
Dinda mendengar suara keributan dari luar. Baru saja ia hendak pergi ke kamarnya, Dinda dikejutkan dengan kedatangan seorang perempuan yang tentunya tidak ia kenal sedang berteriak memanggil dirinya.
"Ada siapa di luar? Kenapa dia memanggil namaku," pikir Dinda penasaran. Akhirnya, Dinda memutuskan untuk melihat siapa perempuan yang datang ke apartemennya. Masih dengan berpura-pura buta, Dinda keluar dan bertanya kepada Zora yang saat itu sudah berdiri sambil menatap Dinda dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Maaf, Anda siapa ya? Ada perlu apa dengan saya?" seru Dinda yang tentunya membuat Zora menaikkan kedua alisnya.
"Oh ... jadi ini wanita itu. Ck! Rendahan sekali selera Yudha. Menikahi perempuan buta seperti kamu!" batin Zora sambil tersenyum smirk.
Dinda masih terdiam. Ia pun memperhatikan Zora meskipun ia harus berpura-pura buta. "Siapa wanita ini? Apa jangan-jangan wanita ini yang bernama Zora?" tanyanya dalam hati.
Bi Surti pun langsung menyuruh Zora untuk pergi. Karena bagaimanapun juga Yudha memerintahkan Bi Surti untuk tidak menerima tamu bernama Zora.
"Maaf Non Zora, sebaiknya Anda pergi saja dari sini!" seru Bi Surti sambil menyuruh Zora untuk pergi.
"Bibi berani mengusir saya dari sini? Oh tidak semudah itu bibi melakukannya. Saya masih ingin bicara dengan perempuan itu! Karena gara-gara perempuan itu hubunganku dengan Yudha menjadi kandas. Dia itu adalah pelakor!!" ucap Zora sambil menunjuk ke arah Dinda.
"Saya mohon Nona, sudah cukup! Bu Dinda tidak seperti yang Anda tuduhkan, mereka berdua sudah menikah dan saling mencintai dan harusnya Anda bisa terima kenyataan jika pak Yudha tidak mencintai Anda lagi," ucap Bi Surti yang tahu betul bagaimana sifat Yudha. Pasti ada alasan tersendiri dibalik putusnya hubungan Zora dan Yudha.
"Bibi ini kenapa sih selalu saja membela Yudha. Aku tahu jika bibi tidak pernah setuju kan jika Yudha berhubungan denganku? Aku tahu itu. Memangnya Bi Surti ini siapa sih. Bi Surti ini bukan ibunya Yudha dan Bi Surti juga bukan siapa-siapanya Yudha. Sok banget mencampuri urusan orang. Heran nih perempuan tua!" umpat Zora.
__ADS_1
Mendengar umpatan Zora. Tentu saja Dinda tidak terima. Ia pun langsung menjawab ucapan Zora yang terkesan begitu sombong dan angkuh.
"Cukup Mbak! Saya tidak mengenal Anda sebelumnya. Tapi saya dengar jika nama Mbak adalah Zora, dan Zora itu adalah mantan kekasih Mas Yudha. Sekarang saya tahu kenapa Mas Yudha meninggalkan Anda begitu saja. Pria mana yang mau hidup dengan perempuan sombong dan tidak punya rasa hormat kepada orang tua. Dan jika Anda menuduh saya sebagai pelakor. Sebaiknya Anda introspeksi diri sebelum memberikan predikat itu kepada saya. Jika saya sebagai Mas Yudha, mungkin saya juga akan bersikap sama, meninggalkan perempuan yang tidak punya sopan santun, tidak punya adab dan etika kepada orang yang lebih tua. Ngaca dulu sebelum bicara!"
Rupanya celotehan Dinda seketika membuat Zora geram. Wanita itu berusaha untuk menyerang Dinda. Namun, Dinda bisa menghindarinya dengan mudah karena Dinda memang sudah bisa melihat. Zora pikir Dinda bisa dikerjai dan diganggu. Ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Zora yang hendak menampar pipi Dinda. Tiba-tiba saja tangan Dinda menahan tangan Zora.
"Jika sudah kalah omongan. Sebaiknya tanganmu diam saja. Dasar wanita lemah!" ucap Dinda seolah dirinya sedang menatap kedua mata Zora yang dipenuhi oleh cemburu dan amarah.
