
Claudia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk karena ia mengira suaminya sudah tertidur, karena sebelum Claudia keluar dari kamar mandi ia mengintip sedikit dan melihat suaminya terlelap sambil memeluk bantal guling.
Claudia membuka lemari bajunya pelan pelan takut akan membangunkan suaminya, tanpa ia sadari yusuf tadi bukan tertidur tapi hanya memejamkan matanya memikirkan siapa yang memberikan pesan ancaman tadi.
Netranya terbuka saat menghirup bau wangi dari tubuh perempuan yang baru saja mandi dan ludahnya berkali kali ia telan saat melihat punggung istrinya terekspos dan leher putihnya yang terlihat menggoda imanya karena rambutnya yang terbungkus handuk kecil.
Aw
Teriak claudia kaget saat tangan suaminya sudah melingkar di area perutnya
" Biarkan seperti ini, mas janji gak akan berbuat lebih" suara serak yusuf yang hidungnya mengendus wangi sabun dileher istrinya itu
Claudia mematung mendapatkan serangan mendadak dari suaminya itu.
Jujur saja ia juga senang merasakan sentuhan lembut dari suaminya itu, namun ia takut jika suaminya akan meminta hak nya untuk saat ini karena statusnya yang masih sebagai pelajar.
Ia tidak mau sampai terjadi masalah jika dirinya hamil untuk saat ini.
" Mas.." claudia memejamkan matanya saat hisapan bibir suaminya di leher yang memberikan tanda merah nantinya
Perlahan claudia membalikan badanya hingga mereka saling behadapan dengan tangan claudia memegang erat handuknya agar tidak melorot.
Claudia melihat tatapan sayu suaminya yang membuat jantungnya semakin berdetak keras.
Perlahan yusuf menarik pinggang istrinya hingga mereka saling menempel.
__ADS_1
Cup
Bibir mereka saling bertemu, lidah yusuf menelusup masuk mengobrak ngabrik menelusuri rongga sang istri.
Tanpa ia sadari claudia membalas ciuman suaminya hingga mereka saling menyesap satu sama lain.
Kedua tangan claudia kini telah beralih melingkar di leher sang suami hingga semakin lama handuk yang dikenakanya perlahan melorot tanpa ia sadari.
Yusuf merasakan dadanya menempel benda kenyal karena ia betelanjang dada saat ini.
Ada gelenjar aneh yang membuatnya begitu menikmati.
Tanpa melepaskan pagutanya ia mencari benda apa yang menempel didadanya itu.
Tanganya kini menyentuh benda kenyal itu, begitu empuk seperti skuisi hingga ia meremas benda itu pelan seperti bermain skuisi.
De sahan muncul dibibir claudia saat suaminya itu menjadikan benda berharganya dijadikan mainan.
Yusuf semakin menggila saat mendengar suara itu.
Hawa panas kini menyelimuti dua sejoli itu, rasa takut yang ada didiri claudia menghilang saat akalnya sudah tak bisa dikondisikan dengan nikmat yang kini ia rasakan.
Entah kapan yusuf kini sudah mengungkung istrinya diatas ranjang.
" Mas mau sekarang boleh.." suara memelas yang terdengar ditelinga claudia yang membuat ia tak tega dan iapun mengangguk karena sebenarnya iapun ingin lebih
__ADS_1
Yusuf tersenyum melihat jawaban istrinya.
Ia segera melepaskan sisa pakaianya yang melekat ditubuhnya.
Seketika claudia takut melihat benda pusaka sang suami.
" Eh gila kok besar gitu, wah..bisa mati gue" batin claudia
Saat yusuf akan mengungkungnya lagi, claudia mendorong dada suaminya.
" Kenapa.." bingung yusuf
" aku gak mau mati sekarang" ucap claudia yang membuat suaminya bingung
" Emang siapa yang mau bunuh kamu.." tanya yusuf bingung
" Tuh" matanya melihat kearah benda pusaka suaminya
" Hah..ini bukan pedang sayang..gak mungkin bisa bunuh kamu" ucap yusuf tersenyum
" Iya tapi itu gede banget mas..entar bisa ngobrak ngabrik punya aku" ucap claudia konyol
" Mas janji pelan pelan biar gak sakit" bujuk yusuf
" Em...tapi ada syaratnya" ucap claudia
__ADS_1
" Syarat..apaan..IH..mas udah gak tahan sayang..cepet ngomong syaratnya apaan" kesel yusuf
" Syaratnya itunya dikecilin dulu biar masuknya gak sakit" ucapan claudia membuat yusuf mlongo sendiri