
Akhirnya karena tidak enak dengan bayu, bela menceritakan awal mula tiara dan putra menikah.
Bela bisa melihat di wajah bayu ada raut kecewa mungkin bayu diam diam menyukai tiara.
Semenjak pertemuan itu, bela dan bayu sering tukar kabar lewat wa.
Belapun menceritakan pada tiara tentang pertemuanya dengan bayu kakak kelas tiara dan ia meminta maaf karena tidak sengaja membertahukan kalau sahabatnya itu sudah menikah.
Tiarapun tidak marah karena menurutnya pernikahannya tidak mungkin ia sembunyikan lama lama.
Tiarapun berharap semoga bela dan bayu bisa jadian, karena menurutnya bayu laki laki yang baik dan tepat untuk bela.
Namun bela tidak mau gegabah dalam memulai suatu hubungan dengan cowok karena ia takut akan terluka lagi, ia ingin fokus dulu dalam belajar apalagi ia tahu bayu pernah mencintai sahabatnya.
Pernah suatu ketika bayu mengungkapkan perasaanya kalau dia mulai menyukainya namun bela menolak karena ia takut hanya sebagai pelampiasan sesaat karena orang yang dicintainya sudah menikah dengan orang lain.
* * *
Pagi pagi putra bangun tak melihat istrinya disampingnya.
Ia melihat ke sekeliling namun ketika ia akan turun dari ranjang ia mendengar orang muntah muntah dikamar mandi
Hoek Hoek
Tiara merasa mual dan mengeluarkan isi perutnya, keringat dingin mulai membasahi keningnya.
" Yang kamu kenapa" putra memijit tengkuk istrinya
__ADS_1
" Kayaknya magh ku kambuh deh mas, kemaren aku kan ga sempet makan karena kepikiran bela" ucap tiara lemas
" Ya udah yu kamu baringan aja di ranjang biar mas ambilkan makanan buat ganjal perut kamu" putra memapah istrinya menuju ranjang, ia membaringkan tiara pelan pelan.
" Sebentar ya mas beli bubur ayam di depan kayaknya tadi ada tukang bubur ayam keliling" ucap putra kemudian segera keluar dan membeli bubur ayam
Sepuluh menit kemudian putra membawa bubur ayam kedalam kamar, ia duduk disamping istrinya.
" Yang ni makan bubur ayam dulu biar perutnya gak mual, ni mas suapin" putra menyodorkan sendok berisi bubur ayam
Dengan terpaksa tiara membuka mulutnya, namun baru beberapa kunyahan perutnya mual kembali hingga ia berlari ke kamar mandi.
Hoek Hoek
" Dek kita ke rumah sakit aja ya, mas takut terjadi apa apa sama kamu" cemas putra
" Gapapa mas paling sebentar lagi mualku hilang kalau udah minum obat" ucap tiara
" Ya Allah dek kamu kenapa" putra segera membawa istrinya ke rumah sakit
" Bagaimana kondisi istri saya dok" tanya putra
" Sebenernya ini hanya praduga saya saja tapi sebaiknya istri bapak di cek aja di dokter kandungan" saran dokter
" Maksud dokter apa ya" tanya putra bingung
" Hm..pasangan muda ya jadi belum paham, gini saya menduga kalau istri bapak sedang hamil" ucap dokter itu tersenyum
__ADS_1
" Oh hamil.." ucapnya tanpa sadar dan detik berikutnya ia baru sadar
" Apa hamil dok, istri saya hamil dok" tanya putra kaget bercampur senang
" Iya mas, masa istri saya yang hamil" ledek dokter
" Eh maksud saya itu dok, terus sekarang harus gimana dok" putra tiba tiba menjadi lemot dalam berpikir
" Mas, tadi kan saya sudah ngomong sebaiknya mas priksakan saja istri mas di dokter kandungan" dokter menjelaskan
" Maaf dok kok saya jadi ngebleng gini sih" ucap putra malu
"Gapapa mas ini biasa dialami pasangan muda" ucap dokter
" Mas" panggil tiara saat sudah siuman
" Ya dek, kamu udah sadar gimana apanya yang sakit" tanya putra sambil menggenggam tangan istrinya.
" Ga ada cuma agak pusing sedikit" ucap tiara
"Ya udah yu kita cek dulu di dokter kandungan" ajak putra
" Kenapa ke dokter kandungan ini kan sama lagi di dokter" ucap tiara
" Iya gapapa cuma mastiin aja, yu mumpung dokter kandunganya lagi ada" ajak putra karena sebelumya sudah mencari informasi tentang dokter kandungan di rumah sakit itu
* - - - - *
__ADS_1
Tanks ya udah dukung karya author, jangan sungkan sungkan kasih komen kalian baik itu kritikan ataupun saran karena itu akan lebih memperbaiki karya author lebih baik lagi secara author masih tahap belajar.
LOVE YOU...😘