
Setelah semua keluarga keluar dari rumah itu, mereka mencari gio yang tiba tiba menghilang.
" Astagfirullah, tobat..tobat..punya anak kok ya bo_doh nya gak ketulungan ini muka mau taruh dimana..kalau bapakmu ini punya penyakit jantung mungkin sudah mati di rumah tadi" marah pak samsul
" Sudah pak sabar..gitu juga anak bapak udah maafin aja mungkin dia lagi dong dong tadi" bu rahma menenangkan suaminya
" Terus ini gimana..masa pulang" ucap pak samsul
" Sebentar pak saya telpon istri saya dulu" ucap putra
" Oh ya ya..tiara kan dirumah sindi kenapa gak dari tadi nelpon bini lu aja" ucap anton
" Gue juga ngebleng ketularan si gio, sebentar ni istri gue udah angkat telpon" ucap putra
" Yang..lagi dimana..kok ni yang datang cuma gio doang, semua rombongan mana" tanya tiara
" Eh si gio udah ada disitu" tanya putra
" Udah tapi tadi si gio datang kesini sambil ngos ngosan dan pingsan sebentar, ni lagi diberi minum ma sindi sebenarnya ada apa sih yang" tanya tiara balik
" Ribet ceritanya, share lok dong..ni kita mau kesitu" ucap putra
" Ya sebentar, ni aku share lokasinya" tiara membagi lokasinya ke wa suaminya
" Udah masuk yang" tanya tiara
" Udah ini, ya udah mas ma rombongan mau kesitu" ucap putra mematikan telponya
" Gimana nak putra" tanya pak samsul
__ADS_1
" Iya pak nih istri saya sudah ngirim lokasinya" jawab putra
" Trus si gio gimana" tanya bu rahma
" Gio udah disana bu, tadi istri saya memberi tahu saya kalau gio tadi sempet pingsan disana tapi ini udah sadar kok" jawab putra
" Ya Allah..bener bener putra kamu bikin malu kita saja, bagaimana ni bu kita ngejelasin sama calon besan" ucap pak samsul
" Ya udah pak bismillah saja semoga lancar" ucap bu rahma
" Ya udah kita jalan nak putra, ntar kamu yang didepan ya jadi petunjuk" ucap pak samsul
" Iya pak, mari nanti keburu sore" ucap putra
Semua mobil rombongan pun jalan menuju rumah sindi sesuai petunjuk yang tiara kirim.
"Assalamualaikum"
" Eh rombongan udah dateng, mari silahkan masuk dan duduk dulu" pak fahmi ayahnya sindi mempersilakan
" Gimana pak ada kendala tadi kesininya" tanya pak fahmi
" Eh iya pak tadi sedikit ada masalah tapi untungnya udah bisa diatasi" jawab pak samsul
" Oh syukurlah kalau seperti itu" ucap pak fahmi
" Ya sudah pak sebelumnya kami minta maaf akan keterlambatan kedatangan kami yang tidak sesuai kesepakatan karena sesuatu hal, namun niat kami kesini masih tetap sama yaitu melamar anak bapak untuk anak saya" ucap pak samsul
" Trimakasih sebelumnya karena berkenan datang kesini dan niat bapak kami terima namun untuk jawaban apakah lamaran diterima enggak nya terserah anaknya saja" ucap pak fahmi
__ADS_1
Dan sindi keluar menemui keluarga calon suaminya, ia tersenyum sambil menjabat satu persatu orang yang ada disana.
" Bu kalau yang ini bapak tidak ragu tidak seperti yang tadi" bisik pak samsul pada istrinya
" Iya calon mantu kita ayu tenan, gio pinter nyari calon istri" bisik bu rahma
" Gimana sin, ni bapaknya nak gio tanya kamu mau dilamar nak gio" tanya pak fahmi
Dengan malu malu sindi mengangguk.
" Alhamdulillah" pak samsul dan bu rahma mengucapkan syukur
" Karena nak sindi sudah nrima lamaran anak kami, ini sebenernya harusnya tukar cincin antara gio dan nak sindi tapi karena gionya gak ada jadi ibu wakilin makein cincinya ya.." ucap bu rahma
Ketika bu rahma akan memakaikan cincinya di jari sindi, tiba tiba gio keluar dari dalam rumah.
" Ibu biar gio aja yang makein, ntar jadinya gak romantis" ucap gio dan segera duduk disebelah ibunya
" Eh kok kamu dari dalam" tanya bu rahma
" Ya orang dari tadi aku didalam" ucap gio
Semua orang yang ada disitu tertawa melihat gio, apalagi keluarganya yang tadi mengingat insiden salah rumah.
Akhirnya gio dan sindi bertukar cincin.
Sedang putra mencari istrinya didalam setelah ijin ke salah satu keluarga sindi.
" Mas, kok lama banget sih sebenarnya ada apa" tanya tiara pada suaminya yang baru datang menghampirinya
__ADS_1
" Sebentar dek mas capek banget sumpah" ucap putra yang langsung duduk di kursi samping istrinya
" Ya udah bentar aku ambilin minum dulu" tiara segera ke dapur mengambil minum untuk suaminya