
Setelah pulang dari apartemen putra, gio dan sindi segera pulang kerumah.
" Yang..ko cepet pulang sih, padahal aku masih pengin gendong beby nya tiara" ucap sindi duduk disamping gio yang sedang menyetir
" Iya sayang..besok kita ke apartemen putra lagi deh ni ada yang lebih urgent" ucap gio
" Besok bukanya mas ada rapat penting" ucap sindi, ya sekarang gio membantu ayahnya di perusahaan
" Sebelum berangkat kekantor mas anterin kamu dulu ke apartemen putra" ucap gio
" Emang mas ntar ga keburu..kan arah kantor mas ma apartemen tiara gak searah" ucap sindi
" Keburu sayang..ih..kamu cerewet banget sih..jadi makin ga sabar" ucap gio
" Ga sabar apa mas" tanya sindi
" Ga sabar denger de_sahan kamu" ucap gio dan mencium pipi sindi
" Ih..mas lagi nyetir ya, aku gak mau kita kecelakaan" ucap sindi
" Mas juga gak mau dong yang..masa ntar unboxing nya gagal lagi" ucap gio
" Eh kalau jam segini rumah rame pa sepi yang.." tanya gio
" Mas ini kan hari minggu, ya nyokap sama bokap dirumah semua lah.." jawab sindi " emang kenapa sih" tanyanya
" Ya..ntar ga enak dong..kita ke hotel dulu bentar ya yang" ajak gio
__ADS_1
" Ke hotel ngapain" tanya sindi
" Aku mau unboxing kamu, udah ga nahan nih..plis ya.." gio memohon
" Emang kalau mas udah ada maunya bisa dilarang" sindir sindi
" Istriku ini memang paling mengerti" ucap gio senang dan segera mencari hotel disekitar jalan itu
" Mas kita mau cek in" ucap gio pada resepsionis hotel itu
" Oke untuk berapa kamar" tanya resepsionis
" Satu lah mas, masa dua" jawab gio
" Oh..maaf, ini kunci kamarnya" ucap resepsionis itu sambil menyerahkan kunci kamarnya
Setelah menutup pintu kamarnya ia langsung me_***** bibir sindi dan sindi membalas nya sehingga mereka merasakan sensasi yang membuat tubuh mereka ingin merengkuh lebih dari itu.
Gio menye_sap leher sindi memberikan tanda merah membuat sindi memejamkan matanya.
Gio perlahan membuka baju atasan sindi hingga nampak dua gunung himalaya yang masih tertutup b_r_a, dengan sekali centilan jari gio b_r_a itu lepas dan menyembulah dua gunung itu membuat gio panas dingin dibuatnya.
Ia meraih dan me_remas pelan salah satu gunung dan memainkan puncaknya, sindi men_desah hingga terdengar telinga gio.
Gio semakin bersemangat, ia menji_lat puncak gunung itu dan disekitar area itu.
" Mas..ugh.." suara parau sindi
__ADS_1
Gio segera membaringkan istrinya di ranjang dan membuka baju bawahan sindi hingga tak ada lagi yang menutupi tubuh indah sindi.
Dengan cepat pakaian yang melekat dalam tubuhnya pun terlepas dan entah dilempar kemana.
Gio segera mengungkung sindi dibawahnya dan membuka pa_ha istrinya itu, nampak hutan belantara yang siap di masuki oleh pendaki tangguh seperti dirinya.
" Mas tunggu" ucap sindi
" Ada apa" tanya gio
" Aku takut, ntar kalau aku gak bisa jalan gimana ntar pulangnya" sindi balik tanya
" Aku gendong" jawab gio
" Ish emang aku anak kecil digendong" ucap sindi
" Cup" gio me_***** bibir sindi agar ia dapat melanjutkan aksinya.
Dengan pelan gio memasuki hutan belantara itu, satu dua kali tidak berhasil hingga ketiga kalinya dengan penuh tekanan pendaki bisa masuk kedalam hutan.
" Aw..mas sakit..udah ah.." ucap sindi sambil menangis
" Tanggung yang..ni paling sakitnya bentaran, ntar kamu juga keenakan" ucap gio
Saat gio sedang melanjutkan aksinya agar pendaki sampai di puncaknya, tiba tiba
BRAK
__ADS_1