Pernikahan Yang Tertukar

Pernikahan Yang Tertukar
Happiness in The Sorrow


__ADS_3

"Charlie bertahanlah, nak!" tangis Nyonya Madison mengiringi putri cantiknya yang tergeletak lemah di atas ranjang rumah sakit dan tak sadarkan diri.


Darah segar terus mengalir dari pangkal pahanya disertai dengan cairan berwarna kemerahan. Awalnya Charlie hanya mengeluh kesakitan di bagian perutnya, dan kejadian itu terjadi begitu cepat, tiba-tiba saja cairan kemerahan segera mengalir keluar di sertai dengan darah segar.


Charlie panik dan tak sadarkan diri, Nyonya Madison segera memanggil ambulance dan membawa Charlie ke rumah sakit secepatnya.


Sesampainya di rumah sakit, Tuan Madison menghubungi Andrew untuk datang menyusul mereka.


Begitulah, sampai akhirnya mereka sudah tiba di rumah sakit untuk melihat kondisi Charlie malam itu. Charlie segera di masukan ke dalam kamar bersalin. Dokter kandungan mengambil tindakan cepat untuk mengoperasi Charlie demi menyelamatkan anak yang ada di dalam kandungannya.


Selama beberapa jam mereka menunggu, terdengarlah suara tangisan seorang bayi. Mereka pun serentak berdiri.


"Oh, itu anak Charlie. Semoga dia baik-baik saja," kata Nyonya Madison menautkan kedua telapak tangannya.


"Dia akan baik-baik saja. Charlotte bukan wanita lemah," ucap Camilla dengan yakin.


Nyonya Madison menatap Camilla dan memeluknya. "Setelah ini, pulanglah ke rumahmu sendiri, Milla," pinta Nyonya Madison.


Andrew memperhatikan Camilla, ia menunggu jawaban dari gadis yang terkesan tomboy itu.


"Aku tidak mau. Itu bukan rumahku. Toh kalian secara tidak langsung sudah membuangku. Aku hilang tapi kalian tidak mencariku. Aku yakin kalian saat itu tau bahwa yang menikah dengan Andrew adalah Charlie. Kenapa kalian diam saja?" tanya Camilla tenang.


Nyonya dan Tuan Madison diam, tidak berkutik. Mereka selalu terdiam jika adu pendapat dengan Camilla maka dari itu mereka menganggap Camilla cerdas dan Camilla jugalah yang telah mengangkat derajat keluarga Madison dengan kecerdasannya.


Setelah menunggu, dokter kandungan rumah sakit itu pun keluar dan memberikan penjelasan kepada Andrew juga keluarga Madison yang segera menghampiri sang dokter.


"Bagaimana, Dokter?" tanya Tuan dan Nyonya Madison.


"Kami terpaksa mengeluarkan bayinya terlebih dahulu supaya ia selamat dan tidak meminum air ketuban terlalu banyak. Bayi Nona Madison saat ini sedang berada di ruangan NICU karena prematur dan mengalami jaundice. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk membantu putra Nona Madison agar tetap hidup," sahut dokter memberikan penjelasan.


*NICU : Neonatal Intesive Care unit


* Jaundice : kuning


Tuan dan Nyonya Madison saling berpegangan tangan, begitu pula dengan Camilla dan Andrew. Dengan maksud ingin menguatkan Camilla, Andrew merangkul pinggang Camilla.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi Charlie? Anak saya?" tanya Nyonya Madison terisak.


Dokter menggelengkan kepalanya. Lemas sudah lutut Camilla begitu melihat dokter menggelengkan kepalanya dengan raut wajah putus asa.


"Saat ini, ibunya masih sangat lemah. Ia kekurangan nutrisi. Seharusnya ibu yang mengandung itu harus terpenuhi kebutuhan nutrisinya. Karena mereka akan berjuang saat melahirkan si bayi, begitu pula ketika si ibu harus menyusui bayinya atau mengurusnya. Maka itu, wanita yang sedang mengandung tidak boleh kekurangan nutrisi," ucap dokter. Nada suaranya lebih kepada menegur keluarga Madison yang telah membiarkan Charlie makan sesukanya.


"Dia diet, dokter. Saya sudah sering memarahinya untuk tidak diet," suara Nyonya Madison yang lirih terdengar sangat membela putrinya.


Dokter itu berdecak kesal. "Contoh orang tua yang tidak sayang kepada anaknya! Bagaimana kalau dia kati atau tidak bertahan karena menahan rasa sakit?" tukas si dokter melahap ucapan pembelaan Nyonya Madison.


"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, cairan serta vitamin juga sudah kami berikan kepada pasien. Nona Madison juga kekurangan darah dan kebetulan kami memiliki golongan darah yang sama dengan Nona Madison. Saat ini kita hanya tinggal menunggu Nona Madison terbangun," ucap dokter menjelaskan.


