Pernikahan Rahasia Anak SMA 3 ( Menikahi Guru Killer)

Pernikahan Rahasia Anak SMA 3 ( Menikahi Guru Killer)
Si nyamuk nakal


__ADS_3

Sementara di sisi lain, Rama sudah tergeletak di samping istrinya. Dalam posisi terlentang Rama tampak kelelahan dan nafasnya terlihat naik turun.


Putri terbangun dan melihat pisang tanduk sang suami yang teler ke kiri. Belum lagi ingus yang masih menempel pada tepian pisang tanduk yang warnanya coklat kematangan tersebut.


"Ya ampun, kalau udah keluar jadi kisut ya! Hihi lucu sekali kamu, Sayang. Uhhh gemes! Eh eh kok ada lalat sih. Duhh kurang ajar banget biar kusentil mampus!" ucap Putri sembari tiba-tiba menyentil ujung si pisang tanduk itu karena Putri melihat ada seekor lalat yang sedang hingga di ujung milik suaminya. Spontan Rama terbangun dan memekik lirih.


"Aduh kok disentil sih!" pekik Rama tak terima. Sambil duduk ia memeriksa miliknya yang terkena sentilan tangan sang istri. Ia pun mengusapnya dengan tisu untuk membersihkan sisa-sisa percintaan mereka.


"Tadi ada lalat, Mas! Ya aku sentil aja! Lalatnya berani bener hinggap di sana," ucap Putri.


"Lalat? Mungkin lalatnya cewek kali ya!" seloroh Rama sambil menyunggingkan senyumnya ke arah istrinya. Putri pun beranjak untuk bangun dan segera pergi ke kamar mandi.


"Ya udah kita mandi, yuk! Entar dikerubuti lalat loh!" seru Putri mengajak suaminya untuk mandi bersama. Rama rupanya masih sangat lelah setelah kegiatan membajak sawah di rahim istrinya.


"Iya kamu duluan! Nanti aku susul!" ucap Rama yang masih merasa berat untuk bangun. Karena sudah beberapa ronde ia lakukan dari semalam. Sekarang tinggal dirinya untuk beristirahat.


"Ya udah, jangan lama-lama. Nanti keburu lalatnya datang lagi!" Putri berkata sembari masuk ke dalam kamar mandi.


Melihat istrinya yang sudah masuk ke dalam kamar mandi. Rasa kantuk dan lelah masih saja membuai Rama dalam kemalasan. Ia pun memilih untuk merebahkan lagi tubuhnya pada tempat tidur.


Hingga Rama tidak sadar jika ada nyamuk yang sedang mencari celah pori untuk mengambil darahnya. Namun, si nyamuk nakal bukannya menggigit di bagian tubuh biasanya tangan atau kaki. Justru si lalat nakal malah menggigit di bagian pisang tanduk milik Rama yang baru saja dibersihkan.


Si nyamuk nakal rupanya begitu menikmati hisapan darah di area terlarang tersebut. Mungkin darahnya terasa lebih manis dan legit sehingga nyamuk tersebut tidak terbang meskipun ia sudah kenyang. Karena Rama tertidur ia pun tidak merasa jika pisang tanduknya ada yang mengunjungi.


Tak berselang lama, Putri keluar dari kamar mandi dengan mengeringkan rambutnya memakai handuk kecil. Ia menggelengkan kepalanya saat melihat sang suami yang ternyata kembali tidur. Alih-alih ingin membangunkan Rama. Putri dikejutkan dengan seekor nyamuk yang super gemuk sedang nangkring di atas pisang tanduk sang suami.


"Oh my God! Tuh nyamuk gede banget ya ampun! Ihh Mas Rama kok nggak bangun-bangun sih. Sampai bentol gitu. Uhhh awas ya tuh nyamuk bakal aku bantai. Enak aja main sedot segala sampai kenyang gitu. Aku aja nggak sampai kekenyangan biarpun nyedot setiap hari. Hmm mana nih penebahnya biar aku gampar nih nyamuk. Coba-coba gigit punya suamiku, aku matiin tuh nyamuk!!" Putri pun komat-kamit sambil mengambil penebah yang biasa digunakan untuk membersihkan kasur.


Putri pun mengendap-endap agar sang nyamuk tidak terbang dan benar saja Putri segera memukul nyamuk itu dengan penebah yang sedang dipegangnya.


"Hiaaaattt uh uh mampus lo!!"


"Huwaaaaa aaaa aaaa aaaa ....!"


Seketika teriakan Rama terdengar begitu keras sehingga membuat Putri sangat terkejut. Karena Rama mendadak melototkan matanya dan mendekap miliknya dengan tangan.

__ADS_1


"Mas! Astaga kamu nggak apa-apa kan, Mas!" seru Putri sambil memeluk suaminya dan meniup ubun-ubun Rama.


"Apa yang kamu lakukan, Sayang!" sahut Rama dengan suara yang gemetaran sambil terus memegangi miliknya yang entah bagaimana sekarang bentuknya.


"Aduhhh aku minta maaf, Mas. Tadi ada nyamuk yang gigit itu kamu. Ya aku matiin saja dengan memukulnya pakai ini biar mampus ngga gigit-gigit lagi!" jawab Putri sambil menunjukkan penebah yang digunakannya sembari memperhatikan wajah sang suami yang kesakitan.


Rama melototkan matanya saat melihat pemukul yang digunakan untuk membantai nyamuk yang menyedot miliknya.


"Nyamuk! Tapi nggak dipukul pakai itu juga kali, Sayang! Gimana nih nasib si Otong! Pasti dia udah nggak mau bangun lagi aduh mana gatal banget lagi. Sialan tuh nyamuk!" rintih Rama sambil menggaruk-garuk si pisang tanduk miliknya.


