gue, kita kan temen lu"


Dan banyak lagi pesan chat yang masuk sehingga gio pusing sendiri bagaimana menjawab satu2 pesan dari mereka, apa lagi pesan dari orang tuanya.


" Yang..jangan marah dong..sory.." ucap sindi membujuk gio


" Sekarang kamu puas suamimu ini jadi bahan gunjingan orang..apa kata karyawanku nanti kalau mereka juga melihat vidio laknat itu, seorang pimpinan perusahaan stress dan pindah jender" kesel gio


" Ni aku nge chat orang yang aploud vidio itu supaya dihapus di IG nya, jangan marah lagi dong..." ucap sindi

__ADS_1


Sindi masih membujuk suaminya agar tidak marah.


* * * *


Di apartemen putra dan tiara sedang sibuk membereskan pakaian dan barang barang dibantu oleh papih Danu, Pak Tio dan para asisten rumah tangga.


Ya, hari ini mereka akan pindah di rumah yang baru mereka beli sebulan yang lalu dan sudah direnovasi sesuai dengan keinginan mereka.


"Put, trimakasih karena telah memberikan kebahagiaan pada putri bapak" ucap pak danu


" Sudah semestinya pak, tiara adalah istri dan ibu dari anak anaku" ucap putra


" Bapak bangga nak sama kamu" ucap pak tio


" Mas..ajak papih dan bapak masuk, yo kita makan siang dulu" ajak tiara


" Yo kita makan siang dulu" ajak putra


Mereka lalu duduk melingkar menghadap meja yang sudah penuh dengan masakan yang menggugah selera.


" Siapa yang masak" tanya pak danu


" Tiara lah pih" jawab tiara


" Eh sekarang putri papih udah pinter masak ya" ucap pak danu

__ADS_1


" Masakan tiara enak lho pih pak..cobain aja, putra aja kalau makan selalu nambah" ucap putra


" Pantesan kamu gemukan put" ucap pak tio


" Ah masa sih pak..perasaan dari dulu segini aja" ucap putra


" Mas mas orang celananya aja udah pada gak muat dibilang masih kayak dulu" sindir tiara, hingga semuanya tertawa.


" Alhamdulillah ya Allah, aku masih diberi kesempatan untuk berkumpul dengan putra, menantu dan cucuku" batin pak tio


Suasana semakin ramai saat Aa yusuf bangun dan ikut makan karena ia mengacak ngacak makanan yang ia makan dan meminta semua makanan ditaruh dipiringnya.


"Aa makan ini dulu, entar kalau udah habis baru nambah ya.." ucap tiara


"ya" jawabnya singkat


" Sini momy suapin" ucap tiara


" Ndak" Yusuf geleng geleng kepala dan berusaha makan sendiri walaupun makananya kemana mana


" Aa kalau makan yang betul dong..tu nasinya kemana mana, udah sini momy suapin aja" ucap tiara


" Ra, namanya juga masih kecil ya kalau makan kayak gitu gak papa namanya juga belajar" ucap pak danu


"

__ADS_1


__ADS_2