
Pagi itu suasana mesra masih begitu terasa diantara kedua pasangan pengantin baru. Tak ingin membuat istrinya terlalu lelah Yudha pun mengajak sang istri untuk membersihkan diri mereka.
"Kita mandi, yuk!" ajak pria itu sambil menggendong istrinya.
"Mas, aku bisa jalan sendiri," ucap Dinda sambil menatap bola mata Yudha seolah-olah wanita itu benar-benar menatap kedua mata Yudha.
Yudha yang masih menganggap sang istri buta. Ia pun terus menatap bola mata Dinda yang tampak begitu indah. Seolah-olah Dinda tidak sedang menatapnya.
"Mas Yudha ngapain lihat aku kayak gitu? Idih jadi malu, kan!"
Berkata dalam hati sendiri. Dinda berusaha untuk memalingkan wajahnya karena ia tidak kuasa melihat tatapan mata Yudha yang begitu dalam padanya. Hingga akhirnya mereka sampai di bawah shower dan saling memandikan.
Sementara itu di tempat lain. Zora tak sengaja melihat asisten pribadi Yudha yang bernama Eko sedang bersama salah satu rekannya. Rupanya perbincangan mereka membuat Zora penasaran. Wanita itu pura-pura duduk di dekat Eko dan temannya yang sedang berbincang.
"Eh bener nggak sih Yudha itu sudah nikah? Gosip-gosip nya sedang ramai diperbincangkan loh!" seru teman Eko.
"Kali ini kamu jangan bilang siapa-siapa ya! Bos Yudha sebenarnya nggak mau ada yang tahu tentang jati diri wanita itu karena kamu tahu sendiri kan Zora itu masih nggak terima kalau Mas Yudha itu mutusin dia. Takutnya Zora datang dan menyakiti Dinda. Iya, nama wanita itu adalah Dinda dan mereka memang sudah menikah diam-diam," ungkap Eko. Sedangkan Zora masih serius mendengarkan percakapan kedua orang itu dengan kedua tangannya mengepal erat.
"Dinda, hmm nama yang cantik, secantik orangnya. Aku lihat wanita itu emang kalem sih menurutku, dan kayaknya Yudha juga cinta banget sama dia. Jadi wajarlah dia ninggalin Zora. Jika dibandingkan dengan Zora ya ngga ada apa-apanya tuh sama Dinda. Jauh, Zora itu terlalu mengekang sih dan kasar. Namanya cowok pasti nggak suka dikekang, auto lari lah Yudha nya,"
"Bener banget, aku setuju dengan ucapanmu."
Eh tapi yang aku dengar Dinda itu buta ya? Coba perhatikan video mereka! Kayaknya Dinda itu pandangannya kosong dan kayaknya dia nggak merhatiin sekitar. Apa aku yang salah ya?"
Sejenak Eko sang asisten terhenyak. Apa yang dikatakan oleh temannya itu memang benar.
"Hmm kalau itu kamu benar. Dinda, istrinya Bos Yudha memang buta!!"
__ADS_1
Mendengar ucapan dari Eko, seketika Zora membelalakkan matanya. Ternyata wanita pengganti dirinya adalah seorang wanita buta. Ada senyum smirk terukir dari bibir Zora.
"Jadi, wanita itu buta? Astaga, apa yang dipikirkan Yudha, demi wanita buta itu dia tega ninggalin aku? Oh God, benar-benar keterlaluan. Sepertinya aku tahu apa yang harus aku lakukan," pikir Zora dengan senyum jahatnya.
Perbincangan Eko dan temannya itu masih berlanjut. Pagi itu syuting sinetron yang akan diperankan oleh Yudha akan dimulai. Zora kebetulan mendatangi lokasi syuting Yudha untuk minta penjelasan tentang siapa Dinda. Namun, ia tidak menduga jika ia baru saja mengetahui fakta tentang Dinda yang ternyata adalah wanita buta sebelum Yudha datang ke lokasi syuting.
Ditambah lagi, Eko mengatakan jika kebutaan Dinda karena Yudha tak sengaja telah menabrak Dinda sehingga membuat Dinda menjadi buta dan karena itulah Yudha menikahi Dinda karena ingin menebus kesalahannya. Tentu saja Zora dibuat gembira dengan berita itu. Ada harapan dirinya akan membuat Yudha kembali kepadanya. Tentunya ia tidak perlu susah-susah untuk memisahkan mereka. Karena Dinda sendiri yang akan meminta pisah dengan Yudha.
