
Andrew mendatangi kantor Oak Grup dengan langkah tergesa-gesa. Entah apa yang terjadi tapi ayahnya terdengar sangat marah kepadanya.
Andrew mengetuk ruangan ayahnya, dan dari dalam terdengar suara Tuan Oak berkata kepadanya untuk masuk. Begitu Andrew masuk, Tuan Oak mendekatinya,
Plak!
Telapak tangan Tuan Oak melayang ke pipi Andrew, "Anak kurang ajar kamu, Andrew! Aku tidak pernah mengajarkanmu untuk berselingkuh!" tukas Tuan Oak marah.
Andrew mengangkat wajahnya. Sepanjang hidup, Andrew tidak pernah berani mengangkat wajah saat ayahnya marah. Tapi kali ini ia berani karena ia tidak tau apa kesalahan yang telah di perbuatnya.
"Apa maksudmu?" tanya Andrew.
Tuan Oak mendengus kesal, "Huh! Aku tau dari Camilla istrimu, kalau kamu diam-diam menemui Charlotte, saudari kembar istrimu, maka dari itu istrimu kehilangan perhatian darimu dan menyukai lelaki lain! Apa itu tujuan pernikahan?" tanya Tuan Oak dengan nada suara tinggi.
Andrew menautkan kedua alisnya, "Apa maksudmu? Aku tidak pernah menemui siapa pun." jawab Andrew.
Namun, dia sudah dapat menebak dalang di balik semua ini adalah Charlie. Karena orangtuanya tidak tau kalau Camilla adalah Charlie.
"Jangan mengelak kamu, Andrew! Camilla..."
"Dia bukan Camilla, pah." balas Andrew. Ia memutuskan untuk menceritakan segalanya kepada Tuan Oak.
"Apa maksudmu dengan dia bukan Camilla? Apalagi yang kalian sembunyikan dari kami, Andrew? Permainan macam apa ini?" tanya Tuan Oak. Wajahnya tampak terpukul sekali.
Inilah yang Andrew takutkan, ia takut menyakiti hati orang tuanya. Mereka selalu mengajarkan bahwa pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan tidak boleh dibuat mainan. Karena begitu mengucapkan janji pernikahan, kamu tidak hanya mengucap janji kepada pasanganmu melainkan kamu berjanji kepada Tuhan juga. Begitulah ajaran mereka.
Dan sekarang, Andrew merasa telah mempermainkan sesuatu yang dianggap sakral itu. Apakah ia harus mengatakan yang sebenarnya? Namun, dia belum mempunyai cukup bukti.
"Aku akan menjelaskan kepadamu jika aku sudah menemukan buktinya." kata Andrew akhirnya, ia tega melihat wajah Tuan Oak yang meratap sedih.
__ADS_1
"Andrew Oak! Berhenti disitu!" seru Tuan Oak saat melihat Andrew berjalan menuju pintu keluar.
"Jelaskan apa maksud perkataanmu!" tukas Tuan Oak.
"Aku akan mencari bukti terlebih dahulu setelah itu aku baru akan mengatakan kebenarannya kepadamu." jawab Andrew.
"Kalau begitu aku akan melakukannya dengan ancaman! Kalau kamu masih ingin bekerja disini sebagai Oak, maka turutilah ucapanku, tapi kalau kamu menolak silahkan tinggalkan nama Oak yang tersemat di dirimu!" ancam Tuan Oak.
Andrew berpikir, dia tidak mungkin memberitahukan kepada ayahnya sekarang karena dia akan di anggap membual. Dan lagi, ia tidak tau apakah mereka sudah mempunyai rencana untuk menukar pasangan seperti ini atau Milla sedang berada di bawah kontrol Charlie. Entah apa yang dikatakan oleh Camilla itu benar atau tidak, dia tidak tau. Dia masih ragu tentang itu.
"Aku hanya akan mengatakan ini kepadamu karena sudah terlanjur kuucapkan, istriku saat ini adalah bukan istriku sesungguhnya. Aku tidak ingin kamu atau mama terlalu percaya kepadanya atau apa pun yang keluar dari mulutnya." jawab Andrew dan kali ini ia benar-benar meninggalkan ruangan ayahnya itu.
***
"Rasakan Camilla itu! Dia yang memulai pertengkaran ini dan dia yang akan merasakan akibatnya!" ucap Charlie, menyeringai lebar. Senyum liciknya terpampang jelas di wajahnya yang cantik.
