Pernikahan Yang Tertukar

Pernikahan Yang Tertukar
Madison vs Oak


__ADS_3

"Apa!" tukas Andrew.


Nyonya dan Tuan Madison segera bergabung dalam rapat keluarga mendadak itu.


"Itu tidak benar! Sudah lama sekali sejak terakhir kami berhubungan," sanggah Andrew, dia melirik ke arah Camilla dan tidak jadi melanjutkan ucapannya.


Tuan dan Nyonya Madison belum menyadari ada Camilla disana. "Kenapa kamu mengusir anakku?" tanya Tuan Madison dengan telunjuk teracung ke wajah Tuan Oak.


Tuan Oak menunjuk Camilla. "Kamu lupa siapa yang kamu nikahkan malam itu, George?" tanya Tuan Oak.


Tuan Madison melihat kemana tangan Tuan Oak terarah, dan betapa terkejutnya ia begitu sadar ada Camilla disana. "Camilla?" katanya.


Nyonya Madison menyeruak diantara besan dan suaminya, kemudian ikut mematung bersama Tuan Madison. "Ca...Camilla."


Sepersekian detik kemudian mereka membuat suasana rumah itu menjadi haru. Dengan serta merta mereka memeluk putri mereka yang bertahun-tahun hilang. "Camilla, nak. Kamu kemana saja? Oh, Milla,"


Tuan Oak mendengus. "Berarti, selama ini kalian tau kalau putri kalian tertukar, kan?"


Tuan dan Nyonya Madison melepaskan pelukan mereka dari Camilla dan menelan saliva mereka dengan kasar. "Kami tidak tau kalau selama ini mereka tertukar," kata Tuan Madison.


"Ini penipuan. Selama lima tahun, hampir enam tahun kalian menipuku, Madison! Kami akan membawa masalah ini ke jalur hukum! Keterlaluan sekali kalian dan sekarang mau menipu anak kami dengan mengatakan bahwa putri kalian mengandung! Omong kosong!" tukas Tuan Oak.


"Memang mengandung! Dan itu anak Andrew!" seru Tuan Madison tak mau kalah.


Tuan Oak kini berkacak pinggang dan berhadapan dengan Tuan Madison. "Oh yah? Buktikan! Buktikan padaku kalau Charlie hamil anak Andrew! Kalau itu terbukti benar, Andrew akan bertanggung jawab!"


"Aku tidak pernah melakukan hubungan suami istri dengan Charlelie, karena hampir dua bulan ini aku tidak tinggal disini! Mungkin itu anaknya Will!" jawab Andrew.


"Will? Siapa lagi itu Will?" tanya Nyonya Oak.


Andrew menatap tajam Charlie. "Tanya saja kepadanya siapa William Scott itu!" tukas Andrew.


Di tengah keluarga yang saling memandang dengan sengit dan penuh kebencian itu, Milla berbisik kepada Millo. "Apakah keluargamu serumit ini?"

__ADS_1


Millo menganggukan kepalanya. "Keluar yuk. Kalau urusanmu sudah selesai ayo kita kembali, kita pindah kota. Bagaimana? Apakah kamu mau ikut denganku?" tanya Millo berbisik.


Milla setuju dengan usul Millo. "Tapi aku bingung, bagaimana cara kita keluar dari situasi ini?" tanya Milla.


Belum saja Millo menjawab, tangan Milla sudah di tarik oleh ayahnya. "Camilla, kamu memang selalu menjadi sumber masalah bagi keluargamu! Ayo pulang! Akan aku hajar kamu sampai kamu tidak ingin hidup lagi! Keterlaluan!" seru Tuan Madison.


Millo dan Andrew menahan tangan Camilla. "Maaf om, kalau Camilla akan di hajar, biarkan saya yang merawat Milla. Saya sudah lima tahun merawat anak om dan terbukti Camilla lebih bahagia bersama saya," kata Millo tersenyum lebar.


"Siapa kamu? Jangan-jangan Camilla menirukan sifat burukmu, yah? Siapa orangtuamu? Mendidik anak seperti itu! Ataukah orangtuamu juga tidak berpendidikan?" tanya Tuan Madison tertawa mengejek.


Millo mengeluarkan kartu pengenalnya. "Saya Millo Jonathan Forest, dari The Forest Coorp. Orangtua saya Nyonya Frederica Forest dan Tuan Felix Forest," jawab Millo lengkap.


