Pernikahan Rahasia Anak SMA 3 ( Menikahi Guru Killer)

Pernikahan Rahasia Anak SMA 3 ( Menikahi Guru Killer)
Sate bakso bakar


__ADS_3

Putri tampak tersenyum paksa sambil garuk-garuk kepalanya. "Oh itu, hehehe iya. Setiap malam suamiku tuh suka sate daging yang ditusuk gitu, iya!" ucapnya berharap Ririn bisa mengerti.


"Hah! Jadi setiap malam pak Rama tuh makan sate daging. Ya ampun itu bahaya loh Put, bisa-bisa nanti pak Rama bisa terkena berbagai macam penyakit," ungkap Ririn yang masih belum mengerti penjelasan Putri.


"Oh ya!"


"Iya, Put. Nih ya contohnya tetangga aku nih. Setiap hari dia tuh doyan banget makan sate, eh tahu-tahunya nggak lama kemudian dia kena serangan jantung, diabetes, kolesterol dan darah tinggi. Ihhh pokoknya ngeri, Put!" jelas Ririn dengan wajah seriusnya.


"Hmm tapi kayaknya penyakit itu nggak berlaku deh untuk suamiku," ucap Putri dengan santai sambil tersenyum.


"Kok bisa? Kamu jangan sering-sering nurutin kemauan pak Rama untuk minta sate daging, Put. Kasihan loh nggak bagus buat kesehatan," ucap Ririn yang masih belum faham dengan penjelasan Putri.


"Ya kalau nggak diturutin, dia malah sakit. Bisa sakit kepala, migrain, darah tinggi karena marah mulu dan satu lagi dia jadi lemes kayak nggak makan tiga hari, kasihan kan!" sahut Putri yang semakin membuat Ririn garuk-garuk kepalanya.


"Hah, kok bisa gitu?"


"Ya bisa lah," jawab Putri spontan.


Seketika Ririn berpikir keras untuk mencerna jawaban Putri. Berkali-kali ia memutar bola matanya penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Putri.


"Makan sate daging setiap malam tapi kalau nggak diturutin bakal marah, lemas, sakit kepala, kok aneh!!" pikir Ririn. Teka-teki Putri mengalahkan pelajaran matematika dan kimia.


Cukup lama Ririn berpikir, akhirnya ia pun tahu maksud penjelasan Putri. Ririn pun menjadi malu dan salah tingkah.


"Ohhh astaga! Kenapa aku baru ngerti apa maksudmu?? Ya ampun bocil banget sih aku. Plis deh Put, kamu udah bikin pikiranku kemana-mana," ucap Ririn yang akhirnya ia tahu apa yang dijelaskan oleh Putri.


Putri tertawa kecil, "Emangnya apa yang aku maksud?" tanyanya sambil berjalan menuju ke arah kantin.


"Hmmm ya gitu deh. Pembahasan pengantin baru, pak Rama suka banget makan sate daging setiap malam yang pastinya nggak bakalan bikin penyakit. Malah bikin dia cengar-cengir. Ya iyalah sate gituan. Hadeeehh lama-lama otakku tercemar gara-gara kamu," sahut Ririn.


Putri tertawa sembari menggelengkan kepalanya. Ia dan Ririn terus berjalan menuju ke arah kantin di mana Joice dan Rama masih berada di tempat itu. Tentu saja Putri dan Ririn melewati mereka berdua yang sedang berbicara.

__ADS_1


Sementara itu Joice yang mendengar itu dari Rama. Ia pun langsung bertanya daging apa yang dimaksud oleh Rama, sehingga Rama sangat suka menikmatinya setiap malam.


"Maksud Bapak daging apa itu, Pak?" tanya Joice. Seketika Rama terkesiap ternyata jawabannya membuat Joice bingung. Tentu saja gadis itu kebingungan karena tidak akan pernah mengerti dengan apa yang diucapkannya.


"Ohh ... iya, emm maksud saya. Di rumah, setiap hari saya selalu dimasakin ibu saya menu berbagai macam daging, dari kornet, bakso, rendang sampai sate daging. Tapi dari semua itu saya lebih suka makan sate daging. Rasanya sangat lezat, apalagi dagingnya sangat empuk dan jika ditusuk emmm rasanya maknyus bikin nagih. Maka dari itu saya hanya menyukai masakan ibu saya, tidak mau yang lain. Bikin saya merem melek setiap malam," ungkap Rama dengan bangganya.


"Ohhh sate daging. Jadi pak Rama suka makan sate daging. Saya juga bisa kok pak kalau sekedar masak sate daging. Apa Bapak mau saya bawakan sate daging buatan saya, pasti enak dan pak Rama pasti sangat suka," ucap Joice menawarkan.


"Oh tidak usah repot-repot. Bukannya saya menolak pemberian kamu. Tapi sepertinya saya tidak bernafsu dengan daging yang lainnya. Pasti rasanya tidak sesedap masakan ibu saya," ungkap Rama menolak dengan tegas.


