
Di saat para warga sibuk mendemo Yudha yang disangka pacar Dinda. Kedua sejoli itu justru sedang asik berdayung sampan. Mengarungi luasnya samudra percintaan.
Kedua tangan Dinda berpegangan erat pada dinding kamar mandi dengan posisi Yudha yang berada di belakangnya, menciumi tengkuk hingga punggung Dinda. Dengan diiringi gerakan lincah pinggulnya.
"Mas ...." suara desisan Dinda selalu menjadi penambah gairah dan semangat Yudha. Itu artinya Dinda secara tidak langsung sudah memaafkan dirinya. Pria itu semakin mempercepat tempo gerakan sehingga membuat Dinda tidak bisa berkata-kata lagi.
Setelah beberapa saat, pada akhirnya kedua insan itu berada pada titik puncak percintaan. Yudha lemas dengan menyandarkan kepalanya pada punggung sang istri. Sedangkan Dinda pun tampak menempelkan tubuhnya pada dinding kamar mandi. Menikmati sisa-sisa denyutan kenikmatan yang masih membuat sekujur tubuh keringatan.
Setelah si ular kadut selesai menyemburkan bisanya, kemudian ia mulai keluar dari sarangnya dan mulai melemas. Dinda perlahan membalikkan badan dan melihat sang suami yang sedang tersenyum kepadanya disertai keringat yang membasahi wajah tampan Yudha.
"Apa kamu sudah memaafkan aku?" seru Yudha sambil melingkarkan tangannya pada pinggang sang istri. Dinda tampak tersenyum malu-malu sambil memalingkan wajahnya. Yudha tersenyum dan ia tahu pasti Dinda sudah memaafkannya.
"Tatap mataku!" sahut Yudha sembari menangkup wajah istrinya. Dinda tidak bisa berpaling lagi dan ia terpaksa menatap kedua bola mata sang suami.
Yudha begitu bahagia saat Dinda menatap dirinya. Selama ini ia belum pernah menatap bola mata sang istri dengan seperti itu. Namun sekarang, seakan ia menemukan kehidupan baru bersama wanita yang dicintainya.
"Aku mencintaimu, Dinda! Aku tidak ingin berpisah denganmu lagi. Tolong, jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku. Pulanglah bersamaku. Aku bisa gila jika kamu jauh dariku, plis berjanjilah padaku!" ucap pria itu dengan mata yang berkaca-kaca.
Melihat kesungguhan sang suami. Dinda pun luluh. Karena dirinya juga sangat mencintai Yudha.
"Aku tidak mau kembali ke kota, Mas. Aku ingin tinggal di sini bersama orang-orang yang aku sayangi, ayah dan ibu juga Putri. Jika kamu keberatan, kamu bisa meninggalkan aku. Karena aku tidak mau bertemu lagi dengan mantan pacar kamu," ucap Dinda.
"Zoya maksudmu? Aku dan dia sudah tidak ada hubungan apa-apa. Kamu tidak perlu khawatir jika aku akan tertarik lagi dengannya. Karena aku sudah menemukan wanita yang akan menjadi istri dan ibu dari anak-anakku kelak. Yaitu kamu, Sayang! Jika itu maumu. Aku tidak akan kembali lagi ke kota. Aku akan tinggal di sini bersamamu dan selamanya akan seperti itu!" balas Yudha sembari mengecup bibir sang istri.
__ADS_1
Di saat yang bersamaan. Dinda dan Yudha merasa mendengar suara orang ramai-ramai di depan rumahnya. Mereka pun melepaskan ciuman itu dan saling menatap.
"Sepertinya ada rame-rame di luar? Ada apa ya, Mas?"
"Entahlah, seperti suara warga yang sedang berdemo!" sahut Yudha menduga.
Akhirnya mereka segera membersihkan diri masing-masing sebelum keluar dari kamar mandi.
*
*
*
Sementara di luar, Bu Lili dan pak Dedi pun menyangkal secara terang-terangan. Bahwa tidak ada orang asing yang datang ke rumah mereka. Bagaimana bisa para warga menuduh menantunya sebagai orang asing.
"Pak Dedi tidak usah bohong! Saya dan Bu Mail melihatnya sendiri. Jika laki-laki itu sedang mencari Dinda. Untuk apa seorang laki-laki mencari Dinda jika itu bukan pacarnya! Dihh minggat ngga bilang-bilang. Giliran pulang ternyata membawa pria asing. Pasti ada hubungan serius tuh sampai artis Yudha datang mencari Dinda, iya nggak Bu!" Bu Rojak berkata sinis di depan semua tetangganya yang ikut dalam penggerebekan itu.