Setelah berpamitan kepada keluarga Madison, dokter itu pergi meninggalkan ruangan Charlie.


Seorang perawat mendekati mereka dan berkata, "Setelah sadar baru kami akan memindahkan pasien ke ruang rawat inap biasa," kata perawat itu.


Keluarga Madison diperbolehkan untuk melihat Charlie dari balik kaca rumah sakit.


"Papa sih membiarkan Charlie untuk diet padahal Papa tahu kalau Charlie sedang hamil. Harusnya dia makan banyak bukan malah diet!" tukas Nyonya Madison menyalakan kesalahan seluruhnya kepada Tuan Madison.


"Aku sudah membiarkan untuk hidup normal! Bahkan aku membebaskan dia untuk bergaul dengan William Scott," ucap Tuan Madison.


Pertengkaran dan adu mulut pun terjadi di antara tuan dan nyonya Madison.


Di tengah keributan itu muncullah seorang pria yang beberapa bulan terakhir itu menghabiskan waktu bersama Charlie.


"Selamat malam Tuan dan Nyonya Madison," sapa pria itu.


"Will! Untuk apa kamu ke sini?" tanya Tuan Madison.


"Tentu saja ingin mengetahui kondisi terbaru dari wanita yang kucintai serta anakku," jawab Will dengan lugas. Ia lupa ada Andrew dan Camilla di belakang keluarga Madison.


"Biarkan dia istirahat dulu, Will," kata Tuan Madison.


Will berjalan menghampiri ruangan Charlie dan melihat sesaat Bagaimana kondisinya. Begitu ia kembali ke ruangan Charlie ia baru sadar bahwa di sana ada Andrew serta Camilla yang menyimak pembicaraan antara dirinya dengan keluarga Madison.

__ADS_1


Andrew tersenyum sambil mengangkat dan menggoyang-goyangkan ponselnya. Ia telah berhasil merekam seluruh pembicaraan antara Will dengan Tuan Madison tadi.


"Kita tinggal menunggu kapan Dewi Fortuna akan berada di pihakku?" sahut Andrew dan kembali ke tempat ia semula duduk.


Wajah William memerah seakan baru saja ditampar oleh tangan yang cukup besar. "Apa yang akan kau lakukan dengan rekaman itu, Andrew?" tanya Will.


"Tentu saja aku akan menyerahkan ke pihak kepolisian," jawab Andrew masih tersenyum.


Baru saja Will akan membalas ucapan Andrew, perawat berlari dan masuk ke ruangan Charlie. Keluarga Madison beserta Andrew dan Will, mendekati ruangan Charlie untuk melihat apa yang terjadi.


Para perawat memberikan tindakan dengan cepat kepada Charlie sedangkan Tuan dan Nyonya Madison saling berpegangan tangan dan menangis di depan ruangan.


Tak beberapa lama aku, Charlie membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya. Setelah itu ia meraba perutnya, dan tiba-tiba saja ia berteriak. "Aaaaa! Ke mana anakku! Kemana bayi yang ada di dalam sini?" tanya Charlie kepada perawat itu.


"Bayi anda sedang dibersihkan, dan kami bawa ke ruangan NICU, karena bayi anda lahir secara prematur," jawab perawat itu.


"Jadi, apakah dia masih hidup?" Charlie bertanya lagi.


Seorang perawat dengan tubuh sintal memberikan jawaban kepada Charlie. "Tentu saja dia masih hidup," jawab si perawat itu sambil menyembunyikan tawanya.


Kemudian perawat mempersilahkan keluarga Madison untuk masuk ke dalam ruangan Charlie dan memberikan beberapa hidangan kepada Charlie.


"Makanlah uang banyak kau baru saja kehilangan banyak darah," ucap Tuan Madison keras.


"Bayimu akan berada di ruangan NICU selama 24 jam dan kalau sudah selesai mereka akan membawakan bayimu kesini," hibur Nyonya Madison.


Mereka pun bergantian keluar masuk ke dalam ruangan Charlie karena memang Charlie butuh banyak istirahat dan dilarang untuk kedatangan tamu atau pengunjung di sela-sela masa pemulihannya.


Ketika pagi hari tiba, seorang perawat bertubuh kecil datang membawakan kabar duka kepada mereka. "Maafkan kami, kami telah kehilangan putra Nona Madison," kata perawat itu.


Charlie menyembunyikan senyumnya begitu mendengar anaknya sudah tiada.


Berbeda dengan Will, ia sangat sedih karena buah hatinya gagal diselamatkan. Sesuai perjanjian yang telah dibuat antara Charlie dengannya, kalau Charlie berhasil merawat anak itu sampai besar maka Will akan membantunya untuk mendapatkan setengah kekayaan dari keluarga Oak, tapi kalau Charlie sampai kehilangan putranya maka seluruh kejahatan Charlie yang telah mereka lakukan selama 5 tahun akan disebarluaskan oleh Will.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2