Pernikahan Dini

Pernikahan Dini
Jahil/Pengganggu


__ADS_3

Anton sedang ngobrol dengan bela di halaman.


" Mas, sebenarnya mas mau hubungan kita ini keselanjutanya gimana sih" tanya bela


" Maunya kamu gimana sayang.." anton balik nanya


" Lho aku kan nanya mas, kok mas balik nanya aku sih" sebel bela


" Kalau mas sih penginya serius dan cepet nikahin kamu biar mau apa apa itu halal karena kamu udah jadi istrinya mas" jawab anton


" Maaf mas kalau untuk sekarang kita ga bisa nikah, kan akunya masih sekolah" ucap bela


" Maka dari itu mas tanya kamu maunya gimana, tapi mas takut kalau deket kamu terus kayak gini mas ntar kebablasan" ucap anton


" Maksudnya" tanya bela bingung


" Sayang..mas ini laki laki normal kalau deket cewek ya pastinya pengin yang lebih apalagi kamu itu pacar mas" ucap anton


" Ih ternyata semua otak cowok mesum ya" sindir bela


" Kalau aku gak munafik yang..coba deh kamu nanya semua cowok yang udah pacaran, pasti mereka kadang berpikiran mesum dalam tanda kutip bukan mesum di ranjang yang..tapi mereka pasti pengin sekedar cipika cipiki atau bahkan ingin lebih seperti apa yang kamu pikirin" ucap anton


" Tapi emang mas ga takut dosa" tanya bela


" Maka dari itu mas pengin cepet nikahin kamu biar ga dosa" jawab anton

__ADS_1


" Tapi menikah tidak sesederhana itu yang, keduanya harus sudah siap lahir batin..apakah mas udah siap, bukanya mas masih kuliah dan masih menjadi tanggungan orang tua mas ntar kalau nikah sama aku gimana..masa ditanggung orang tua mas, aku gak mau ah. lagian aku juga mau fokus dulu sekolah biar lulus dan bahagiain orang tua" ucap bela panjang lebar


" Em..bener juga sih kata katamu yang..ntar mas belajar nyari uang dengan bekerja di perusahaan papa deh" ucap anton


" Ya udah, semangat ya mas..aku selalu mendukung dan kasih suport buat kamu biar sukses dan saat nanti aku udah lulus jadi kita bisa nikah" ucap bela


"Aw" teriak anton memegang kepalanya yang terkena lemparan batu kecil


" Ada apa yang" tanya bela


" Gak tahu nih, kayak ada yang nglempar batu" jawab anton


" Siapa yang" tanya bela


" Ha ha ha" tertawa tanpa suara dua orang dibalik semak semak


" Sin ambilin batu lagi dong" suruh gio


" Ni" Sindi menyerahkan batu yang lumayan besar


" Kalau yang dilempar ini ntar anton bisa geger otak dong, yang kecil aja" suruh gio lagi


" Bentar ni aku lagi nyari" sindi mengorek ngorek tanah mencari batu kerikil


" Eh eh kok badan aku gatel semua sih kaya dikerubuti semut" ucap sindi dan melihat di kaki nya sudah banyak semut merah

__ADS_1


" Ya..tolongin gue" teriak sindi sambil berdiri dan menhentak hentakan kakinya agar semut yang ada di kakinya jatuh


" Eh somplak lu kenapa lu kibas semut nya ke gue" gio berteriak dan ikut mengibaskan semut yang menempel ditubuhnya


" Ha ha ha..tu karma nya buat orang yang suka jailin temen" anton tertawa melihat gio dan sindi jingkrak jingkrak seperti orang gila


" Mas kasihan mereka tahu, kok kamu ketawa sih" ucap bela


" Yang kamu gak tahu dari tadi mereka ngusilin kita pake lemparin batu kerikil, nih kening aku aja sampe merah gini kena lemparan batu dari mereka" anton menunjukan keningnya yang masih sakit


" Masa sih mereka yang nglemparin batu ke kita" bela tidak percaya


" Coba aja kamu tanya sahabat kamu itu bener enggak mereka yang lemparin batu" suruh anton


" Sin" bela minta jawaban


" Sory bel, gue disuruh sama ni cowok tengil" sindi menunjuk gio


"Eh kok gue sih, gue kan cuma ngerjain yang kamu suruh" ucap gio


" Aku kan nyuruh nya buat gangguin mereka, bukan lemparin batu ke mereka" sindi membela diri


" Tapi lu kan yang nyariin batu buat dilempar ke mereka" ucap gio


"Ya karena disuruh kamu kan" ucap sindi

__ADS_1


__ADS_2