
Setelah putra minum air putih yang istrinya kasih, ia kemudian menceritakan kejadian salah masuk rumah sebelum ke rumah sindi.
" Ih beneran yang si gio parah banget, kasian tuh bapak ibunya pasti malu banget" ucap tiara
" Mas aja yang cuma dampingi malunya minta ampun, apalagi semua barang yang udah di bawa masuk di keluarin lagi.Lagian dari tadi mas telpon dan wa ga dibalas" ucap putra
" Maaf mas, tadi lagi bantuin sindi make up jadi gak fokus sama hp" ucap tiara
" Loh yang kok kamu sendirian, bela nya mana" tanya putra
" Tadi si bela cuma nganterin aku ke sini trus ijin pulang lagi katanya ada urusan penting gitu" ucap tiara
" Oh..ya udah ntar pulangnya sama aku aja" ucap putra
" Yu kita kedepan gabung sama yang lain" ajak putra
Mereka pun keluar dan bergabung dengan yang lainnya.
Anton nampak clingak clinguk mencari seseorang.
" Kenapa mas anton nyari bela" tanya sindi
" Eh enggak kok" bohong nya
__ADS_1
" Bela tadi pulang katanya ada urusan penting" ucap sindi
Anton nampak kecewa karena ia sebenarnya mau ikut rombongan gio biar bisa ketemu sama bela, sudah lama dari kejadian mereka putus tidak bertemu.
" Kenapa nyesel kan pasti mas anton udah nyakitin bela, makanya kalau mau melakukan sesuatu di pikir dulu" sindir sindi
" Ish yang jangan ngomong kayak gitu ah kasihan anton" ucap gio
" gakpapa yo gue pantas dapetin ini semua, harusnya gue gak mentingin ego gue" ucap anton
" Ya udah, kalau bela jodoh lu pasti dia akan kembali" ucap putra
" Yo, kita mau pulang kamu dan teman teman kamu gimana mau ikut pulang apa disini dulu" tanya pak samsul
" Eh dasar ya anak durhaka main usir orang tua" ucap pak samsul
" Enggak pak cuma bercanda, piss.." gio mengangkat dua jarinya sambil tersenyum
" Ya sudah, bapak ibu kami pamit dulu trimakasih atas jamuanya untuk membahas pernikahan nanti kita lanjut dilain hari" pamit pak samsul
" Kami juga mau mengucapkan trimakasih karena sudi datang ke rumah kami dan melamar anak kami semoga berlanjut ke jenjang pernikahan tanpa ada halangan apapun" ucap pak fahmi
" Aamiin..." ucap semua orang yang ada disana
__ADS_1
Pak samsul dan keluarga akhirnya pulang kerumah.
" Mas gio mau sama sindi yang ini apa sindi yang itu" ledek tiara
" Eh emang sindi yang mana ra, ayo mas selingkuhin aku ya baru tukar cincin udah nyakitin" kesel sindi
" Eh enggak yang mas gak selingkuhin kamu suer deh berani kesamber bledek" ucap gio
" Terus maksud ucapan tiara tadi itu apa" tanya sindi
" Itu yang tadi sebelum kesini mas ma rombongan salah masuk rumah" gio menggigit jarinya
" Salah rumah, maksudnya" sindi minta penjelasan
Akhirnya gio menceritakan asal mula mereka salah masuk rumah sampai dia harus kabur dan lari kerumah sindi.
" Ya Allah yang..pantesan kamu tadi datang trus pingsan, nasib nasib punya calon Suami dong dong ya" ucap sindi menepuk keningnya
"Maafin aku ya yang..tapi kita kan akhirnya udah tunangan"ucap gio
" Iya, tapi awas aja kalau mas ntar masuk salah kamar waktu kita udah nikah" ucap sindi
" Kalau itu gak mungkin dong yang..kan tubuh kamu bagai magnet yang bisa narik mas mendekat" gombal gio
__ADS_1
Wek...Putra, anton dan tiara seperti memuntahkan sesuatu