
Hari ini adalah pengumuman kelulusan, putra didampingi oleh papi Danu.
Tiara masih menunggu di dalam mobil, ia enggan turun karena yang berangkat cuma kelas 12.
" Selamat ya bro, dapat nilai tertinggi" ucap anton sambil mendekap sahabatnya
" Eh, lu pada mau lanjut kuliah dimana" tanya gio
" Kalau gue seperti rencana awal mau lanjut di Jogja" Jawab anton
" Kalau lu put"
" Gue kayaknya di Jakarta aja"
" Cielah yang ga mau jauh jauh dari bini" ledek anton kelepasan kalau masih ada gio disitu
" Bini, emang putra udah nikah" tanya gio penasaran
" Eh maksud gue calon bini" jawab anton gugup
" Calon..emang lu udah tunangan put"
Terpaksa putra mengangguk dan tersenyum.
" Wah wah, gini ya maen rahasiaan sama gue..emang siapa sih tunangan lu" gio menatap putra penuh selidik
" Lu kenal kok" jawab putra
" Gue kenal, sekolah disini" tanyanya
Putra mengangguk.
" Dea" tebak gio
__ADS_1
Putra menggeleng.
" Kalau bukan dea siapa, ih jangan bikin gue penasaran dong" ucap gio
" Awas jangan bunuh diri kalau lu denger siapa calon bininya putra" ucap anton
" Gue bunuh diri, jangan jangan "
" Eh gue pulang dulu ya, kasihan tu calon bini gue nungguin" ucap putra dan meninggalkan anton dan gio yang masih melongo
" Bro, lu masih utang penjelasan sama gue" teriak gio
Putra mengacungkan jempolnya.
Tok tok
" Eh udahan acaranya" tanya tiara suaminya masuk kedalam mobil
" Papi tadi pergi sama pak agus ke perusahaan katanya ada rapat penting" jawab tiara
" Gimana yang hasilnya" Tiara menatap suaminya
Sekilas putra melirik tiara " Hasil apa yang" putra balik bertanya
" Ya hasil ujianya lah yang..emang hasil apa lagi" kesel tiara
" Oh.."
" Kok cuma oh, lulus enggak yang..ih kamu bikin aku kepo deh"
" Ya lagian kamu itu ya yang masa iya suaminmu yang pinter ini ga lulus, apa kata dunia" putra masih fokus nyetir
" Sombong"
__ADS_1
" Bukanya sombong, ini fakta lho yang"
" Iya iya..eh ni kita mau kemana" Tanya tiara setelah melihat bukan arah jalan pulang
" Aku mau nagih janji kamu yang, katanya kalau aku juara satu aku boleh minta sesuatu sama kamu" Ucap putra mengangkat alisnya
" Emang mas mau minta apa sama aku, jangan aneh aneh ya" curiga melihat gelagak suaminya
" Kamu nurut aja, ntar juga tahu" ucap putra dan tiara merasa jantungnya berdetak lebih kencang saat mobilnya sampai di Villa dimana mereka sempat berlibur disana
" Yo turun, kamu mau dimobil saja" Ucap putra menyadarkan tiara dari lamunanya
" Eh kok kesini mas, aku kan ga bawa baju ganti buat kita" ucap tiara
"Tenang saja yang..mas udah siapin semuanya tuh di koper" putra menunjuk koper yang sudah dibawa oleh bibi
" Ih mas udah nyiapin semuanya sejak kapan, kok aku gak tahu" tiara merangkul tangan suami nya, mereka melangkah masuk kedalam villa
" Udah ga usah dipikirin mas kapan nyiapinya yang penting mas mau kita berdua melewati waktu senggang ini dengan baik sebelum mas sibuk mengurus pendaftaran masuk kuliah nanti" putra mencium pipi istrinya
" Tapi seminggu lagi kan aku nerima raport"
" Masih seminggu kan yang..ntar aku deh yang ngambil rapot kamu"
" Wah ntar sekolah gempar yang..kalau kamu yang ngambil rapot aku"
" Biar aja biar mereka tahu kalau kamu itu milik mas" Putra mencubit hidung istrinya gemas
" Ih ntar hidung aku makin mancung kaya Pinokio kalau setiap hari dicubitin sama mas mulu" kesel tiara
Putra tertawa mendengar ucapan istrinya tadi.
"
__ADS_1