Di saat Joice masih sibuk mencari perhatian dari Rama, Putri dengan tenangnya lewat di depan sang suami yang sedang digoda oleh Joice. Dengan ekspresi tersenyum Putri lewat sambil mengangguk kepala layaknya murid yang sedang lewat di depan gurunya.


"Permisi, Pak!!" ucap Putri dan Ririn.


Spontan Rama melihat istrinya yang sedang lewat di depannya. Ia pun menghentikan sejenak langkah sang istri sehingga memaksa Putri dan Ririn untuk berhenti.


"Tunggu!"


"Sialan nih cewek, gangguin aja!" batin Joice dengan ekspresi kesal.


"Kalian mau ke mana?" tanya Rama.


"Kita mau ke kantin, Pak." Putri menjawabnya spontan.


"Emm ... bapak mau nitip belikan sate bakso bakar lima belas tusuk, nih duwitnya!" seru Rama sambil memberikan uang pecahan lima puluh ribuan kepada Putri.


"Sate bakso bakar daging ayamnya Bu Leha?" jawab Putri sambil menerima uang tersebut dari Rama.


"Iya, jangan lupa kasih sambal yang banyak. Nanti kembaliannya buat kamu," ucap Rama yang seketika membuat Joice melototkan matanya. Sedangkan Ririn tampak senyum-senyum karena ia sudah tahu seperti apa hubungan Putri dan Rama.


"Semuanya? Ini kembaliannya masih banyak loh, Pak," ucap Putri.

__ADS_1


"Ya nggak apa-apa. Anggap saja itu upah karena kamu mau membelikan bapak sate bakso bakar," jawab Rama spontan sambil memasukkan dompetnya ke dalam celana.


"Ya udah, sate bakso bakar doang nih, nggak ada yang lain?" tawar Putri.


"Nggak ada, nanti di rumah saya juga pasti makan sate lagi tapi sate daging," jawab Rama sambil menatap istrinya nakal. Putri pun tampak tersenyum malu ketika Rama mengatakan hal itu, sedangkan Ririn semakin dibuat cengar-cengir dengan ulah pasangan pengantin baru itu.


"Ya ampun, Put. Siap-siap dapat tusukan lagi," bisik Ririn yang tentunya sekarang ia sudah mengerti bahasa pengantin baru itu.


"Apaan sih!!" Putri semakin malu dan ia pun terlihat salah tingkah. Sementara itu Joice tampak heran dan tidak terima saat Rama meminta Putri untuk menyuruhnya membelikan sate bakso bakar. Sementara dari pengakuan Rama, Joice mendengar jika Rama turun menyukai menu daging-dagingan selain menu yang dimasak oleh ibunya.


"Loh Pak, katanya Pak Rama nggak suka makanan dari bahan daging. Hanya suka masakan dari ibunya Bapak. Kok sekarang malah nitip beli sate bakso bakar sama dia!!" sahut Joice yang seketika membuat Putri menatap ke arah Joice yang sedang melihatnya dengan sinis.


"Ohh iya memang. Saya memang hanya suka masakan ibu saya. Tapi, jika Putri yang beli. Rasa semua daging itu jadi enak. Jadi, mungkin hanya Putri yang saya titipi untuk beli sate bakso bakar," jawaban Rama lagi-lagi membuat Ririn tertawa kecil. Entahlah baru kali ini dirinya melihat sifat gokil guru killernya itu.


"Ya ampun iya iya, Pak. Ririn paham kok. Pokoknya segala jenis makanan yang mengandung daging pasti jadi enak rasanya jika Putri yang bawain. Pokonya pak Rama itu ter-Putri-Putri deh!!" sahut Ririn yang seketika membuat Joice tak terima.


"Eh apaan sih kakak! Nyolot aja. Belum tentu benar pak Rama seperti itu. Emangnya siapa kak Putri ini, nggak usah gede rasa deh. Cuma minta dititipin doang gayanya selangit," cerocos Joice sambil terus mendekati Rama.


"Yeee nih bocil tahu apa kamu. Baru sekolah beberapa hari udah sok cantik!" sahut Ririn tak terima.


Sontak Putri berdehem ketika ia melihat tangan Joice yang memegangi tangan Rama. Rama melihat wajah sang istri, seketika Rama melepaskan tangan Joice dan menjauhi gadis itu.


"Ihhh pak Rama. Saya kan cuma pegang doang, Pak!" protes Joice saat Rama menyingkirkan tangannya.


"Nggak boleh pegang-pegang! Kamu murid dan aku seorang guru. Tidak pantas kamu berbuat seperti itu pada gurumu, mengerti!" ucap Rama dengan wajah tegas.


Tentu saja Joice sangat kesal. Ia pun akhirnya memberi tahukan kepada Rama siapa dia sebenarnya.


"Kok Bapak gitu sih! Bapak belum tahu ya siapa saya? Saya ini anaknya pak Sugondo. Tahu kan pak Sugondo? Jadi, saya ini pastinya murid istimewa di sekolah ini. Daripada kak Putri, emangnya apa sih istimewanya kak Putri. Lebih kaya saya, wajah juga cantikan saya, Pak!" ucap Joice dengan bangganya.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2