
Setelah Tio pergi dari rumahnya, ia ngekos di dekat rumah Sari wanita yang ia cintai.
Ia menjadi wiraswasta dengan membuka jasa online pengiriman barang.
Setelah enam bulan usahanya semakin maju hingga merekrut para tetangga yang pengangguran untuk menjadi driver pengiriman barang.
Tio kemudian menikah dengan Sari dan hanya diadakan secara sederhana.
" Dek, maaf ya mas ga bisa memberikan kehidupan yang mewah" ucap tio
" Mas tio jangan ngomong kaya gitu ah, emang sari cewek matre apa" Sari menatap suaminya
" Ya mas tahu kamu bukan cewek matre sayang..tapi mas pengin membahagiakan kamu" Tio menggenggam tangan istrinya
" Emang mas tahu apa yang bisa buat aku bahagia" tanya sari
" Emang apa sayang" tio balik tanya
" Kamu mas, kamu yang buat aku bahagia. Asal bareng kamu itu udah cukup buat aku" jawab sari
Tio memeluk istrinya " Trimakasih sayang, mas janji akan selalu ada disisimu" janji tio
* * *
Tiga bulan menikah akhirnya sari mengandung, tio semakin perhatian dengan istrinya.
Ketika sudah sembilan bulan kehamilan istrinya, usaha tio lagi menurun hingga ia bingung bagaimana nanti untuk biaya persalinan istrinya yang tinggal menghitung hari.
" Mas ish sakit" sari merintih kesakitan memegang perutnya yang besar
" Kenapa sayang, kayaknya ini waktunya kamu lahiran" tio cemas dan segera menggendong istrinya.
__ADS_1
Sari menggunakan becak dengan didampingi bok jum tetangga yang sudah seperti orang tua bagi mereka.
Sedang tio mengikuti dari belakang dengan mengendarai motornya.
Sesampainya di puskesmas, Sari segera diperiksa oleh bidan desa yang sedang berjaga.
" Maaf pak, kondisi istri bapak lemah. Tensi darahnya tinggi dan harus segera dilakukan operasi cesar dan di puskesmas tidak ada alatnya" ucap bu bidan
"Terus bagaimana bu bidan" tanya tio cemas
" Jalan satu satunya dipindahkan ke Rumah sakit pak" saran bu bidan
" Lakukan yang terbaik bu" Ucap tio
" Baiklah kami siapkan surat rujukan dan mobil ambulance" ucap bu bidan
Setelah sampai di Rumah sakit
Tio segera pergi ke bagian pendaftaran.
" Ada yang bisa saya bantu pak" tanya bagian pendaftaran
" Begini sus, istri saya mau melahirkan secara Cesar" ucap tio
" Oh.silahkan isi formulirnya dulu pak" suster itu menyerahkan selembar kertas dan bolpoin
" Ini sus sudah" tio menyerahkan formulir yang sudah di isi
" Baiklah bapak segera ke bagian administrasi ya" ucap suster
Tio segera ke bagian administrasi
__ADS_1
" Maaf sus, mau tanya administrasi atas nama ibu sari" tanya tio
" Oh..yang operasi Cesar ya pak" tanya suster dan tio mengangguk
" Biayanya untuk operasi dan ruang rawat inap nya nyampe 15jt pak" ucap suster
Tio lemas mendengar besarnya biaya yang harus dibayar " Ya Allah aku cuma punya 1jt dari mana aku mencari kekuranganya" batin tio frustasi
Ia teringat akan orang tuanya.
Segera ia pergi kerumah orang tuanya.
Tok tok tok
" Tio, mau apa kamu datang kerumah ini" ucap pak guntur
" Pak, tio mohon bantu tio satu kali ini saja" Tio berlutut memohon pada bapaknya
" Emang kamu mau minta bantuan apa hingga kamu sampai memohon sama bapak" tanya pak guntur dengan angkuhnya
" Istri tio mau lahiran pak dan tio tidak punya uang untuk biaya rumah sakit" ucap tio sambil menangis
" Bapak bilang apa, hidup itu perlu uang. Terbuktikan omongan bapak, sekarang bapak mau bantu kamu tapi ada syaratnya" ucap pak guntur
" Apa syaratnya pak" tanya tio
" Tinggalkan wanita itu dan pergi keluar kota untuk mengurus perusahaan bapak disana, bagaimana" ucap pak guntur
" Pak tio ga mau ninggalin istri dan anak tio" ucap tio
" Terserah kamu, keputusan ada padamu. Kalau kamu menyetujui syarat dari bapak maka bapak akan membantu semua biaya rumah sakit" tegas pak guntur hingga akhirnya mau tidak mau tio menyetujui syarat yang diajukan bapaknya demi menyelamatkan nyawa istri dan anaknya.
__ADS_1
" Maaf dek, mas lakuin ini demi kamu dan anak kita" batin tio