
"Ada perlu apa kalian kemari? Beramai-ramai pula?" tanya Tuan Madison. Ia tercengang melihat gerombolan keluarga Oak yang tiba-tiba datang.
"Tidak di persilahkan masuk?" tanya Tuak Oak.
"Ya, ya, silahkan masuk. Aku tidak mengerti apa maksud kalian, tapi ya silahkan masuk," kata Tuan Madison.
Rombongan keluarga Oak pun masuk setelah di persilahkan oleh si empunya rumah.
"Jadi, mana putrimu yang katanya sedang mengandung cucuku itu?" tanya Tuan Oak.
Tuan Madison tampak tersinggung dengan ucapan Tuan Oak. "Siapa yang sedang mengandung? Putriku tidak ada yang mengandung! Dan siapa yang kamu maksud? Kalau si Camilla itu, biarkan saja. Aku tidak akan bertanggung jawab! Hidup ugal-ugalan, tinggal bersama para pria! Entah bagaimana nasibnya!" sahut Tuan Madison.
Tuan Oak mendengus. "Huh! Kalau Camilla yang mengandung cucuku, aku akan menyambutnya dengan gembira. Sayangnya, yang mengandung cucuku adalah putri kesayanganmu," jawab Tuan Oak. Nada suaranya seperti seseorang yang menyesal.
Tuan Madison terkejut dan berdiri dengan mengacungkan jari telunjuknya ke arah Tuan dan Nyonya Oak. "Apa katamu? Charlieku tidak mengandung! Sembarangan saja kalian bicara! Perilaku macam apa itu! Aku juga tidak sudi jika Charlie harus mengandung dari keturunanmu!" kata Tuan Madison berseru.
Nyonya Oak yang kesal memberikan hasil testpack Charlie kepada Tuan dan Nyonya Madison. "Ini buktinya, dan kami sudah membawa dokter kandungan langganan kami untuk memeriksa Charlie. Dia akan datang, tunggu saja," sahut Nyonya Oak.
Tuan dan Nyonya Madison menghampiri Charlie di kamarnya. "Charlie, mama dan papa masuk yah?" Nyonya Madison membuka pintu kamar Charlie dengan perlahan.
Charlie berbaring di ranjang dengan wajah pucat. Nyonya Madison mendekatinya. "Sayang, mama mau bertanya, apa yang kamu rasakan saat ini?" tanya Nyonya Madison lembut sambil membelai rambut ikal Charlie.
"Mual, pusing, dan kepalaku berat sekali. Seluruh tubuhku juga terasa tidak enak," jawab Charlie lirih.
"Bagaimana dengan perutmu? Apakah bergemuruh? Ada detak jantung lain?" tanya Tuan Madison. Ia ingin Charlie menjawab dengan cepat. Namun, Charlie justru diam saja dan tidak menjawab pertanyaan ayahnya.
Tuan Madison memegang perut Charlie. "Apakah kamu sedang mengandung?" tanya Tuan Madison.
"Jawab aku, Charlie!" karena tak sabar, Tuan Madison membentak Charlie.
Charlie meneteskan air matanya. "Aku, aku tidak tau kalau ternyata aku mengandung," jawab Charlie akhirnya.
__ADS_1
"Jadi? Katakan yang benar, kamu mengandung atau tidak!" tuntut Tuan Madison.
"Martin! Kendalikan dirimu! Kamu sedang berbicara dengan putri kita dan saat ini dia sedang tidak enak badan jadi bicaralah perlahan-lahan," tukas Nyonya Madison. Ia tak terima, anaknya di bentak walaupun oleh suaminya sendiri.
"Bagaimana aku bisa mengendalikan diriku kalau anakku dituduh mengandung anak dari mantan suaminya yang mengaku tidak pernah menyentuh anakku sekalipun," jawab Tuan Madison parau.
Charlie masih terisak-isak. "Kami sempat melakukannya kira-kira sebulan yang lalu setelah Andrew bertemu dengan Camilla dari video yang viral itu," jawab Charlie berbohong.
Kurang dari sebulan yang lalu ia berhubungan dengan Will, bukan dengan Andrew.
Nyonya Madison menenangkan Charlie dan membelai rambutnya. "Jadi benar kamu mengandung?" tanya Nyonya Madison.
Charlie mengangguk lemah. "Maafkan aku, mah," ucap Charlie terbata-bata karena terhalang isakan tangisnya.
