
Zora melihat video itu dengan sinis. Sungguh, wanita seperti apa yang sudah merebut hati seorang Yudha. Zora akan mencari tahu siapa sebenarnya wanita yang sedang bersama Yudha saat ini. Hari itu juga Zora berencana mendatangi apartemen Yudha untuk meminta penjelasan tentang siapa sebenarnya wanita yang sedang viral bersama Yudha.
Sementara itu, bagi pasangan yang sedang dimabuk cinta. Yudha membawa istrinya pulang. Tentunya Yudha kembali menggendong sang istri untuk masuk ke dalam apartemen mewah itu.
"Mas, aku bisa jalan sendiri. Turunin ah, malu!" seru Dinda saat Yudha mengangkat tubuh istrinya masuk ke dalam apartemen.
"Biarkan saja, aku tidak peduli. Karena kamu adalah milikku," balas Yudha yang terus membawa tubuh Dinda ke dalam kamar.
Bi Surti melihat kedatangan sang majikan sambil senyum-senyum. Bi Surti berharap, Yudha dan Dinda menjadi pasangan yang langgeng dan Bi Surti juga berharap, tidak ada ujian cinta diantara mereka. Karena Bi Surti tahu betul bagaimana mantan kekasih Yudha yang bernama Zora itu.
Yudha membawa sang istri masuk ke dalam kamar mereka. Kemudian ia menutup pintu dan menguncinya dari dalam. Yudha merebahkan tubuh Dinda di atas tempat tidur. Dinda masih setia mengalungi kedua tangannya pada leher sang suami. Meskipun dirinya tidak bisa melihat. Nyatanya Dinda tahu dimana letak wajah sang suami dan letak bibir itu.
Kali ini Dinda tampak lebih agresif dari biasanya. Wanita itu justru mencium bibir suaminya dan memancing suaminya untuk melakukan hal lebih.
Yudha pun semakin bergairah dengan perlakuan Dinda. Pria itu tak perlu berlama-lama lagi untuk segera mengajak sang istri terbang bersamanya. Melewati indahnya surga dunia yang pastinya membuat keduanya sangat bahagia.
Entah sejak kapan. Semua kain yang menutupi tubuh mereka terlepas dari raga. Menyisakan kain yang hanya menutupi area terlarang saja. Yudha segera masuk ke dalam selimut bersama istrinya. Mereka berguling-guling dulu di atas kasur. Hingga akhirnya Yudha menatap wajah sang istri yang sedang terpejam.
Yudha tersenyum dan setelah itu ia mencium kedua pelupuk mata Dinda setelah itu ia berkata. "Besok, kamu pasti bisa melihatku dan kamu akan menatap diriku ketika hati kita bersatu, aku mencintaimu, Sayang!"
Kecupan itu terasa begitu hangat pada kelopak mata Dinda. Dinda tersenyum dan hanya meraba wajah sang suami tanpa membuka kedua matanya.
"Iya, aku percaya itu. Aku pasti akan melihat wajahmu, Mas." Dinda berkata dengan nada berbisik. Yudha tersenyum dan akhirnya mengecup leher Dinda diiringi gerakan mendorong dengan sangat lembut.
Dinda mencengkram pundak Yudha dan bibirnya sedikit terbuka. Pada akhirnya mereka pun mulai menikmati indahnya surga dunia itu untuk kesekian kalinya. Yudha terdiam sejenak saat ia berhasil menyematkan sesuatu ke dalam inti tubuh sang istri.
__ADS_1
"Kenapa berhenti, Mas?" sahut Dinda yang merasa jika Yudha tidak bergerak setelah Dinda sudah merasakan ada yang mengganjal dalam inti tubuhnya.
"Kamu ingin aku bergerak?" tanya Yudha sambil terus menghirup aroma tubuh istrinya yang selalu membuat candu.
"Jangan tanyakan itu lagi, Mas. Bukannya kamu juga ingin bergerak. Nggak enak kan kalau diam! Nggak ngerasa apa-apa," ucap Dinda yang membuat suaminya tertawa kecil.
"Oh ya! Berarti harus aku gerakkan langsung seperti ini ...!" ucap Yudha sambil menggerak-gerakkan pinggulnya berkali-kali.
