Pernikahan Rahasia Anak SMA 3 ( Menikahi Guru Killer)

Pernikahan Rahasia Anak SMA 3 ( Menikahi Guru Killer)
Pewangi terbagus


__ADS_3

Rama yang terlanjur malu. Ia pun menyiasatinya dengan memasang wajah lebih garang lagi. Bahkan ia sempat menggebrak meja dengan keras. Tentu saja murid-muridnya yang antik itu kocar-kacir dan segera duduk di bangku mereka masing-masing.


"Gawat-gawat, pak Rama marah ding!" seru Wiro berbisik pada Paidi.


"Waduh bisa jadi efek nge-fly udah ilang, Guys! Bisa bahaya nih!"


"Alamat kena hukuman nih,"


"Kita bilang aja ke Putri biar dibawain pak Rama CD yang banyak buat stok kalau efek sakaunya habis. Biar nggak killer lagi ya nggak sih!"


"Benar-benar, ide bagus tuh!"


Wiro dan Paidi tampak memiliki usul untuk mengatakan kebiasaan baru suaminya yaitu nge-fly onderdil miliknya.


Sementara itu, Rama masih berusaha bersikap tegas dan professional meskipun baru saja dirinya dibuat malu habis-habisan oleh murid-muridnya yang super antik itu.


"Cukup bercandanya! Sekarang bapak minta kumpulkan jawaban kalian sekarang, selesai tidak selesai harus dikumpulkan!" seru Rama dengan tegas. Para siswanya pun banyak yang belum selesai mengerjakan tugasnya.


"Ya Pak, saya belum selesai Pak. Bisa dibawa pulang nggak Pak? Biar saya kerjakan di rumah," tawar Paidi yang benar-benar membuat Rama harus beristighfar dengan sikap murid-muridnya itu.


"Kamu pikir ini tugas PR? Nggak ada! Sekarang kumpulkan cepat!" titah Rama yang tidak mau tahu dengan alasan siswanya.


"Ya elah tega bener si Bapak, saya cuma jawab dua nomor saja," ucap Paidi memelas.


"Salah sendiri tidak belajar!" jawaban Rama terdengar begitu ketus dan membuat siswa-siswanya menjadi takut lagi.


"Waaahhhh beneran nihh, efek nge-fly nya udah hilang, kembali killer lagi dah!" gerutu Nanang.


*


*


*


Akhirnya bel istirahat pun berbunyi. Sebagian besar siswa berhamburan keluar dari kelas. Kelas 10 sampai kelas 12 bercampur jadi satu. Tak terkecuali kelas 11 di mana ada siswi baru yang menjadi primadona baru di sekolah itu. Iya, dia adalah Joice. Putri pejabat penting yang bernama pak Sugondo.


Rupanya kedatangan siswa baru itu mampu membuat para cowok di sekolah tersebut tergila-gila pada kecantikan Joice. Namun sayangnya, Joice tidak terlalu memperdulikan mereka. Ia terlihat nampak sombong dengan teman-temannya, ia pun memilih-milih untuk mencari teman. Tentunya ia lebih memilih teman yang lebih kaya dan selevel dengannya.

__ADS_1


Joice melihat Rama yang sedang berjalan menuju ke ruangan guru. Gadis itu rupanya menaruh perhatian kepada Rama karena baginya Rama adalah pria paling tampan di sekolah itu. Pesona Rama membuat Joice berkeinginan untuk mendekati Rama.


"Siapa guru itu?" tanya Joice kepada Ami. teman sebangkunya.


"Oh itu pak Rama, dia guru matematika anak kelas 12. Untung saja dia nggak ngajar kelas kita," ujar Amy.


"Emangnya kenapa?"


"Dia itu terkenal dengan guru killer. Menurut pengalaman kakak-kakak kelas kita yang dulu. Pak Rama itu tipikal guru yang kejam dan nggak akan segan-segan menghukum muridnya yang nggak ngerjain tugas," terang Ami.


"Oh masa sih, tapi dia ganteng banget tahu nggak sih!" sahut Joice sambil senyum-senyum sendiri.


"Iya sih kalau soal itu nggak diragukan lagi. Pak Rama itu cowok sempurna. Udah ganteng, pinter, pokoknya sempurna. Tapi sayang pak Rama itu sudah ber ...." Ami tidak melanjutkan kata-katanya karena ia teringat akan ucapan kepala sekolah agar merahasiakan status Rama dan Putri dari Joice, karena Joice adalah putri pak Sugondo yang sangat berpengaruh di dunia pendidikan. Karena pak Sugondo adalah petinggi di kota itu.


"Apa, Mi?" desak Joice.


"Ah bukan, bukan apa-apa. Maksudku pak Rama itu sudah punya tunangan, iya tunangan. Jadi, nggak usah berharap banyak deh dari beliau," ucap Ami. Sejenak Joice menaikkan kedua alisnya dan tersenyum miring.


"Masih tunangan kan belum suami istri! Jadi, aku masih punya kesempatan untuk mendekati pak Rama," Joice dengan percaya diri tinggi ternyata ingin mendekati sang guru killer.