Tentu saja Zora sangat terkejut. Bagaimana bisa Dinda tahu jika dirinya ingin menampar dirinya. Sementara ia tahu jika Dinda buta. Tangan Dinda dengan kuat mencengkram erat tangan Zora lalu menarik tangan Zora dan menyeretnya hingga wanita itu mengikuti kepergian Dinda.
Bukan saja Zora yang terkejut. Bi Surti pun ikut melongo bagaimana bisa Dinda menyeret tangan Zora dengan mudah, seolah Dinda tidaklah buta.
"Bu Dinda! Apa jangan-jangan Bu Dinda sudah bisa melihat?" batin Bi Surti saat melihat bagaimana sikap Dinda kepada Zora. Antara senang dan terkejut, Bi Surti seakan tak percaya melihat jika Dinda begitu mudah mengusir Zora dari apartemen.
Sesampainya di depan pintu, Dinda mendorong tubuh Zora hingga gadis itu hampir saja tersungkur.
"Pergi kamu dari sini! Dan jangan pernah kembali lagi. Mas Yudha sudah hidup bahagia bersamaku. Jadi, biarkan kami hidup bahagia!" ucap Dinda sambil menunjuk ke wajah Zora. Setelah itu Dinda hendak menutup pintu apartemen itu. Namun celotehan Zora masih saja memaksa Dinda untuk mendengarnya.
__ADS_1
"Brengsek kamu Dinda! Berani kamu melakukan ini padaku. Lihat saja! Aku tidak akan pernah membiarkan hidup kalian bahagia. Tunggu saja pembalasanku! Dan asal kamu tahu saja, sebenarnya orang yang sudah membuatmu buta adalah Yudha. Dia tuh tidak mencintaimu bodoh! Dia menikah denganmu hanya merasa kasihan terhadap gadis yang buta sepertimu. Hah! Bagaimana, sekarang kamu tahu, kan!" seru Zora dengan kesalnya ia memberi tahukan rahasia bahwa Yudha lah yang sudah menabrak dirinya. Tentu saja Dinda sangat terkejut dan tidak percaya dengan ucapan Zora.
"Jangan berusaha mempengaruhiku! Mas Yudha tidak mungkin melakukan itu!" sahut Dinda yang mulai berkaca-kaca.
"Terserah kamu mau percaya atau tidak. Yang jelas aku sudah mengatakan yang sebenarnya bahwa Yudha adalah orang yang sudah menabrakmu dan menyebabkan kamu mengalami kebutaan. Cihhh! Jadi, nggak usah sok-sokan dicintai oleh Yudha. Karena Yudha itu tidak akan mencintai wanita sembarangan seperti kamu. Dia itu hanya kasihan, ngerti ngga sih!" ucap Zora dengan nada sinis.
"Nggak mungkin, Mas Yudha tidak mungkin melakukan hal seperti itu. Pergi kamu dari sini!" Dinda justru mengusir Zora untuk segera pergi dari apartemennya. Setelah itu Dinda menutup pintu apartemen dengan sedikit keras.
"Enak saja dia mengusirku! Hmm kita lihat saja nanti setelah kamu tahu semuanya. Apa kamu masih ingin bertahan dengan pria pembohong seperti Yudha? Ck ck ck kasihan sekali kamu Dinda!!" ucap Zora sembari tersenyum jahat. Wanita itu akhirnya lega bisa mengatakan tentang apa yang sudah dilakukan oleh Yudha kepada Dinda.
Sementara itu di dalam apartemen, Bi Surti memeluk Dinda begitu saja. Karena Bi Surti merasa jika Dinda sudah bisa melihat. Namun, Dinda terlihat bersedih dengan apa yang sudah dikatakan oleh Zora kepadanya.
"Alhamdulillah Bu, akhirnya Bu Dinda bisa melihat juga. Bibi sangat senang melihatnya. Tapi kenapa Bu Dinda menangis?" tanya Bi Surti saat melihat air mata di mata di mata Dinda.
"Entahlah, Bi. Apa benar yang dikatakan oleh Zora jika Mas Yudha lah yang sudah menabrakku sampai aku buta," balas Dinda.
"Apa yang dikatakan oleh wanita itu sebaiknya Bu Dinda jangan percaya begitu saja, dia itu wanita jahat. Pak Yudha benar-benar mencintai Anda, Bu! Apalagi sekarang Bu Dinda sudah bisa melihat. Pak Yudha pasti sangat senang mendengarnya," seru Bi Surti yang berusaha untuk menenangkan Dinda.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1