"Weww ini adalah berita yang membahagiakan. Yudha, bagaimanapun caramu menjauh dariku. Aku pastikan kamu akan menyesal. Kamu tidak akan pernah bisa bahagia dengan wanita manapun. Karena kamu hanya milikku," dengan sangat yakin, Zora pasti bisa membuat Yudha dan Dinda berpisah.
*
*
*
Sebelum dirinya berangkat dengan sang suami. Putri tetap menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Mulai dari sarapan hingga perlengkapan Rama, mulai dari seragam batik hingga tas kerja. Putri memeriksa dengan benar agar kejadian kemarin tidak terulang lagi. Yaitu pakaian dalam miliknya yang tertinggal di dalam tas kerja sang suami.
Rama melihat istrinya yang sibuk dengan tas kerjanya.
"Kamu cari apa?" tanya Rama sambil mengancingkan lengan bajunya.
"Bukan apa-apa, aku khawatir saja kamu bawa lagi itu CD. Entar ketahuan anak-anak. Kan malu!" balas Putri sambil memastikan tas Rama aman.
Rama tertawa kecil dan menarik pinggang istrinya. "Iya aku minta maaf, aku juga nggak tahu jika benda itu masuk ke dalam tas. Lagi pula hari ini kamu akan kembali ke sekolah. Rasanya aku sudah tidak perlu lagi bawa CD kamu ke sekolah. Karena pemilik CD itu udah ada di depan mata," ucap Rama sambil menyelipkan rambut Putri di belakang telinga.
Putri pun tertunduk malu sambil merapikan kerah baju suaminya.
__ADS_1
"Apa pak Rama nanti akan tetap menjadi guru killer di kelas? Rasanya aku nggak tahan deh jika kamu mengajar dengan wajah menakutkan seperti biasanya, aku takut!" seru Putri.
"Aku akan tetap menjadi guru killer untuk siswa yang malas. Tak perduli itu istriku sendiri, aku tidak akan pilih kasih. Karena di kelas kita adalah guru dan murid," jawab Rama.
"Aduhhh, aku ini malas loh, Mas. Paling malas tuh pelajaran matematika. Bikin kepala botak aja!" sahut Putri.
"Nggak usah bicarakan tentang kepala botak. Bukannya kamu sangat suka dengan yang botak?" celetuk Rama yang seketika membuat Putri berpikir ke arah sana.
"Idih pak Rama sumpah ding mesum beud. Udah ah kita berangkat yuk! Entar telat nggak enak masa pertama datang ke sekolah aku harus telat sih, aku kan siswa yang paling rajin dan yang paling caem. Hmm pasti teman-teman sangat terkejut melihat aku kembali ke sekolah, aku sudah nggak sabar ingin bertemu dengan mereka!" Putri tampak begitu senang dan segera mengambil tas sekolah miliknya. Namun, tangannya ditahan oleh sang suami.
Putri menoleh ke belakang dan berkata kepada sang suami. "Apa lagi, Mas?"
"Sun dulu dong! Pastinya nanti di sekolah kamu akan cuek denganku. Pasti kamu lebih memilih ngobrol dengan teman-teman kamu. Terus, aku ngobrol sama siapa?" protes Rama.
"Hmm dasar manja. Muacchhh udah!!" Putri pun menuruti permintaan sang suami dan langsung mencium pipi Rama.
"Kok gitu doang!"
"Ya mau gimana lagi? Katanya minta dicium?"
"Nggak afdol, ulang-ulang! Masa nyium nya gitu doang, yang lembut dong," Rama kembali mengarahkan wajahnya pada sang istri.
Putri pun terpaksa mengulang kembali ciumannya dengan sangat pelan. Ia pun mulai mengecup pipi Rama. Namun, tiba-tiba saja Rama menoleh dan ciuman Putri tepat mengenai bibir Rama.
Rama pun tak tinggal diam. Ia membalas ciuman istrinya dengan kecupan yang lebih dalam dan lebih romantis. Kedua tangan Putri menggenggam erat tangan suaminya. Cukup lama ciuman itu berlangsung. Pada akhirnya keduanya melepaskan kecupan manis pagi ini dengan saling tersenyum.
"Terima kasih atas ciuman pagi ini. Rasanya sangat manis sekali. Semoga saja aku bisa kuat seharian tanpa menyentuhmu," ucap Rama sambil mengusap bibir Putri yang basah karena ulahnya.
__ADS_1
...BERSAMBUNG ...