Tidak hanya Madison yang terkejut, Tuan dan Nyonya Oak juga tercengang mendengar nama itu. Kesempatan ini di pergunakan Millo untuk mengambil Camilla dari orangtuanya.


"Fo...Forest Coorp. I...itu besar sekali, ba..bagaimana...?" Nyonya Madison terbata-bata melihat putrinya mengenal keluarga Forest dengan cukup dekat.


"Maafkan saya Tuan dan Nyonya Madison karena telah membuat keributan dan mengganggu istirahat anda," ucap Camilla meminta maaf.


Setelah berpamitan Camilla pun keluar dari rumah Andrew tersebut.


Camilla menoleh,


"Kamu mau kemana?" tanya Andrew. Ia berharap Camilla mau tinggal bersamanya.


Namun tidak dengan Camilla. Ia ingin secepatnya pergi dari tempat itu dan kalau perlu ia melepaskan nama Madison dan akan ia pakai jika butuh saja seperti Millo.


"Kami akan pergi mencari tempat yang baru, Andrew," jawab Camilla.


Andrew menggelengkan kepalanya. "Jangan pergi, kumohon. Jangan pergi lagi, Milla," pinta Andrew.


***


Sementara itu, orangtua Camilla mengajaknya berbicara.

__ADS_1


"Kenapa kamu datang kembali?" tanya Nyonya Madison.


"Aku tidak tinggal, aku akan pergi," jawab Camilla singkat. Kemudian Camilla balik bertanya. Pertanyaan yang selama ini ia ingin tanyakan. "Kenapa kalian tidak mencariku? Apa kalian bekerja sama dengan Charlie untuk membuangku?" tanya Camilla, suaranya sangat pedih.


Bagaimana tidak pedih? Lima tahun ia hilang, tidak ada yang mencari keberadaannya selama ini. Dan begitu ia muncul, kehebohan terjadi.


Millo, Andrew, serta Tuan dan Nyonya Oak menyimak pembicaraan mereka tanpa sepengetahuan Tuan dan Nyonya Madison.


"Karena kami tau kamu akan mandiri, tidak seperti Charlie," jawab Tuan Madison.


Milla mengangguk-angguk. "Baiklah kalau begitu, aku tidak akan pernah kembali lagi bersama kalian karena kalian tidak pernah mengharapkanku," balas Milla.


Millo dengan cepat menghampiri Milla. "Dia akan bersamaku. Aku meminta kepada kalian sebagai keluarga yang baik, berhenti untuk mengusik hidup Camilla," kata Millo.


Nyonya Madison tiba-tiba saja tertarik dengan Millo. "Apa kamu menyukai anakku? Mana orangtuamu? Kalau kamu mau bersamanya silahkan, tapi apakah orangtuamu tau tentang hal ini?" tanya Nyonya Madison.


Millo mendengus. "Aku sudah tidak ada urusannya lagi dengan orangtuaku. Aku sudah dewasa," jawab Millo.


"Tidak semudah itu, Forest!" Andrew menghampiri mereka. Ia melepaskan genggaman tangan Milla dan Millo.


"Sejak awal, Milla bersamaku," kata Andrew.


Nyonya Madison menampar tangan Camilla. "Lepas!" katanya. Nyonya Madison meminta Camilla melepaskan tangan Andrew.


"Urusan antara keluarga kita dan Oak belum selesai," ucap Nyonya Madison tajam.


Tuan Oak menatap keluarga Madison. "Baik, akan aku tunggu tantanganmu, keluarga Penipu!" tukasnya.


"Andrew! Masuklah!" titah Tuan Madison lagi kepada Andrew.


"Untuk sementara aku bukan Oak. Papa ingat, kan?" ucap Andrew.


Milla melepaskan tangannya dari cengkeraman Nyonya Madison. "Dan aku juga bukan Madison lagi! Aku tidak mau menjadi bagian dari keluarga penipu seperti kalian! Kalian tidak mencariku, kalian tidak mengkhawatirkanku selama bertahun-tahun aku menghilang! Kalian sama sekali tidak mencari tahu dimana aku, apakah aku masih hidup atau mati! Yang kalian ingin tahu hanyalah berapa banyak jg harta yang bisa kalian dapatkan!" ujar Camilla geram.

__ADS_1


Akhirnya mereka bertiga pergi dari keluarga masing-masing dan menempuh jalan mereka tanpa ada nama keluarga yang tersemat di belakang nama mereka.


...----------------...


__ADS_2