"Bu Rojak betul, pasti mereka ada hubungan apa-apa. Saya sangat yakin sekali pasti mereka sudah berhubungan jauh. Tau sendiri kan kehidupan artis seperti Yudha itu sangat bebas. Jadi, saya sangat yakin jika Dinda pasti sudah terjebak dalam pergaulan bebas. Pasti itu!" sambung Bu Mail.
Pak Dedi dan Bu Lili tentu saja tidak terima dengan fitnah dituduhkan oleh para warga.
"Cukup ibu-ibu. Anak saya tidak seperti yang kalian tuduhkan! Dinda itu gadis baik-baik!" sahut Bu Lili dengan kesal.
__ADS_1
"Oh ya! Gadis baik-baik! Kalau Dinda itu gadis baik-baik. Untuk apa dia lari dari pernikahannya dan malah kabur untuk menjadi seorang artis. Sekarang setelah kepergiannya, Dinda pulang begitu saja. Lucunya, jadi artis aja enggak eh malah bawa pacar ke rumah. Duh duh duh miris sekali hidup gadis itu!!" ucap Bu Rojak yang sedari tadi selalu julid kepada Dinda.
Tiba-tiba saja keluar dari pintu rumah Dinda dan Yudha yang terlihat segar karena mereka baru saja keluar dari kamar mandi.
Semua warga terkejut tak terkecuali kedua wanita itu. Bu Rojak dan Bu Mail tampak melototkan matanya saat melihat sosok Yudha yang terlihat rambutnya basah. Begitu juga dengan Dinda yang juga baru saja keramas.
"Wow wow ini benar-benar pemandangan yang menakjubkan. Astaga, coba kalian semua lihat! Mereka berdua berani sekali berdiri di depan kita dengan menunjukkan rambut mereka yang basah. Hmm pasti mereka berdua baru saja melakukan hubungan terlarang! Ihhh menjijikkan!" ucap Bu Rojak dengan tatapan sinisnya.
Mendengar itu, Dinda pun menghampiri Bu Rojak dan semua orang yang telah ramai-ramai datang ke rumahnya. Sambil didampingi oleh Yudha selalu.
"Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian yang saya hormati. Hari ini masih pagi loh, apa kalian tidak pergi ke sawah? Apa kalian tidak bekerja! Malah sibuk datang ramai-ramai di sini. Apa yang saya lakukan sehingga membuat kalian semua berbondong-bondong datang ke rumah kami!!" seru Dinda dengan tegas.
"Eh Dinda! Kamu itu ternyata gadis yang tak tahu diri ya! Kamu mau membuat nama kampung kita ini tercemar gara-gara kamu memasukkan laki-laki yang bukan muhrim! Kamu tahu sendiri untuk tinggal di kampung ini, setiap tamu harus jelas dan minta izin dulu ke RT. Bukan main nyelonong aja!" sahut Bu Mail sambil berkacak pinggang.
Dinda pun tertawa geli mendengar ucapan dari ibu-ibu tetangganya.
"Oh jadi itu sebabnya kalian datang ramai-ramai ke rumah kami? Hanya karena kalian menuduh saya bahwa pria ini adalah pacar saya dan saya telah berbuat mesum, seperti itu!!" sahut Dinda yang seketika membuat para warga mulai berpikir. Bagaimana bisa Dinda dan keluarganya begitu tenang menghadapi gertakan dari para warga.
Pak RT pun menjelaskan perihal para warga datang ke rumahnya. Mendengar cerita dari pak RT, Dinda dan keluarganya hanya bisa tersenyum. Mungkin ini adalah resiko jika pernikahan mereka belum diumumkan kepada semua orang.
Yudha pun tidak ingin tinggal diam. Ia pun membantu keluarga sang istri untuk menjelaskan bahwa mereka adalah pasangan suami istri yang sah.
"Mohon perhatiannya sebentar untuk bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah datang ke rumah pak Dedi. Izinkan saya, Yudha Permana, untuk menjelaskan tentang kesalahpahaman ini. Sebelumnya saya minta maaf kepada pak RT jika saya tidak izin dulu bertamu ke kampung ini. Saya jauh-jauh datang ke tempat hanya untuk bertemu dengan istri saya, dan Dinda adalah istri saya!" ungkap Yudha dengan melempar senyumnya yang manis pada semua warga.
__ADS_1
Tentu saja pengakuan Yudha sontak membuat Bu Rojak dan Bu Mail menyengir.
...BERSAMBUNG ...