
Sementara itu di tempat lain. Seorang wanita muda tengah berjuang antara hidup dan mati di sebuah rumah sakit di Jakarta. Wanita itu baru saja tertabrak sebuah mobil yang dikendarai oleh seorang pria bernama Yudha. Salah satu aktor terkenal yang membintangi banyak film dan sinetron. Yudha segera membawa gadis itu ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Kondisi wanita itu cukup parah dan Yudha pun berharap wanita yang diketahui bernama Dinda Puspita itu bisa selamat. Yudha mengetahui identitas sang wanita dari tanda pengenal yang ia dapatkan dari tas wanita itu yang pada akhirnya pihak rumah sakit memberi tahukan kepada pihak keluarga korban.
Sedangkan di sisi lain, Pak Dedi dan Bu Lili terlihat lemas setelah mendapatkan kabar jika putri mereka mengalami kecelakaan maut yang mengharuskan Dinda dirawat intensif di rumah sakit.
"Bagaimana ini, Yah? Apa kita harus beri tahukan kepada Putri jika Dinda di rumah sakit?" tanya Bu Lili yang terlihat sangat panik mendengar kabar duka itu.
"Jangan, Bu! Sebaiknya kita tidak memberi tahukan ini kepada Putri apalagi kepada Rama. Biarkan mereka menjalani kehidupan rumah tangga mereka dengan baik. Ayah tidak ingin hanya karena ada kabar dari Dinda, hubungan mereka menjadi renggang. Ibu tahu sendiri jika Nak Rama akan menceraikan Putri jika Dinda sudah pulang dan ayah tidak menginginkan itu terjadi," balas Pak Dedi.
"Ayah benar, mungkin sebaiknya kita tidak perlu memberi tahukan kepada mereka. Ibu juga berharap pernikahan Nak Rama dan Putri bisa langgeng, biarkan nanti Dinda mencari sendiri pengganti Nak Rama. Karena bagaimanapun juga Dinda sudah meninggalkan calon suaminya, mau tidak mau Dinda harus terima," balas Bu Lili.
Hari itu juga, Pak Dedi dan Bu Lili segera berangkat ke ibukota untuk melihat kondisi putri pertama mereka, Dinda. Yang saat itu berjuang dengan berbagai peralatan medis yang terpasang pada tubuhnya.
Sementara itu di sisi lain. Setelah huru-hara itu terjadi. Kini, Putri harus menyelesaikan sekolahnya lewat home schooling sesuai saran dari kepala sekolah. Dan hari itu juga, terakhir Putri hadir di sekolah sebelum akhirnya ia belajar di rumah sampai waktunya ujian Nasional nanti yang tinggal empat bulan.
Putri pulang bersama Rama. Tentu saja sebelum Putri pulang, ia pamit dulu kepada teman-teman sekelasnya, kepada Ririn dan yang lainnya.
"Aku pamit sama kalian, aku minta maaf jika selama ini aku menyembunyikan pernikahan ini. Aku berharap kalian bisa mengerti," seru Putri kepada semuanya didampingi oleh sang suami tentunya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Put. Kita mengerti kok, by the way selamat untuk pak Rama dan kamu Put. Kita sih cuma berdoa yang terbaik saja. Kita juga nggak pernah nyangka kalau kamu dinikahi oleh pak Rama. Semoga saja pak Rama bisa sabar momong kamu ya Put!" seru Ririn yang ikut bahagia mendengar jika Putri sudah menjadi istri guru killer mereka.
"Hehehe, iya." Putri tampak tersipu malu. Karena biasanya Putri selalu kesal bila Rama masuk ke dalam kelas, karena Putri selalu gagal mengerjakan tugas matematika.
Rama pun ikut tersenyum dan berkata. "Kalian semua tidak perlu cemas. Guru killer kalian sudah mendapatkan pawangnya. Jadi, mungkin sekarang Bapak tidak akan seperti dulu lagi," sahut Rama yang membuat siswa-siswanya tertawa.
Di saat yang bersamaan, Alex cowok yang pernah menembak Putri, akhirnya minta maaf kepada Rama karena sudah berani mendekati Putri yang nyatanya dia adalah istri gurunya sendiri.
"Pak Rama, Putri. Saya minta maaf yang sebesar-besarnya terutama kepada pak Rama. Saya minta maaf jika sudah pergi mencoba menembak Putri. Sungguh saya tidak tahu jika Putri sudah menikah." Alex tidak berani menatap wajah Putri dan Rama. Ia pun terlihat sangat malu karena sudah berani menyatakan cinta kepada istri sang guru.