Putri pun mulai panik. Apa jadinya jika si pisang tanduk sang suami tidak bisa bangun lagi.


"Ya jangan dong, Mas. Gimana dengan nasibku jika ngga bisa bangun. Sini coba kulihat! Biar aku bantu garuk!" Putri pun meraih tangan sang suami yang sedang menutupi area terlarang itu. Perlahan, Rama melepaskan tangannya dan akhirnya Putri bisa melihat penampilan baru si Rambo milik sang suami.


Sejenak Putri terdiam sembari bergumam. "Busyet! Kok gede separuh. Anjay nih nyamuk ganas juga wkwkwk!"


Karena tak bisa menahan rasa ingin tertawanya. Akhirnya Putri pun tertawa terbahak-bahak ketika melihat bentol pada ujung pisang tanduk sang suami. Rama pun terkejut melihat istrinya yang sedang tertawa.


"Malah ketawa lagi. Nggak lucu tahu nggak!" seru Rama yang merasa sangat gatal akibat gigitan nyamuk tersebut.


"Aduhhh sorry, Mas. Lucu aja lihatnya. Bisa bentol gede banget, sini aku garukin!" Putri pun mulai memegang pisang tanduk sang suami yang terkena gigitan nyamuk tadi. Dengan sangat lembut Putri mengelusnya agar sensasi rasa gatal itu tidak terlalu menyiksa sang suami.


Tangan kiri Putri menggaruk si Otong. Sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk melihat pesan WhatsApp yang dikirim oleh sebuah nomor tak dikenal.


"Nomor siapa nih yang udah menelponku?"


Putri pun segera membuka isi pesan WhatsApp dari sang kakak. Putri membaca pesan itu dan tentunya ia sangat bahagia sekali karena Dinda sudah berada di rumah orang tuanya.


"Mbak Dinda. Mbak Dinda sudah pulang," ucap Putri yang teramat senang saat tahu kakaknya sudah pulang. Hingga ia tidak sadar jika si pisang tanduk yang sedang digaruknya tiba-tiba menegang.


Putri terkejut saat Rama tiba-tiba bangun dan menarik tangannya. "Eh eh Mas, kamu apa-apaan sih!" pekik Putri ketika Rama langsung menindihnya.


"Masih gatal, Sayang. Pinginnya digaruk dengan yang lainnya," bisik Rama yang langsung menyingkap piyama handuk milk sang istri. Belum sampai Putri menjawabnya ia sudah dibuat bungkam dengan sesuatu yang tiba-tiba masuk dan mengaduknya.


"Hmm Mas, aku udah mandi loh. Tega bener kamu!" rintih Putri yang saat ini sedang berada di bawah kungkungan sang suami.

__ADS_1


"Tanggung, masih gatal banget rasanya. Kalau digaruk di sini kan beda. Lebih nikmat!" Putri terpaksa menuruti permintaan sang suami meskipun dirinya sudah membersihkan dirinya terlebih dahulu.


*


*


*


Setelah lima belas menit berlalu. Putri bisa bernafas dengan lega. Akhirnya tugas negaranya selesai. Ia pun pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan.


Sambil senyum-senyum Rama pun ikut membantu istrinya memasak. Pria itu tampak sedang mencuci piring di samping istrinya yang sedang memasak.


Sambil sesekali merremas pantat istrinya dan membuat Putri refleks menabok pantat Rama juga.


"Ihh tangannya bisa diem nggak sih! Jail banget!" ucap Putri sambil terus melanjutkan memasaknya. Rama pun tertawa sambil mencuci piring dengan bernyanyi-nyanyi kecil.


"Oh ya, Mas. Ternyata tadi yang telpon aku tuh Mbak Dinda. Dia udah pulang ke rumah. Nanti kita ke rumah Ayah ya, Mas! Boleh, kan? Aku pingin ketemu sama Mbak Dinda. Kangen banget soalnya!" seru Putri. Mendengar ucapan dari sang istri, Rama pun mengiyakan permintaan istrinya.


"Ya boleh lah. Mas nggak ngelarang kamu untuk ketemu sama Dinda. Nanti biar Mas yang antar!" jawab Rama yang tentunya membuat Putri sangat senang.


"Ihhh beneran, Mas. Hmm makasih banyak, Mas!" Seketika Putri memeluk suaminya dari belakang. Rama pun semakin semangat untuk mencuci piring.


Namun, tiba-tiba saja Putri merasa mual dan ingin muntah saat ia mencium aroma tubuh suaminya.


"Huekk! Ihh kok kamu jadi bau banget sih, Mas! Huekk!!" Putri tampak menahan muntahnya. Kali ini ia merasa jika dirinya benar-benar tidak suka mencium aroma tubuh sang suami.


"Eh ada apa sih? Apanya yang bau?" seru Rama yang bingung tiba-tiba istrinya merasa mual. Sambil mencium kedua ketiaknya Rama merasa jika dirinya masih wangi karena mereka baru saja mandi bersama.


"Tuh masih harum kok, apanya yang bau?" Rama semakin bingung, ia merasa jika dirinya sedang tidak berkeringat..


Karena sangat tidak tahan. Putri pun pergi ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya yang merasa diaduk-aduk. Rama mengikuti kepergian istrinya yang saat itu sedang muntah.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Rama yang sedang panik.


"Aku nggak tahu, Mas. Perutku tiba-tiba huekk ... Ihhh jangan dekat-dekat dong! Perutku tambah mual jika kamu dekat-dekat!" ucap Putri sambil menjauhi suaminya.

__ADS_1


"Loh loh kok gitu sih, Sayang! Aku nggak bau apa-apa loh. Biasanya kamu suka sekali dengan bau ketek suamimu," sahut Rama yang masih bingung dengan apa yang terjadi pada sang istri.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2