Pernikahan Dini

Pernikahan Dini
Sindi kontraksi


__ADS_3

Saat sedang ngobrol asik di cafe tiba tiba sindi merasakan perutnya mengalami kontraksi.


" Kamu kenapa sin" tanya bela yang melihat sindi memegangi perutnya sambil meringis menahan sakit


" Perut gue kok sakit ya terus ni pinggang juga nyeri" jawab sindi


" Eh jangan jangan kamu mau lahiran, soalnya gejalanya sama kayak aku pas mau lahirin yusuf" ucap tiara


" Ra, kita bawa ke RS aja yu" ajak bela


Dengan segera mereka pergi ke RS dan tak lupa mengabari gio.


" Ni suami lu lagi apa sih..dari tadi ditelpon gak diangkat angkat" kesal bela


Setelah lima kali menghubungi akhirnya diangkat juga.


" Ha.." belum sempat gio menyapa bela sudah marah marah gak jelas karena kesal


" Lu kemana aja sih ditelpon berkali kali baru angkat, punya hp itu di pegang barangkali ada penting" kesal bela


" Eh lu kenapa..kesurupan setan mana..ngomong gak jelas marah marah lagi" ucap gio ikut kesal


" Setanya ni yang lagi ngomong ma gue" ucap bela


" Busyet bini nya anton kalau ngomong pedes ya kayak sambel level sepuluh, udah ah males ngeladin lu" ucap gio dan ketika akan menutup telponya ia mendengar suara istrinya memanggil

__ADS_1


" Mas" panggil sindi yang langsung mengambil hp bela


" Eh kok kamu yang..kenapa" tanya gio


" Kamu sekarang ke RS Sejahtera ya" ucap sindi sambil menahan sakit diperutnya


" RS emang siapa yang sakit" tanya gio


Bela yang kesal mendengar pertanyaan gio dan melihat sindi kesakitan segera mengambil alih hp nya.


" Bini lu mau lahiran bego..cepetan jangan banyak tanya" ucap bela dan segera menutup telponya


Tiara yang duduk disamping supirnya didepan hanya geleng geleng kepala mendengar bela marah marah.


Sindi duduk dibelakang dengan bela.


Sedang gio tertegun sejenak mendengar ucapan bela hingga ia sadar dan segera pergi ke RS yang tadi istrinya sebutkan.


Di RS Sindi segera ditangani oleh dokter.


Tiara dan bela menunggu di luar dengan cemas.


Beberapa menit menempuh perjalanan akhirnya gio sampai di RS.


Ia segera memarkirkan mobilnya dan melangkah masuk ke RS, Semua menatap gio sambil tersenyum bahkan mereka saling berbisik.

__ADS_1


Namun gio tak menggubrisnya, sekarang yang ada dipikiranya adalah istrinya.


" Ya Allah gio..kamu sadar enggak waktu kesini" tanya bela kesal bercampur geli


" Kamu itu sedari tadi ditelpon bikin aku esmosi ya..tolong untuk saat ini aku mau fokus mikirin istri dan anaku, dimana sindi sekarang" tanya gio


" Sindi lagi di tangani dokter didalam, mending kamu pulang dulu deh" ucap tiara


" Kok lu ikut ikutan bela ngeselin sih..aku kan mau nemenin istriku melahirkan kok disuruh pulang" ucap gio


" Dengan keadaan lu seperti itu" tanya tiara sambil tersenyum


" Emang gue kenapa..Eh Kok gue lupa masih pake handuk..lu sih..tadi ditelpon marah marah mulu jadinya gue lupa kan tadi baru mandi belum ganti baju" ucap gio menyalahkan bela


" Kok gue yang disalahin..lu aja yang ceroboh" ucap bela


Ketika gio akan pergi, suster keluar dari ruangan.


" Apakah ada suami pasien" tanya suster


"Saya sus" jawab gio


Suster itu sempat mengucap istighfar melihat penampilan gio dan menahan senyumnya.


" Maaf pak, Istri anda minta anda menemaninya" ucap suster

__ADS_1


" Tapi saya belum ganti baju, ya sudahlah demi istri dan anak malu malu deh" ucap gio


__ADS_2