Pernikahan Yang Tertukar

Pernikahan Yang Tertukar
Joe Forest


__ADS_3

"Joe? Kakakku? Pria brengsek dia itu! Dia tidak akan membantu jika tidak ada imbalannya," ucap Millo berapi-api.


Camilla memberikan kabar kepada Millo tentang saudari kembarnya yang sempat terjerat kasus hukum itu. "Apakah kamu punya kakak yang bernama Stuart Joe Forest?" tanya Camilla sesaat setelah ia mendapat kabar bahwa Charlie masuk penjara akan tetapi belum 24 jam dia sudah di perbolehkan keluar.


Dan begitulah reaksi Millo saat Camilla menyebutkan nama kakaknya.


"Kakakku hanya memandang uang bukan rasa keadilan. Perbuatan yang telah Charlie dan Will lakukan tidak dapat di berikan keringanan, tapi entah bagaimana kakakku bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat," ucap Millo sambil menggelengkan kepalanya.


"Itu urusan orang tuaku. Aku tidak ingin ikut campur. Ayahku memarahiku karena katanya aku mendukung keluarga Oak untuk menjatuhkan Charlie beserta kedua orang tuaku," kata Camilla, air mukanya terlihat murung.


Millo paham sekali dengan maksud Camilla, tetapi Camilla tidak pernah menyebutkan satu pun nama di dalam kesaksiannya. Millo merangkul Camilla dan berusaha menghibur gadis itu.


"Tenanglah, Milla, suatu saat kebenaran akan berpihak kepada kita. Sampai waktu itu tiba, kita harus kuat dan sabar," hibur Millo.


Camilla tersenyum dan menyodok tulang rusuk Millo perlahan. "Bisa saja bahasamu, hehehe," sahutnya.


Sejak pulang dari rumah sakit dan menghadiri pemakaman anak Charlie, Camilla sama sekali belum sempat bertemu dengan Andrew. Ia berpikir, Andrew akan kembali kesini, tapi ternyata tidak ada Andrew di dalam apartemen Millo.


Camilla sempat kecewa, tetapi rasa kecewanya tidak berlangsung lama karena Tuan Madison meminta Camilla untuk segera kembali. Sebagai anak yang baik, Camilla menuruti permintaan ayahnya itu.

__ADS_1


Disitulah ia mengenal Joe Forest. Tuan Madison memarahi Camilla habis-habisan dengan tuduhan memberikan kesaksian palsu.


Setelah Tuan Madison lelah dan lengah, Camilla berusaha melarikan diri dan sampailah ia disini.


Sementara itu,


Joe Forest telah berhasil membersihkan nama keluarga Madison dan saat ini mereka sedang merayakan kemenangan mereka dengan gilang gemilang.


"Kamu bisa mengganti Will dengan Joe. Lihat itu Joe, dia datang dari keluarga terhormat dan pekerjaannya pun jelas. Dekati dia dan ajaklah dia untuk sering bermain bersamamu," sahut Nyonya Madison.


Charlie memperhatikan Joe dan menyetujui ucapan ibunya bahwa Joe pria yang cukup tampan dan yang terpenting adalah ia mapan tidak seperti will yang pengangguran.


Spontan saja Joe mengembalikan badannya dan menghadap Charlie. "Charlotte Madison, senang mengenalmu," balas Joe dengan senyum yang sanggup membuat siapa pun yang memandangnya terpesona.


Charlie mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Joe. Joe menyambutnya dan bahkan menarik tubuh kecil charlie ke dalam pelukannya kemudian mencium pipi kiri dan kanan Charlie.


"Di mana saudari kembarmu, Charlie? Setahuku kau memiliki saudari kembar yang pintar dan cantik," tanya Joe.


Charlie melenyapkan senyumannya dalam sekejap. Dia tidak suka pria yang di dekatinya bertanya tentang Camilla. "Yang ingin berkenalan denganmu itu aku, bukan kembaranku! Untuk apa aku menyebutkan namaku jika kamu bertanya tentang Camilla?" tanya Charlie kesal.

__ADS_1


"Ah, Camilla? Apakah namanya Camilla? Cantik sekali nam itu, aku jadi penasaran bagaimana wajah Camilla? Kamu cantik, tapi ya hanya cantik," kata Joe berterus terang.


Charlie semakin memberengutkan wajahnya. "Apa maksudmu aku hanya cantik? Kamu saja belum pernah bertemu dengan saudaraku!" gerutu Charlie.


"Tujuanku membantumu supaya aku mendapat akses untuk berkenalan dengan Camilla. Aku ingin tau bagaimana reaksi adik kecilku ketika aku mengincar kekasihnya, dan tugasmulah membantuku jika tidak, dengan senang hati aku akan menjebloskanmu ke dalam penjara bersama dengan kedua orang tuamu yang materialistis itu. Bagaimana, Charlotte?" tanya Joe dengan senyum licik terukir di wajahnya.


Plak!


Tangan Charlie melayang ke pipi Joe. "Kurang ajar kamu! Aku menolak!" ujar Charlie. Wajahnya memerah menahan emosi. Baru kali ini ia merasa sangat di rendahkan oleh seorang pria.


Joe tertawa sambil memegangi pipinya. Ia mengikat tangan Charlie dengan cengkeraman tangannya sendiri, dan menyudutkan Charlie ke tepi meja makan.


Kemudian, ia merendahkan tubuhnya dan berbisik, "Aku memang kurang ajar tapi aku bisa membuatmu tidak dapat berpaling dariku. Trust me, Charlie,"


Setelah berbicara seperti itu ia melepaskan Charlie dan meninggalkan wanita yang hampir menangis itu. Namun, di balik semua kesialannya hari ini, Joe berhasil membuat jantung Charlie melompat dan berirama tak karuan.


"Joe Forest, lihat saja pembalasanku!" seru Charlie bermonolog.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2