
Hari demi hari Aa yusuf bertambah gemuk dan sekarang sudah mulai merespon jika diajak bicara walaupun hanya celotehan yang tidak jelas.
Sindipun kini sudah hamil usia 4 bulan dan gio semakin overprotektif, ia melarang sindi untuk keluar sendirian dan hanya boleh keluar jika barsamanya.
" Ayang..aku pengin kerumah tiara udah kangen ama Aa yusuf" rengek sindi pada gio
" Iya ntar kerumah Aa yusufnya bareng mas besok setelah mas pulang kerja, lagian ini udah malam" ucap gio
" Mas aku kepenginnya sekarang bukan besok..mungkin ini keinginan anak kamu mas" ucap sindi
" Ish kamu mah apa apa alasannya yang pengin anak" ucap gio
" Emang iya, kamu mau anak kamu ngeces karena keinginanya gak diturutin" ucap sindi kesel
" Iya iya..yu cepetan kesana, tapi cuma sebentar ya..ni udah malam ga baik orang hamil keluyuran malam malam" ucap gio
" Kata siapa mas orang hamil gak boleh keluar malam malam" tanya sindi
" Ya kata orang tua jaman dulu kaya gitu" jawab gio
" Mas mah sukanya dengerin kata orang, sekarang zamanya udah beda..lihat noh banyak ibu hamil udah besar masih jalan jalan di mall dan cafe sampai malam tapi gak papa tuh..yang penting bismillah" ucap sindi
" Sekarang istriku ini makin pinter ya" gio mencubit pipi sindi gemas
" Ih..sakit tau, yu ah katanya mau kerumah tiara" ucap sindi
__ADS_1
Merekapun pergi kerumah tiara.
Dirumah tiara ternyata sudah ada bela dan anton.
" Wah ada calon pengantin nih, gimana kok undangan nya belum nyampe kerumah ku" ledek sindi
Ya bela akhirnya menerima anton kembali setelah melihat anton berubah lebih baik dan dihatinya pun masih mencintai anton, bela yakin kejadian dulu sudah menjadi pengalaman buruk anton dan gak mungkin akan diulanginya lagi.
Sedang bayu memilih ikhlas untuk melepaskan bela untuk anton, mungkin bela bukan jodohnya.
" Ni undangan nya, tadinya habis dari sini mau kerumah kamu tapi karena udah ketemu disini sekalian aja ya aku kasih" anton menyerahkan undangan pernikahannya dengan bela.
" Eh..ini aa yusufnya baru bangun ya" ucap sindi melihat tiara menggendong bayinya keluar dari kamarnya
" Sini ra, aku pengin mangku aa nya" ucap sindi dan tiara memberikan bayinya pada sindi
" Uh lucunya sayang..semoga beby nya aku ngegemesin kaya kamu ya sayang" ucap sindi mencium pipi gembil Aa yusuf
" Anak kita pasti lucu dan ngegemesin yang..kan abinya lucu dan imut" ucap gio
" Lucu dan imut dari mana yo.." ledek anton
" Ih..kalian gak tahu ya, kan pipi aku suka di cubitin ama ibu ibu komplek katanya ngegemesin" ucap gio
" Oh..pipinya di cubitin sama ibu ibu ya.." ucap sindi memandang tajam ke suaminya
__ADS_1
" Eh itu dulu yang..waktu aku masih kecil, kalau sekarang mah yang boleh megang pipi aku cuma kamu aja yang" ucap gio
" Ogah megang pipi kamu" ucap sindi
" Beneran ogah nih, biasanya aja kalau malam sebelum tidur suka nyiumin pipi aku ini" sindir gio
" Ih kapan aku nyiumin pipi kamu" elak sindi
" Kamu lupa yang..ni ada vidionya lho..apa mau aku tunjukin ke mereka" ucap gio
" Ish emang kamu midioin" tanya sindi
" Iya..malah yang waktu kamu men_desah juga ada yang, kamu mau lihat" ucap gio padahal ia cuma membohongi istrinya saja
" Wah gila lu yo, adegan kaya gitu lu rekam" ucap anton
" Kamu jahat mas, itu privasi kita lu mau umbar ke orang lain" marah sindi
" Eh enggak yang, aku cuma bercanda lagian mana mungkin mas bakalan midioin yang kayak gituan..piss" ucap gio mengangkat kedua jarinya
" Becandaan kamu itu gak lucu mas, awas ntar malam tidur di luar" ancam sindi
" Eh yang kok gitu..mas kan cuma bercanda" ucap gio
" Rasain lu makanya kalau bercanda jangan kelewatan" ucap putra
__ADS_1