
"Entahlah Bi. Aku menjadi ragu dengan suamiku, tolong jangan bilang jika aku sudah bisa melihat, aku tidak ingin Mas Yudha tahu dulu. Aku ingin ke kamar," balas Dinda sembari pergi ke kamarnya. Bi Surti menatap kepergian Dinda. Wanita itu tidak mungkin menyembunyikan berita kebahagiaan ini kepada Yudha. Karena bagaimanapun juga Yudha adalah suami Dinda.
"Maafkan saya Bu Dinda. Sepertinya untuk berita bahagia ini, saya tidak bisa menyembunyikannya dari pak Yudha. Dia harus tahu dan pak Yudha harus tahu yang sebenarnya jika Nona Zora baru saja datang ke sini, bibi tidak ingin melihat kalian berpisah. Kalian harus selalu bersama," batin Bi Surti yang akhirnya segera menelepon Yudha yang saat ini sedang berada di lokasi syuting.
Yudha yang sedang melakukan take gambar, saat itu sang manajer lah yang menghandle ponselnya. Eko mendapati ponsel Yudha berdering.
"Telepon rumah? Hmm ... apa mungkin istrinya sedang menelepon? Huh baru saja datang udah rindu aja nih pasutri," ucap Eko lirih sambil membuka percakapan.
"Ya halo!"
"Halo, Pak Yudha, ini Bibi Pak!"
"Ohhh Yudha nya sedang sibuk syuting, Bi. Sepertinya Yudha tidak bisa diganggu. Ada pesan?" tanya Eko.
"Aduhhh ini penting sekali, aku nggak bisa ngomong sama kamu. Pak Yudha harus tahu sekarang juga," seru bi Surti.
"Aduhhh Bibi. Bibi nggak percaya sama aku? Kayak kenal baru kemarin saja. Ada apa sih!" desak Eko memaksa bi Surti untuk berterus terang.
Karena Eko termasuk orang terdekat dengan Yudha. Bi Surti pun mengatakannya kepada Eko tentang apa yang terjadi.
"Tadi ada Nona Zora datang ke apartemen," ungkap bi Surti.
"Apa? Si Zora datang ke apartemen Yudha? Berani betul tuh cewek, nggak kapok-kapoknya ditolak sama Yudha. Lalu, bagaimana dengan Dinda? Apa yang dikatakan Zora. Pasti dia bikin ulah," sahut Eko yang ikut gemas.
"Ya itu, Nona Zora bilang jika pak Yudha yang sudah menabrak Bu Dinda," ucap Bi Surti.
"Haaa! Ya ampun mulut cewek itu ya, kok dia bisa tahu sih kalau Yudha yang nabrak Dinda. Bisa kacau nih, Dinda bisa membenci Yudha," Eko pun tak habis pikir dari mana Zora tahu rahasia tentang Yudha yang sudah menabrak Dinda.
"Makanya itu, sekarang Bu Dinda sedang bersedih, dia sepertinya kecewa gitu sama pak Yudha. Bibi udah berusaha untuk nenangin. Tapi ya gimana lagi, hanya pak Yudha yang bisa menanganinya," ucap Bi Surti cemas.
"Aduhhh kayaknya Yudha sibuk banget belum bisa rehat. Nanti aku bilangin deh sama Yudha kalau dia udah selesai, si Zora ini ada-ada saja. Nggak tenang hidup dia sebelum mengganggu Yudha," balas Eko yang ikut kesal.
__ADS_1
"Tapi, ada sesuatu yang membuat bibi bahagia, pak Yudha pasti ikut senang juga jika mendengarnya," sambung bi Surti.
"Apa, Bi?" tanya Eko penasaran.
"Bu Dinda ternyata sudah bisa melihat,"
"Benarkah? Dinda sudah bisa melihat? Bibi tidak berbohong, kan?" sahut Eko yang tak percaya.
"Ya iyalah Bibi nggak bohong. Bibi lihat dengan mata kepala jika Bu Dinda itu menyeret tangan nona Zora dan mengusirnya," ucap Bi Surti yang membuat Eko sangat terkejut.
"Apa? Zora diseret oleh Dinda. Wih keren nih cewek. Pantesan aja Yudha tergila-gila sama dia, ternyata dia seorang Srikandi juga. Kalem tapi ternyata memiliki jiwa ksatria, nih Yudha pasti bahagia banget jika tahu istrinya bisa melihat lagi," ucap Eko gembira.
"Ya makanya itu cepetan kasih tau pak Yudha biar mereka bisa baikan lagi. Setidaknya bisa merayu Bu Dinda,"
"Oke, Bi. Bibi nggak usah khawatir. Mereka pasti baik-baik saja dan Zora pasti semakin kepanasan melihat kemesraan mereka berdua."
*
*
*
"Bibi tahu perasaan Bu Dinda. Tapi percayalah, Pak Yudha itu sangat mencintai Bu Dinda," ucap Bi Surti yang terus menerus meyakinkan Dinda untuk percaya kepada Yudha.
Dinda masih terdiam dan ia pun menyiapkan sebuah tas besar. Bi Surti melihat Dinda seolah mempersiapkan diri untuk pergi.
"Bu Dinda sedang apa? Untuk apa tas itu, Bu?" tanya Bi Surti yang khawatir jika Dinda benar-benar memutuskan untuk pergi.
