
Pak Dedi dan Bu Lili terkejut melihat kedatangan putri kedua mereka. Putri dan Rama berdiri di depan pintu dengan wajah yang tersenyum bahagia.
"Assalamualaikum, Ayah, Ibu!" sapa Putri kepada kedua orang tuanya yang saat itu sedang duduk-duduk di kursi depan.
"Waalaikum salam, Putri!" sahut bu Lili yang langsung beranjak dari tempat duduknya. Wanita itu langsung menghampiri Putri dan Rama.
Putri langsung mencium tangan sang ibu lantas memeluknya. Begitu juga dengan Rama, ia mencium tangan ayah mertuanya.
"Tumben kamu datang ke rumah. Ibu sangat senang sekali!" ucap bu Lili.
"Putri kangen kalian semua. Oh iya, mana Kak Dinda? Katanya dia sudah pulang!" tanya Putri sambil melihat ke arah dalam rumah.
Benar saja, datang seorang wanita yang dulu pernah menjalin hubungan dengan Rama. Iya, Dinda berlari kecil saat mendengar suara adiknya datang.
"Putri adikku!" seru Dinda yang tidak bisa membendung air matanya.
"Kakak!!!"
Kedua putri pak Dedi dan bu Lili itu saling melepaskan rindu. Hampir 2 bulan mereka tidak bertemu, akhirnya keduanya bisa bertemu lagi dalam suasana haru.
Dinda menangkup wajah adiknya yang kelihatan berbeda. "Hai sekarang kamu makin gemoy aja. Makin cantik!" ucap Dinda sambil menepuk-nepuk pipi adiknya. Putri tersenyum sambil menangis.
"Kenapa kakak harus pergi sih!" sahut Putri.
"Kalau aku nggak pergi. Mana mungkin kamu bisa menikah dengan Rama. Iya kan, Ram?" seru Dinda sambil tersenyum kepada Rama yang kini berstatus sebagai adik iparnya.
__ADS_1
Rama pun tampak tersipu malu. Karena nyatanya ia sudah jatuh cinta kepada adik mantan kekasihnya itu.
"Iya kamu benar. Aku bersyukur karena kamu sudah memberiku kesempatan untuk mendekati adikmu. Apa kabar kamu, Din?" seru Rama sambil merangkul pundak istrinya.
Dinda pun kembali berdiri di samping suaminya dan berkata. "Aku baik-baik saja. Oh ya kenalkan, ini Mas Yudha, dia suamiku!" ucap Dinda memperkenalkan Yudha kepada Rama.
Rama dan Yudha pun saling bersalaman. Kedua menantu pak Dedi dan bu Lili itu memang sama-sama memiliki wajah yang tampan. Sangat beruntung kedua putri mereka bersuamikan pria-pria yang sangat mencintai putri mereka. Apalagi Rama dan Yudha termasuk pria dengan berjuta pesona.
Pertemuan itu benar-benar sangat membahagiakan keluarga itu. Apalagi saat Putri mengatakan kepada kedua orang tuanya jika sekarang dirinya sedang mengandung anak kembar.
"Kamu hamil bayi kembar?" sahut pak Dedi tak percaya. Putri pun mengangguk dengan Cepat.
"Alhamdulillah ya Allah! Kita akan punya cucu kembar, Bu." seru pak Dedi yang terlihat begitu bahagia.
Dinda dan Yudha terlihat bahagia dengan kehamilan adik mereka. "Selamat untuk kalian berdua. Waahh nggak nyangka ya, cepat sekali Putri hamil. Aku pikir kalian akan musuhan lama," seru Dinda yang sudah tahu bagaimana hubungan buruk Putri dan Rama dulu.
Mendengar ucapan dari Dinda. Pak Dedi pun menyahuti. "Ayah sih nggak percaya mereka bakal musuhan lama. Emangnya bisa tahan godaannya."
Semuanya melongo mendengar ucapan pak Dedi, tak terkecuali istrinya. "Apanya yang tak tahan godaan, Yah?" sahut bu Lili.
Pak Dedi terhenyak sambil garuk-garuk tengkuknya. "Ya, itu. Kayak ibu dulu juga gitu, kan! Katanya ogah deket-deket ayah yang katanya jarang mandi. Eh nggak tahunya setelah ayah berubah menjadi tukang tusuk sate. Ibu jadi klepek-klepek dan nggak mau berhenti minta ditusuk!"
Seketika bu Lili menutup mulut suaminya sambil cengar-cengir melihat ke arah anak dan menantunya.
"Ssssttt Ayah diem! Malu didengar mereka semua!" ucap bu Lili sambil melotot ke arah sang suami.
__ADS_1
Benar saja, Putri dan Rama pun saling tertawa. Begitu juga dengan Dinda dan Yudha juga sama-sama tertawa.
Suasana pun kian hangat, para lelaki rupanya juga memiliki hobi yang sama yaitu memancing. Kebetulan di belakang rumah ada empang yang berisi ikan lele. Pak Dedi mengajak kedua menantunya untuk memancing ikan lele dan memasaknya bersama.
Sedangkan bu Lili mengajak kedua putrinya untuk membuat ramuan tradisional peninggalan nenek moyang. Ramuan resep rahasia turun temurun dari keluarga.
Putri melihat banyak sekali bahan herbal dan tanaman obat yang dipetik dari pekarangan rumah. Sambil memperhatikan para suami yang sedang memancing bersama sang ayah.
Dinda dan Putri terlihat membantu sang ibu untuk membawa bahan-bahan yang akan dibuat ramuan tradisional. Tentu saja keduanya tak luput dari perhatian Rama dan Yudha.
Rama memperhatikan istrinya juga Yudha memperhatikan Dinda. Mereka tampak sedang saling memandang seakan-akan mereka seperti pasangan yang sedang berpacaran.
"Cantik sekali istriku!" seru Rama yang duduk di samping Yudha. Tak mau kalah, Yudha pun memuji kecantikan istrinya di depan Rama. "Istriku bukan hanya cantik, tapi dia pandai sekali menggoyang!"
Mendengar ucapan dari Yudha. Rama pun tak ingin kalah. "Istriku setiap malam selalu membuatku tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dia selalu menghangatkan tubuhku dengan jepitannya,"
Kedua pria itu saling memuji istrinya masing-masing. Tanpa sadar obrolan mereka terdengar di telinga ayah mertua. Pak Dedi dibuat garuk-garuk kepalanya mendengar kedua menantunya yang sedang memuji kedua putrinya.
Tak ingin kalah dengan kedua menantunya. Pak Edi pun menyahut. "Istri ayah juga ada sangat pandai di atas ranjang. Bukan cuma menggoyang dan menjepit. Dia juga pandai salto dan jungkir balik!" sahut pak Dedi yang seketika membuat Rama dan Yudha terkagum-kagum.
"Waahh hebat sekali ya ibu. Ayah sangat beruntung punya istri sekuat Ibu!" puji Rama yang diiyakan oleh Yudha.
"Yaa kalian belum tahu saja, jika ibu mertua kalian tuh mantan atlet pencak silat. Sedikit saja Ayah gangguin dia tidur. Waahh dia bisa mencak-mencak, menggoyang ranjang, menjepit ayah dengan tangannya, pokonya ibu kalian itu sangat limited edition!" ungkap pak Dedi yang sontak membuat Rama dan Yudha tertawa cekikikan.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1