Setelah mendengar penjelasan dari Charlie. Tuan dan Nyonya Madison kembali ke ruang tamu untuk menemui Keluarga Oak yang menunggu mereka.
"Anakmu, Andrew, seorang pembual ulung! Dia berkata bahwa dia tidak pernah menyentuh Charlie. Nyatanya, terakhir mereka berhubungan badan itu sebulan yang lalu! Cih!" tukas Tuan Madison berdecih dengan kesal.
"Kau sebut anakku murahan! Jaga ucapanmu Oak! Aku akan membawa masalah ini ke meja hijau! Siapkan pengacara terbaikmu!" Tuan Madison menantang Tuan Oak.
Suasana di kediaman Madison terasa sangat panas karena perkelahian antara Tuan Madison dan Tuan Oak yang semakin seru.
"Apa tuntutanmu?" tanya Tuan Oak.
"Tentu saja pencemaran nama baik dan korban penipuan!" jawab Tuan Madison.
"Korban penipuan? Seharusnya aku yang menuntutmu karena itu! Lima tahun kamu serta keluargamu membohongiku, Madison! Kau suruh putrimu menjadi orang lain selama lima tahun! Apa namanya itu kalau bukan penipuan!" balas Tuan Oak tidak mau kalah.
Tuan Oak dan Tuan Madison saling berpandangan dengan tatapan sengit.
Pertengkaran mereka terpaksa berhenti karena seseorang datang. Tuan Madison meminta pelayannya untuk mempersilahkan tamu itu masuk.
__ADS_1
Dan ternyata tamu tuan Madison, adalah dokter Jane. Dokter yang sudah dinanti-nantikan kehadirannya di rumah itu.
Setelah berpasa-basi dengan dokter Jane, pasangan Madison dan Oak menghampiri Charlie di kamarnya. Dokter Jane meminta Charlie untuk mengatakan sejujurnya apa yang ia rasakan.
Selain itu juga, dokter Jane akan melakukan USG kepada Charlie. Ia membawa peralatan USG lengkap. Dokter Jane meminta semua orang yang berada di kamar itu untuk keluar dan meninggalkan Charlie serta dirinya berdua saja.
Kira-kira 20 menit, dokter Jane keluar dengan membawa hasil pemeriksaan USG.
"Bagaimana hasilnya dok?" tanya Nyonya Madison.
"Sherly benar-benar mengandung. Usia kandungannya masih sangat muda, baru berusia dua minggu. Di trimester pertama, Charlie akan merasakan mual dan sangat sensitif terhadap apapun. Oleh sebab itu saya meminta kepada keluarganya untuk bisa menjaga perasaan Charlie, supaya janin yang ada di dalam kandungannya tetap sehat dan baik-baik saja," kata dokter Jane.
"Dua minggu? Bagaimana bisa aku tidak merasakannya? Seharusnya aku tahu saat dia mulai mengurung diri di dalam kamar dan menolak semua makanan," tanya Nyonya Madison.
"Tidak ada yang dapat memprediksi sebuah kehamilan. Kadang kita sudah yakin bahwa seseorang sedang mengandung tapi ternyata itu hanya seperti sakit lambung atau sekedar masuk angin biasa," jawab dokter Jane.
Belum selesai kejutan yang diberikan untuk keluarga Madison dan keluarga Oak. Andrew datang dengan tiba-tiba dan meminta uji DNA saat itu juga.
"Hei! Hei! Apa-apaan kamu, Andrew!" seru Tuan Oak.
"Aku tidak pernah menyentuhnya dan itu bukan anakku! Aku berani menjamin hal itu! Mungkin saja itu anak dari Will?" sahut Andrew berusaha mempertahankan nama baiknya.
"Will? Maksudmu William Scott?" tanya Tuan Oak.
Andrew mengangguk penuh keyakinan. "William Scott adalah kekasih gelap Charlie. Aku punya bukti videonya saat mereka melakukan hubungan badan di kamarku!" jawab Andrew, sorot matanya tidak ia lepaskan dari Tuan dan Nyonya Madison.
"Berikan buktinya kepadaku kalau itu bukan anakmu!" tuntut Tuan Madison.
Andrew tersenyum. "Tes DNA ada acara satu-satunya untuk membuktikan apakah anak yang dikandung Charlie adalah anakku atau anak William Scott!" balas Andrew tersenyum puas.
"Bagaimana, Tuan Madison? Apakah anda setuju dengan usulku?" tanya Andrew menantang.
__ADS_1
...----------------...