"Aku saranin mending jangan, percuma. Pak Rama itu susah dirayu dan didekati. Nggak ada satupun cewek di sekolah ini yang mampu naklukin hati tuh guru. Semuanya diperlukan sama, pak Rama juga nggak pilih kasih. Semua siswanya dianggap sama. Tapi, dulu ada satu orang siswi yang bisa membuat pak Rama tersenyum. Jika dengan siswi tersebut pak Rama kelihatan ramah dan seperti kucing meong-meong, hebat tuh cewek!" ungkap Ami saat mengingat momen ketika Putri masih bersekolah dan sebelum rahasia pernikahan mereka terbongkar.


"Ada, dia kakak kelas kita. Tapi sekarang dia homeschooling karena ada sesuatu yang memaksa dia bersekolah di rumah. Namanya Kak Putri, dia emang cantik dan energik. Dulu kak Putri dan pak Rama itu bertengkar melulu. Tapi nggak tahu kenapa lama-lama mereka kelihatan akrab dan pak Rama pun menjadi lunak. Guru killer yang terkesan menakutkan berubah menjadi guru yang ramah, hebat tuh kak Putri," puji Ami yang tentunya membuat Joice kepanasan.


"Cukup! Aku tidak mau lagi mendengar nama Putri Putri disebut, emang sepenting apa sih tuh cewek. Untung saja dia sudah tidak sekolah lagi di sini. Itu artinya aku yang akan maju untuk meluluhkan hati pak Rama," sahut Joice tak terima. Seolah Putri adalah saingan terberatnya.


"Joice, kamu nggak tahu aja siapa Kak Putri, seandainya kamu tahu, pasti kamu nggak akan berani mendekati pak Rama. Orang mereka suami istri. Tapi sayangnya semua siswa di sini tidak boleh membocorkan rahasia pernikahan mereka karena bapak kamu adalah orang penting. Bisa-bisa nama baik sekolah ini dibawa-bawa," batin Ami.


Di jam istirahat, Rama masuk ke ruangannya dan duduk di kursinya sambil mengingat-ingat kejadian di kelas tadi. Tanpa terasa ia senyum-senyum mengingat saat para siswanya sedang memergokinya mencium CD sang istri.


"Astaga, bagaimana bisa aku sembrono seperti itu, bisa-bisanya aku nggak sadar sudah membawa celana milik istriku. Payah!!" pikir Rama. Ia pun kembali membuka tasnya yang masih berisikan celana dalaam milik Putri.


Rama menyunggingkan senyumnya dan mengusap benda lembut itu. "Apa aku sudah gila sehingga aku berbuat seperti ini? Aku gila karena istriku sendiri, Putri Putri kenapa kamu bisa membuat seorang Rama seperti orang linglung, cinta itu memang gila!" ucapnya sembari tersenyum, memperlihatkan deretan giginya yang putih.


Teringat akan sang istri. Rama pun menghubungi sang istri yang saat itu baru saja mandi. Putri masih menggunakan handuk yang melilit pada tubuh indahnya dan juga handuk kecil yang membungkus rambutnya yang basah.


Ia mendapati ponselnya berdering. Dilihatnya sang suami yang tengah menghubunginya.

__ADS_1


Putri segera membuka video call dari sang suami sambil mengeringkan rambutnya. Ia letakkan ponselnya di atas meja rias.


"Halo Mas!"


Rama terlihat senyum-senyum sendiri kala melihat sang istri yang baru saja mandi.


"Kamu habis ngapain? Seger banget!" ucap Rama tanpa berkedip.


"Aku habis mandi, Mas. Sebentar lagi Bu Lina kan datang," ucap Putri sambil terus mengeringkan rambutnya.


"Oh ya Mas, dari tadi aku belum menemukan celanaku, kira-kira jatuh di mana ya? Aku bingung!"


"Ohh itu hehehe!"


Rama justru tertawa kecil mendengar ucapan sang istri.


"Kok kamu malah ketawa sih, kalau digondol tuyul gimana hayo!" celetuk Putri.


"Ya nggak lah kamu ada-ada saja. Aku sudah menemukannya," ucap Rama sambil menunjukkan benda milik Putri yang tak sengaja terbawa dalam tasnya.


Tentu saja Putri membulatkan matanya saat melihat benda miliknya yang ia cari-cari.


"Astaga, Mas! Kok bisa ada sama kamu?"


"Hehehe iya, tadi nggak sengaja aku melemparnya dan masuk ke dalam tas kerjaku, jadi ikut kebawa," terang Rama sambil mencium kembali benda itu. Ia pun tidak semata-mata melakukannya. Kebetulan di dalam kantor itu sedang sepi.


Putri pun menjadi malu saat Rama terang-terangan mencium celana dalaam miliknya.


"Ihh kok dicium sih, Mas!"


"Memangnya kenapa?"'


"Malu!"


"Ngapain malu, aku sudah tahu isinya kok. Lagipula aromanya sangat harum sekali,"


"Hmm iya dong pasti harum. Aku nyucinya pakai pewangi terbagus biar kamu suka," ujar Putri yang membuat Rama tak puas menciumi benda itu.

__ADS_1


"Pantas saja harum sekali sampai aku lupa diri, ditambah lagi dengan aroma khas dari tubuhmu, membuatku semakin candu," ungkap Rama yang tentunya membuat Putri semakin malu.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2