Pernikahan Yang Tertukar

Pernikahan Yang Tertukar
Surprised


__ADS_3

One Hour Ago


"Dimana Camilla?" tanya Andrew.


"Dia pergi ke rumahmu. Apa yang sedang terjadi?" Millo bertanya kembali.


"Saudara kembarnya yang brengsek itu berulah kembali! Aku tidak tau apa rencananya tapi aku yakin Camilla tidak baik-baik saja. Aku akan menghub... Oh, ****! Aku lupa semua fasilitasku di tarik oleh ayahku," seru Andrew, wajahnya berubah menjadi lemas begitu mengingat mereka harus naik apa kesana.


Millo menggelengkan kepalanya. "Menyedihkan sekali kamu, Oak. Ikut aku," tukas Millo.


Millo menghubungi seseorang dan meminta mereka untuk menjemputnya. Tak beberapa lama, seorang pria berdasi dan berpakaian rapi sudah tiba di depan apartemen mereka. "Tuan Forest," kata pria itu dengan hormat.


"Tuan Puck, aku akan membawa mobil ini sedangkan kamu, silahkan bersantai di apartemenku. Tolong di jaga kalau ada laundry datang. Oh, dan aku sudah memesan masakan China untukmu, terimakasih Tuan Puck," sahut Millo.


Pria yang bernama Tuan Puck itu mengacungkan ibu jarinya kepada Millo dan bergegas masuk ke dalam apartemen Millo untuk berjaga sesuai instruksinya.


Dengan bantuan Tuan Puck, mereka pun dapat menyusul Camilla malam itu. Millo mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.


***


Back At Now


Sementara itu, Tuan Oak masih menunggu jawaban dari Camilla. "Camilla, silahkan di jawab. Kami menunggu. Tidak mungkin kamu menunggu pagi, kan? Apa kamu tidak kasihan melihat sepasang orangtua yang menanti kebenaran di hadapanmu sekarang?" tanya Tuan Oak.


Camilla menelan salivanya. Ia bingung, ia ingin sekali bercerita bahwa Will yang menculiknya tapi untuk menyebut nama Will, dia butuh sebuah bukti. Bukti yang menyatakan bahwa ia diculik di malam pernikahannya.


"Yang terjadi sesungguhnya adalah, aku..." Milla menghela nafasnya. Dia tidak tau apa yang harus ia ceritakan. Tangan Milla menggenggam erat ujung-ujung bajunya.


"Dia tidak bersalah, Tuan Oak! Karena aku menemukan Camilla di depan apartemenku saat itu,"

__ADS_1


Suara tegas langkah kaki masuk ke dalam ruang keluarga yang saat itu mereka gunakan untuk berkumpul.


"Millo," ucap Milla yang dengan cepat menoleh ke arah sumber suara.


Millo diikuti dengan Andrew di sampingnya berjalan masuk untuk membantu Camilla menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"Namaku Millo Forest, Tuan Oak," kata Millo seraya menjabat tangan Tuan Oak yang terpana.


***


Matahari mulai menunjukkan kegagahannya di ufuk timur, pagi itu menjadi pagi yang sibuk di kediaman Oak. Bagaimana tidak, begitu para pelayan terbangun, mereka sudah melihat 6 orang di ruang keluarga dengan mimik wajah serius.


Segera saja pelayan-pelayan itu keluar dan mulai sibuk menyiapkan hidangan sarapan serta minuman hangat.


"Forest? Bagaimana kamu bisa mengenal anakku dan Camilla?" tanya Tuan Oak.


Tuan dan Nyonya Oak menautkan alis mereka. "Tunggu, maksudmu, Camilla begitu saja muncul di depan apartemenmu dan dalam keadaan tak sadarkan diri? Begitu?" tanya Nyonya Oak.