Sambil terus mengusap-usap rambut Charlie dan menciuminya, Will memuji ketahanan Camilla, "Dia tidak melaporkan ulah yang kita perbuat lima tahun lalu dan dia juga tidak kembali atau bahkan sekedar mencari pun tidak. Menurutku itu luar biasa. Ditambah lagi, dia bisa survive." sambung Will lagi.
Charlie memberengut dan menepiskan tangan Will dari rambutnya, "Pendek sekali pikiran para pria! Kenapa hal seperti itu dibanggakan?" tanya Charlie iri.
"Itu bukan pendek tapi cerdas. Contoh saja dirimu, kalau aku ditanya apakah aku akan menikahimu, aku akan berpikir ratusan kali sebelum menjawab pertanyaan itu. Kalau untuk sekedar menjadi teman seperti ini, aku tidak akan menolak." jawab Will.
Andai saat ini Charlie pintar, dia akan meninggalkan Will saat itu juga. Namun, sayangnya Charlie tidak tau kalau Will hanya memanfaatkan dia saja untuk bersenang-senang.
Seperti selalu yang diucapkan Milla kepada Charlie, "Kita terkenal pintar, Charlie. Madison itu mempunyai ciri khas gadis kembarnya yang pintar. Tapi mereka tidak tau bahwa yang pintar hanya aku seorang sedangkan kamu hanya terlihat pintar, sebab itu kamu tidak bisa berpikir panjang. Aku peringatkan kepadamu, belajarlah memakai seperempat otakmu sedikit supaya kamu tidak dipermainkan orang lain."
Itulah yang sesungguhnya terjadi. Keluarga Madison terkenal dengan Gadis Kembar Madison yang pintar, kenyataannya adalah Camilla Madison yang selalu menutupu kebodohan yang dilakukan oleh saudari kembarnya. Dan itu terkadang membuat Camilla kesal dan jengkel. Namun, bagaimanapun Charlie adalah saudarinya, Milla tidak bisa membenci Charlie begitu saja, kan?
Kembali ke saat ini, Charlie masih menceritakan rencananya kepada Will, "Kalau orangtua Andrew memakan umpanku, maka aku akan..." bisik Charlie ke telinga Will.
__ADS_1
Adegan berbisik itu membuat Will kembali bergairah. Apalagi Charlie belum memakai selembar kain pun, dan dengan mudah Will memainkan segala yang di tawarkan Charlie kepadanya.
Selagi mereka sibuk melakukan pelepasan, Andrew segera menyusul mereka. Ia tau dimana Charlie dan Will biasa bermain, dan lagi hari ini Charlie menggunakan mobil Andrew sehingga dengan mudah Andrew dapat melacak GPS yang terpasang di mobil tersebut.
"Charlie, stop!" tukas Andrew begitu melihat Charlie dan Will bergulat.
Tanpa rasa bersalah, Andrew memasuki ruangan Will dan menarik Charlie, "Maaf, aku membutuhkan dia sebentar." ucap Andrew.
Dalam kondisi belum berpakaian, Andrew menyeret Charlie, "Aku tau kamu yang mengarang cerita itu! Dan itu jadi kesempatan untukku untuk membuktikan siapa kamu sebenarnya! Terimakasih!" seru Andrew kesal, tangannya terkepal di atas kepala Charlie.
"A..apa ma.. maksudnya, Andrew?" tanya Charlie.
"You should stop to lie, Charlie. Aku akan mencari bukti kalau kamu yang menukar Camilla denganmu di malam pernikahanku! Dan aku akan menjamin kamu akan masuk ke dalam penjara! Aku pastikan itu!" tukas Andrew lagi.
Ia menunjuk ke arah Will, "Tentu saja kamu akan ikut bersamanya, Will! Kalian bisa bercinta kapan pun kalian mau disana. Aku akan meminta kepada para polisi supaya mereka menyediakan bilik cinta untuk kalian." sambung Andrew tajam. Setelah itu dia bergegas pergi.
***
"Bolehkah aku bekerja bersama kalian?" tanya Andrew yang pada malam itu sudah berubah menjadi Robert Willow kembali.
Milla dan Millo berpandangan, "Apa yang bisa kamu lakukan?" tanya Milla.
Willow mengangkat bahunya, "Apa saja. Aku cepat belajar dan menguasai sesuatu." jawab Willow meyakinkan.
"Baiklah, besok pagi kami akan memperkenalkanmu pada Bob. Oke?" kata Millo.
Willow mengangguk. Andrew punya rencana gemilang dan akan memanfaatkan waktu skorsingnya untuk mengorek informasi dari Camilla setelah itu ia akan memberikan pelajaran kepada Charlie.
...----------------...
__ADS_1