Rama tersenyum dan menepuk pundak Alex. "Bapak mengerti, itu juga imbas dari pernikahan rahasia ini. Tentu saja kamu pasti menganggap Putri adalah gadis yang masih sekolah. Padahal di rumah dia adalah istriku. Bukankah aku sudah pernah bilang jika Putri sudah memiliki pacar?" tanya Rama.
"Iya, saya ingat, dan ternyata pacarnya itu adalah Pak Rama.Tapi meskipun begitu, saya salut dengan Putri. Dia tidak pernah menghiraukan saya, Pak. Dia pun tidak pernah menganggap saya lebih. Dia hanya menganggap saya sebagai cowok keren saja, cukup mengagumi tapi tidak untuk memiliki. Dan ternyata saya yang salah, apa yang dilakukan Putri itu sangat benar. Dia sangat menghormati pernikahannya. Sungguh beruntung pak Rama mendapatkan istri seperti Putri," sahut Alex malu.
"Cie ce ... pak Rama dan Putri. Kalian tuh sebenarnya udah saling jatuh cinta kan? Kelihatan banget dari mukanya yang sama-sama malu. Cie ... Putri yang dulu suka nyakar seperti kucing, sekarang kucingnya pasti malu-malu meong bersembunyi di balik ketek pak Rama ... eh uppss!!" celetuk Ririn sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan.
Rama dan Putri pun saling melirik dan saling melempar senyuman. Mereka tidak menyangka banyak yang mendoakan pernikahan mereka bahagia. Semua teman-teman Putri sangat mendukung pernikahan teman mereka itu.
Hanya ada satu orang saja yang masih kesal dengan berita pernikahan Rama dan Putri. Iya, dia adalah Bu Andin. Wanita itu masih penasaran bagaimana nasib Dinda yang gagal menikah dengan Rama.
__ADS_1
Jam pulang sekolah sudah tiba. Rama dan Putri pulang bersama. Tentunya mereka sudah tidak canggung lagi untuk terlihat berdua. Putri juga tidak malu lagi saat naik motor bersama sang suami. Mereka berdua terlihat mesra dan sesekali tertawa kecil. Entah apa yang sedang mereka bicarakan, nyatanya Putri terlihat malu-malu ketika Rama menoleh ke samping.
Di balik kemesraan mereka. Ada sepasang mata yang memperhatikan mereka penuh dendam. Iya, dia adalah Bu Andin. Wanita itu sangat dibuat malu karena sudah menuduh Rama dan Putri berselingkuh, dan kenyataan sangat membuat wanita itu shok karena ternyata Rama dan Putri adalah pasangan halal.
"Kalian berdua boleh tertawa hari ini. Tapi, kita lihat saja nanti, aku ingin melihat kalian menangis karena sudah membuatku malu," batin Bu Andin yang saat itu berada di belakang motor Rama.
Putri tanpa sengaja menoleh ke belakang. Dilihatnya mobil Bu Andin yang sedang melaju ke belakangnya.
Bukannya takut dan sungkan, Putri pun semakin erat melingkarkan tangannya pada pinggang sang suami, seolah Putri sedang mengejek Bu Andin. Tentu saja Rama semakin suka. Tiba-tiba lampu merah menyala. Rama terpaksa berhenti dan mobil Bu Andin pun ikut berhenti karena berada tepat di belakang motor Rama.
"Brengsek! Aku tidak suka pemandangan ini. Ck! Pakai lampu merah segala lagi!" umpat Bu Andin saat melihat di depan matanya Putri yang semakin menunjukkan kemesraannya.
Di saat itu, Rama pun menurunkan satu tangannya yang sebelah kiri dan mengelus-elus kaki sang istri sembari menunggu lampu hijau menyala. Tentunya pemandangan itu tak luput dari perhatian Bu Andin. Wanita itu pun semakin geram dan semakin panas.
"Sayang!!" panggil Rama.
"Hmmm ... apa?" balas Putri.
"I love you!!" ucap Rama spontan sambil terus mengelus kaki sang istri, tak perduli ada orang yang melihatnya. Nyatanya kedua pasangan yang dimabuk cinta itu selalu terlihat mesra.
__ADS_1
"Apaan sih, gombal banget pak Rama!!" sahut Putri sambil menyandarkan kepalanya pada pundak suaminya.
...BERSAMBUNG ...