Millo mengangguk. "Dengan memakai gaun pengantin serta riasan pengantin," jawab Millo lagi yang masih mengingat jelas bagaimana ia dan Camilla pertama kali bertemu. Karena saat itulah ia sudah jatuh cinta dengan Camilla Madison.


Camilla memberikan tatapan terimakasih kepada Millo. Dan Millo membalasnya dengan menggenggam tangan Camilla. Tak mau kalah, Andrew merangkul Milla di dalam dekapannya.


Tuan Oak melihat pemandangan itu kemudian ia berdeham. "Ehem! Jadi? Ini yang kamu maksud, Andrew? Mencari bukti tentang ini?" tanya Tuan Oak.


Andrew mengangguk. "Aku belum bisa memberikanmu bukti, tapi aku membawakan kepadamu seorang saksi," jawab Andrew.


Milla mengerutkan keningnya, bagaimana Millo dan Andrew saling mengenal? Nanti akan ia tanyakan kepada mereka.


"Baiklah, aku paham. Aku kira sudah cukup jelas siapa yang bersalah disini. Charlie, silahkan kemas barang-barangmu dan keluarlah dari rumah ini." titah Tuan Oak.

__ADS_1


Charlie menggelengkan kepalanya. "Tidak, papa. Ini bukan salahku. Mungkin saja itu kemauan Camilla, kan? Papa belum mendengar jawaban dari Camilla, tapi kenapa sudah memutuskan aku yang bersalah?" protes Charlie.


"Apa kita masih membutuhkan kesaksian dari Camilla. Baiklah, ayo kita dengarkan cerita Camilla," kata Tuan Oak, pandangannya kini beralih kepada Camilla.


Camilla memandang Millo, untuk alasan apa dia juga tidak tau. Millo menganggukkan kepalanya sebagai tanda dukungan kepada Milla.


"Malam itu, ketika aku bersiap-siap untuk keluar dari kamar rias, seorang pria berbadan besar menyekapku, ia membekap mulutku dan sepertinya ia meneteskan obat tidur di dalam scarf yang ia pakai untuk membekapku. Setelah itu aku tidak ingat lagi apa yang terjadi. Yang aku ingat, Millo membangunkanku dan aku sudah berada di depan apartemennya," kata Milla menutup ceritanya.


Ia tidak menyebut nama Charlie atau Will dalam ceritanya, ia hanya menyebutkan seorang pria. Charlie sedikit bernafas lega.


Semua yang mendengarnya menarik nafas panjang. Siapa yang dimaksud Milla tentang pria itu?


"Camilla, apakah itu Will? Karena aneh sekali, jika itu terjadi tanpa di rencanakan tidak mungkin Charlie bisa menggantikanmu secepat itu, kan? Artinya, Charlie sudah bersiap-siap untuk menggantikanmu dengan alasan kamu memintanya untuk menggantikanmu jika hanya jika suatu hari penyamarannya sebagai dirimu terbongkar," sahut Andrew tiba-tiba.


Camilla tidak menjawab dan semua yang ada disana mengartikan, aksi diamnya Camilla merupakan persetujuan dari pertanyaan Andrew tersebut.


Tuan Oak mendengus. "Oke. Sudah jelas semuanya, sebelum aku memanggil pihak yang berwajib, Charlie, kemas barang-barangmu dan keluarlah dari rumah ini sekarang juga!" kembali Tuan Oak memerintahkan Charlie untuk pergi.


"Aku tidak mau pergi!" seri Charlie.


"Katakan alasanmu!" sahut Nyonya Oak.


Ingin sekali Camilla membela saudaranya saat itu, tapi mengingat apa yang sudah ia lakukan bertahun-tahun membuatnya enggan untuk membelanya.


"Charlie, katakan alasanmu!" Andrew ikut mendesak Charlie.


"Karena dia sedang mengandung anakmu, Andrew Oak," sahut seorang wanita bersanggul yang tiba-tiba saja masuk memeriahkan suasana pagi itu di kediaman Oak.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2