Pernikahan Dini

Pernikahan Dini
Jujur


__ADS_3

Anton lalu mendatangi rumah bela.


" Yang tumben main kerumah gak ngomong dulu ke aku" tanya bela saat anton sudah berdiri di depan rumah nya


" Iya ada yang mesti gue omongin ke lu, bisa enggak kita pergi sebentar" ajak anton


" Boleh, tapi kita mau kemana" tanya bela


" Kita ke taman deket rumah lu aja" jawab anton


" Ya udah sebentar gue pamit ke nyokap dulu" ucap bela kemudian masuk ke dalam rumah


Beberapa menit kemudian bela keluar dari dalam.


" Yu kita ke tamanya jalan atau mau pake motor kamu" tanya bela


" Pake motor aja biar kamu gak capek" jawab anton


Anton naik ke atas motornya disusul bela di belakangnya.


Sesampainya di taman, anton menggandeng tangan bela dan melangkah menuju kursi yang ada di taman itu.


" Sebenernya ada apa si mas, kayaknya serius banget" tanya bela

__ADS_1


" Sebelumnya mas minta maaf, setelah mas ngomong ini terserah kamu mau gimana aku terima" ucap anton semakin membuat bela penasaran


" Maafin mas yang gak setia, hanya karena mementingkan nafsu mas ngeduain kamu" ucap anton lirih


" Maksud mas, mas selingkuh..salah aku apa mas" tanya bela yang matanya sudah mulai berkaca kaca


" Kamu gak salah, mas yang salah..maafin mas" ucap anton masih menggenggam tangan bela


" Mas juga udah tidur sama cewek itu" ucapnya hingga bela langsung melepaskan tanganya dari genggaman anton


" Ya Allah mas kamu sudah melakukan sejauh itu, jujur aku Kecewa sama kamu mas" ucap bela tak percaya apa yang baru saja ia dengar


" Maafin mas, kamu boleh marah atau mungkin pukul mas" ucap anton kesal dengan dirinya sendiri


" Marah atau tindakan kasar tidak bisa mengubah keadaan, ibarat kata nasi sudah menjadi bubur" ucap bela


" Terus mas gimana apakah mas juga terserang virus itu" tanya bela


" Mas gak tahu, rencananya mas akan pergi ke dokter untuk mengeceknya" jawab anton


" Bel, kalau nanti terjadi sesuatu sama mas tolong maafin mas ya.." mohon anton


" Jujur mas aku kecewa sama kamu tapi aku sadar manusia gak ada yang sempurna, sama seperti kamu aku juga mungkin ada salah sama kamu, aku udah maafin kamu tapi kalau untuk bertahan jadi pacar maaf sepertinya tidak bisa" ucap bela

__ADS_1


" Gapapa, mas ngerti keputusanmu dan trimakasih udah mau maafin mas , mas harap kamu mendapatkan pengganti mas yang jauh lebih baik dan mencintaimu dengan tulus" ucap anton


" Maaf mas, aku pulang dulu tadi aku pamitnya cuma sebentar sama nyokap" pamit bela


" Mas anterin ya" tawar anton


" Ga usah aku pulang sendiri lagian deket kok" ucap bela dan melangkah pergi


Anton menatap bela dari belakang, air matanya keluar karena ia telah melepaskan cewek yang hatinya seperti bidadari.


Menyesal, ia terlalu mementingkan nafsunya hanya untuk meraih kenikmatan sesaat dan melepaskan orang yang benar benar tulus menyayanginya.


Sedang bela, ia merasakan sakit luar biasa di dalam hatinya karena orang yang ia sayangi tiba tiba memberikan luka.


Ia berjalan dengan pikiran kosongnya hingga tidak sadar ada suara klakson yang memberikan tanda untuk nya agar menghindar.


Brak


Suara motor terpelanting jauh dan pengedaranya jatuh dari motornya.


Bela kaget namun ia segera mendekati orang itu.


" Mas, kamu tidak apa apa..maaf tadi saya gak denger suara klakson" ucap bela

__ADS_1


Pengendara itu berusaha bangun, namun sepertinya kakinya patah karena kecelakaan itu.


"Aw" teriak orang itu sambil memegang kakinya yang sakit


__ADS_2