
Claudia yang sudah duduk manis dimeja makan bersama ibu dan kedua adiknya.
" Kak, A yusuf nya mana.." tanya doni
" Lagi mandi..ntar kalau udah juga kesini" jawab claudia
Sedang yusuf sedang menjinakan miliknya yang tadi sempat gagal menembus lubang nikmat milik istrinya karena syarat konyol yang diminta istrinya itu dan panggilan dari mba sari pembantu rumah tangga yang menyuruhnya makan siang karena semua keluarga sudah menunggu.
Setelah selesai, ia turun bergabung dengan yang lain dimeja makan.
" A mandi nya lama banget..habis samponan dulu ya..pantes.." ledek doni yang membuat Yusuf tersenyum dan mendapat plototan tajam dari kakaknya claudia
" Lagi makan jangan banyak ngomong" ucap claudia
" Sory..waduh singa betina sorotan matanya ngeri oy.." ucap lirih doni
"Udah..kalian ini lagi makan saja debat, nak yusuf duduk terus clau ni nak yusuf diambilkan makanananya" sindi menginstruksi anaknya
Yusuf duduk disebelah claudia dan claudia segera mengambilkan nasi dan lauknya.
" Segini cukup.." claudia menyerahkan piring yang sudah di isi nasi dan lauknya
" Cukup..trimakasih.." senyum yusuf
Doni yang sudah selesai makan pamit ke kamarnya
" Kak besok lagi kalau mau kasih tanda jangan di leher..kasihan ntar dikira kakak ipar gue digigit vampir" bisik doni ditelinga claudia yang tadi sempat melihat tanda merah dileher Yusuf
__ADS_1
Claudia segera melirik suaminya dan betul saja ada tanda bekas hisapanya dileher suaminya itu.
" Mas besok lagi pake switer biar lehernya gak kelihatan" bisik claudia pada suaminya
" Emang kenapa." tanya yusuf pura pura tidak tahu
" ish kan ada itunya.." malu claudia
" Itu apa..ini maksud kamu yang..." tunjuk tanda merah dilehernya
" Gak usah diperjelas dong mas.." kesel claudia
Sindi yang melihat interaksi anak dan menantunya tadi hanya senyum senyum.
" Ibu sudah selesai makanya, kalian lanjutkan ya..ibu mau minum obat dulu dikamar" pamit sindi
Kini tinggal claudia Dan yusuf yang masih menyelesaikan makanya.
" Yang..ucapan kamu yang dikamar beneran ya.." ucap yusuf
" Ucapan apa mas" claudia lupa apa yang telah ia ucapkan pada suaminya itu
" Kamu mau kasih hak mas sebagai suami tapi kamu kan belum siap buat hamil..jadi mas udah tahu caranya biar kamu gak hamil dulu" ucap yusuf
glek
Claudia tidak menyangka suaminya ternyata memikirkan ucapanya itu, padahal niatnya untuk menghindari agar suaminya itu tidak meminta haknya untuk saat ini.
__ADS_1
" Kamu gak akan ngingkari janji kamu kan yang.." tebak yusuf yang melihat ekspresi istrinya itu
" Eh enggak ya..aku kan orang yang gak pernah ngingkari janji" bohong claudia padahal udah beberapa kali ia mengingkari janji pada sahabat ataupun adiknya
" Baguslah..siap siap ntar malam ya.." ucap yusuf
" Entar malam..emang mau kemana..." Tanya Claudia
" Ke surga dunia sayang.." jawab yusuf
" Surga dunia..emang ada ya surga didunia bukanya Kalau surga itu di akhirat.." ucap claudia
" Ada yang..dan hanya suami istri yang boleh masuk" ucap Yusuf
" IH...kamu mah suka ngehalu" ucap claudia
Setelah mereka selesai makan, claudia asik nonton TV
" Mau kemana.." tanya claudia saat melihat yusuf sudah rapi
" Mau ke ruko sebentar sekalian beli persiapan ntar malam, kamu mau ikut.." Yusuf masih berdiri didepan pintu
" Oga ah lagi mager" ucap claudia
" Ya udah mas pergi dulu ya..pulangnya mungkin sore sorean" ucap yusuf
" Ya, hati hati.." teriak claudia saat suaminya sudah keluar dari rumah
__ADS_1
" Eh tadi pamitnya mau ke ruko terus habis itu beli persiapan buat entar malam..emang entar malam ada acara apa ya..sampai lupa tadi mau tanya" ucap claudia kemudian melanjutkan acara nonton film drakor kesukaanya.