
Setelah motornya diperbaiki gio dan sindi segera menyusul yang lainya walaupun sebelumnya diwarnai dengan drama.
" Yo, lu lama amat mampir dulu ya ke warung remang remang" ledek anton
" Warung remang remang kepala lu peyang, ni si merah ngambek minta diservis" ketus gio
" Oh..kirain lu nyervis yang lu bonceng " ucap anton
" Kalau itu mah gue gak bisa sampe sini" ucap gio
" Ni minuman buat lu pasti capek kan" putra memberikan air mineral pada gio
" Ini baru sobat terbaik gue gak kayak lu yang cuma bisa ngledekin temen yang lagi kesusahan" ucap gio menatap anton
" Sory..gitu aja di ambil ati sekarang lu jadi baperan ya" ucap anton
" Ya emang gue baper lu mau apa" ketus gio
" Udah kita disini mau seneng seneng bukan mau ngelihatin kalian debat, yo susulin para cewek" ajak putra dan melangkah menyusul istri dan teman temanya yang sudah sampai ke tempat pemandian air hangat
" Mas..kok lama sih, sini" Tiara menepuk tempat duduk disebelah nya yang kosong
" Iya ni dengerin mereka ngoceh dulu" ucap putra dan duduk disebelah istrinya
" Ayang beb bela mana ra" tanya anton
" Tu mereka udah nyemplung duluan di kolam renang" tunjuk tiara ke arah kolam renang yang tidak jauh dari mereka duduk
__ADS_1
" Gue susulin dia, bentar aja ditinggal ada cowok yang deketin" kesel anton
Anton segera melepas jaket, kaos dan celananya yang tersisa hanya katok kolor nya
" A.." teriak tiara sambil menutup matanya dengan kedua tanganya
" Eh gila lu main buka buka aja didepan istri gue" putra memukul lengan anton
" Ala..udah biasa lihat yang beginian aja kan, malah yang lebih ekstrim" ucap anton
" Lihat lu te_lanjang" bisik anton ke putra dan segera menyusul bela ke kolam renang
Putra tersenyum sendiri mendengar bisikan anton, ia mengingat pergulatan semalam dengan istrinya.
" Lu kenapa, kesurupan jin penunggu kolam renang" ucap gio melihat putra senyum senyum
" Ih lu ketularan ya ama si anton, ngeselin" ucap gio
" Yang..a.." tiara menyuapi sate kelinci yang tadi ia baru pesan
" Em...emang paling enak pergi ama bini, bisa dimanjain" ucap putra sambil mencium pipi istrinya
" Waduh..gue jadi baper nih lihat kalian mesra mesraan kayak gini mending gue susulin anton aja ah" ucap gio dan segera ke kolam renang
Di kolam renang, anton selalu didekat bela.
" Mas ih..sana kamu renang sendiri, aku ga enak ama sindi" ucap bela
__ADS_1
" Emang kenapa sih yang, orang sindinya aja gak papa. Iya gak sin" tanya anton
" Iya bel, santai aja gue gak papa" jawab sindi
" Wah..enak nih berendem disini, airnya panas" gio baru menjeburkan dirinya di kolam renang
" Ton kita balapan yu, siapa yang duluan renang sampai ujung sana ntar traktir makan selama satu minggu gimana" tantang gio
" Boleh juga, yang kamu ama sindi jadi jurinya ya" ucap anton
" Beres..tapi kita juga ikut dapat bonus kan" tanya sindi
" Itu mah bisa dia atur" ucap gio
" Oke, kalian siap siap ya..ntar kalau udah hitungan ketiga baru mulai" instruksi sindi
Gio dan anton siap siap berenang.
" Satu..satu setengah..dua..dua setengah.." ucap sindi
" Kelamaan sin, kapan mulainya" protes gio
" Bentar sabar napa, oke aku hitung lagi ya..SATU..DUA..TIGA..." hitung sindi
Gio dan anton pun segera berenang.
" Ayo mas anton kamu bisa" teriak bela
__ADS_1
" Hey cowok tengil jangan mau kalah ma mas anton" teriak sindi