"Aku tidak suka dengan pembohong, Bi. Bagiku, Yudha sudah tidak jujur. Kenapa sekarang aku baru mengetahui jika suamiku sendiri yang sudah membuatku seperti ini," ucap Dinda sambil membuka lemari bajunya dan mengeluarkan semua pakaiannya untuk dimasukkan ke dalam koper besar tersebut.
"Saya tahu pak Yudha memang bersalah dan sudah membuat Bu Dinda buta, tapi sekarang Bu Dinda sudah bisa melihat lagi, bukan! Itu artinya kalian berdua memang sudah ditakdirkan bersama. Saya mohon jangan pergi! Pak Yudha melakukan semua ini karena pak Yudha ingin selalu bersama Anda, Bu. Pak Yudha sangat mencintai Bu Dinda, dia pasti sangat bersedih saat tahu Bu Dinda pergi. Bibi mohon tetaplah di sini!" rengek bi Surti sambil mencegah Dinda untuk memasukkan pakainya ke dalam tas tersebut.
__ADS_1
"Keputusanku sudah bulat, Bi. Aku mau pulang ke rumah orang tuaku. Di sini sepertinya tidak nyaman untukku. Tolong bilang sama Yudha, tidak perlu lagi mencemaskan keadaanku. Aku tidak akan kenapa-kenapa. Aku bisa datang ke dokter sendiri tanpa ia temani. Aku akan merawat sendiri sakitku dan juga sakit hatiku," ucap Dinda yang tidak bisa lagi bisa bertahan.
Wanita itu lebih memilih pergi meninggalkan suaminya. Lantaran kekecewaan yang mendalam. Di saat cinta itu mulai tumbuh, Dinda harus mengetahui kenyataan jika orang yang sudah menabraknya adalah suaminya sendiri.
Hari itu juga, Dinda keluar dari apartemen Yudha. Ia langsung pergi menuju ke rumah kedua orang tuanya. Sementara itu Bi Surti menjadi semakin panik. Ia pun segera menghubungi nomor Yudha dan secepatnya memberi tahukan kepada majikannya jika Dinda pergi.
Di saat Bi Surti menghubungi Yudha. Di saat itulah dirinya sedang diberi tahu oleh sang asisten Eko jika Zora datang ke apartemennya dan bertemu dengan Dinda. Eko menceritakan semuanya kepada Yudha tentang apa yang dilakukan oleh Zora saat itu.
Tentu saja Yudha begitu marah saat mengetahui hal itu. Namun, dibalik kemarahannya kepada Zora ada sesuatu yang membuatnya sangat bahagia yakni tentang Dinda yang sudah bisa melihat lagi.
"Apa? Dinda sudah bisa melihat?" sahut Yudha dengan wajahnya yang sangat terkejut.
"Iya, Yud! Bi Surti sendiri yang bilang seperti itu, loh Yud kamu mau kemana, tunggu dulu Yudha!!" teriak Eko ketika melihat Yudha yang langsung pergi meninggalkan lokasi syutingnya setelah mendengar bahwa sang istri sudah bisa melihat lagi.
Tanpa basa-basi lagi Yudha segera pulang untuk menemui sang istri. Meskipun sebenarnya masih banyak sesi syuting yang harus diselesaikannya. Tentunya hati pria itu sangatlah bahagia, pada akhirnya sang istri bisa melihat lagi.
"Terima kasih banyak, Tuhan! Akhirnya istriku bisa melihat lagi," ucapnya yang tak henti-hentinya mengucapkan syukur. Di sepanjang jalan Yudha tampak bahagia. Ia berharap sang istri bisa memaafkan dirinya karena kesalahannya yang tak sengaja pernah menabrak Dinda.
Tak berselang lama. Akhirnya mobil Yudha sampai juga di depan apartemen mewah miliknya. Pria itu segera pergi untuk bertemu dengan sang istri.
Sesampainya di depan pintu apartemen. Yudha disambut oleh Bi Surti yang terlihat tertunduk lesu.
"Bi Surti, mana Dinda mana istriku? Dinda, Sayang! Kamu di mana?" Yudha berteriak sambil melihat sang istri di dalam. Namun, ia tidak menemukan sang istri sama sekali. Justru ia melihat lemari baju Dinda kosong.
Sontak, Yudha langsung bertanya kepada Bi Surti di mana keberadaan istrinya.
"Di mana Dinda, Bi? Di mana istriku?"
"Ma-maafkan saya, Pak. Bu Dinda sudah pergi dari sini. Dia bilang akan pulang ke rumah orang tuanya. Bu Dinda juga bilang, Pak Yudha tidak perlu lagi mengkhawatirkan keadaannya. Karena Bu Dinda terlanjur kecewa sama Bapak," ungkap bi Surti dengan suara gemetaran. Seketika Yudha mengusap wajahnya kasar dan terduduk lemas.
"Astaga, Dinda. Ngapain kamu harus pergi. Aku akan jelaskan semuanya. Aku harus susul dia, apapun yang terjadi aku harus membawanya pulang lagi ke sini. Dinda adalah istriku, kemana pun dia pergi aku akan mengejarnya!" ucap pria itu sungguh-sungguh.
__ADS_1
...BERSAMBUNG ...