"Iya, seperti itu, Mas. Jangan berhenti karena aku semakin suka!" bisik Dinda disela-sela sensasi rasa yang menjalar ke seluruh tubuhnya.
Entah apa yang mereka lakukan selanjutnya, setidaknya mereka tidak keluar-keluar sangat lama dari dalam selimut itu. Satu jam, dua jam bahkan 3 jam. Hingga akhirnya pagi menyapa kembali.
Cahaya matahari menembus tirai yang menutupi jendela kamar mereka. Keajaiban yang sempurna. Dinda merasa silau karena kedua matanya seolah peka terhadap cahaya yang matahari yang langsung menyorot ke matanya.
"Mataku, mataku. Aku bisa melihat, ya Tuhan aku bisa melihat. Ayah, ibu. Dinda udah bisa lihat, Dinda seneng banget ya Allah!" pekik Dinda yang perlahan bisa melihat dunia lagi. Antara sedih dan bahagia, secepat itu ia bisa sembuh dari kebutaannya. Ia melihat sekeliling, ia berada di sebuah kamar yang asing baginya. Tentu saja karena sebelum ia buta. Dinda tidak tinggal di tempat itu.
Kemudian ia melihat ke arah samping. Dilihatnya seorang laki-laki yang sedang tertidur di sampingnya. Tentu saja itu adalah sang suami yang juga merupakan aktor terkenal Yudha Permana.
Dinda melihat wajah sang aktor yang kini menjadi suaminya. Sungguh ia tidak menyangka jika dirinya bisa menikah dengan aktor tampan pujaan banyak wanita itu.
"Ya ampun, ternyata dia beneran suamiku, aktor Yudha si pemain Bang Jacob. Ini seperti mimpi, dia benar-benar Yudha Permana," batin Dinda ketika ia melihat sang suami yang masih tertidur pulas.
Ingin sekali Dinda memberi tahukan kepada suaminya jika ia sudah bisa melihat. Namun, sepertinya Dinda harus memberikan kejutan untuk Yudha. Dinda pun berpura-pura masih buta untuk menggoda suaminya.
"Sebaiknya aku tidak beritahu kan dulu sama Mas Yudha. Biar menjadi kejutan untuknya. Hmm ... dia pasti sangat terkejut saat tahu jika aku bisa melihat."
__ADS_1
Di saat Dinda sedang berusaha menyembunyikan kesembuhannya yang sudah bisa melihat. Di saat itu juga Yudha terbangun dan memeluk istrinya dari belakang.
"Hmmm kamu sudah bangun, Sayang!" ucap pria itu yang masih mendekap tubuh Dinda yang polos.
"Kamu sudah bangun, Mas!" sahut Dinda waspada.
"Bobo lagi yuk! Aku masih ngantuk," ajak Yudha sambil merebahkan tubuh Dinda.
"Ini sudah pagi, Mas. Kok kamu ingin tidur lagi sih!"
Mendengar ucapan Dinda, spontan Yudha terkejut, dari mana sang istri tahu jika hari sudah pagi.
"Kok kamu tahu jika sekarang udah pagi?" tanya Yudha penasaran.
"Emm ... iya, aku kira-kira aja. Emang sekarang masih malam ya!" Dinda masih berpura-pura.
Yudha pun tersenyum smirk, ia pun membohongi Dinda jika hari masih malam.
"Oh iya, Sayang! Sekarang masih malam. Masih jam 4 pagi. Makanya kita bobo lagi aja, ayo ah tegang nih, kebiasaan bangun tidur!" ucap Yudha sambil merangkak lagi di atas tubuh Dinda.
Spontan Dinda terkejut saat sang suami kembali beraksi. Ternyata Yudha berbohong jika hari masih malam. Nyatanya jelas-jelas jika hari sudah pagi. Bahkan tidak perlu lagi cahaya lampu di kamar itu. Keduanya terlihat dengan jelas. Apalagi saat ini Dinda sudah bisa melihat dengan jelas raga sang suami.
"Ya ampun Mas Yudha mau ngapain lagi? Minta lagi??! Oh My God sepanjang itu, kah? Ihh geli ... berurat sekali ya ampun!!" batin Dinda sambil menelan ludahnya susah-susah ketika mata indahnya melihat dengan jelas penampakan benda yang siap kembali membenamkan dirinya.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1