Pernikahan Yang Tertukar

Pernikahan Yang Tertukar
Joe's Dilemma


__ADS_3

Di suatu siang di sebuah kamar hotel nan megah di pusat kota, Tuan Madison sedang menunggu dengan gusar. Wajahnya tampak kesal dan tak sabar.


Setelah Tuan Madison menunggu selama 30 menit, akhirnya pria yang ditunggu olehnya datang juga.


"Forest!" sapa Tuan Madison.


Joe Forest, seseorang yang di nanti-nantikan oleh Tuan Madison, tampak santai dan air mukanya tidak ada rasa bersalah sekali pun.


"Darimana saja, kamu?" tanya Tuan Madison gusar kepada Joe Forest.


"Aku tidak terikat perjanjian untuk selalu mengikutimu seperti seeokor anjing, kan? Dan lagi, aku tidak harus melaporkan kepadamu tentang apa yang aku lakukan? Tidak, kan? Aku rasa apa yang aku lakukan di luar sana bukan urusanmu, Madison," jawab Joe.


Tuan Madison menggertakan giginya menahan kesal. "Eerrgghh! Hei! Kamu sudah kubayar untuk membela anakku di persidangan, lalu kenapa kamu tidak mencari tau tentang lawan kita?" tanya Tuan Madison gusar.


"Itu bukan urusanku. Kau hanya memintaku untuk membebaskan putrimu tanpa syarat, and i've done. Seharusnya kau yang memberikan Camilla kepadaku, sehingga aku tidak perlu mencari dan menyusulnya ke kota kecil itu!" sahut Joe tak mau kalah. Ia mengambil rokok elektriknya dan menghisap benda itu.


Wajah Tuan Madison memerah karena ia tak menyangka untuk berbicara dengan Joe harus sesabar dan sedetail itu. "Lalu, menurutmu tugasmu sudah selesai?" tanya Tuan Madison geram.


Joe menghembuskan asap bulat dari rokok elektriknya. "Apa lagi yang harus kulakukan? Hutangmu saja belum kau bayar," ucap Joe santai.

__ADS_1


"Lakukan apa pun yang kau mau terhadap Camilla asal kamu mau membantuku di persidangan besok!" titah Tuan Madison.


Joe menjentikkan jarinya. "Apa yang membuatmu begitu membenci Camilla? Dia seorang gadis sama seperti Charlotte, kamu tidak memarahi Charlotte saat ia menukarnya dan bahkan membuang! Membuang loh ini, membuang Camilla ke kota lain dan menggantikan posisinya sebagai istri Oak. Kalian tidak mencari, kalian tidak melaporkan kehilangan putri kalian. Dia anakmu juga, Madison. Apa yang membuatmu membencinya?" tanya Joe.


Selama 3 hari ini ia mengenal Camilla dan ia bukanlah sosok gadis yang manja atau cengeng seperti Charlotte. Semakin mengenalnya, Joe semakin menyukai Camilla. Tadinya ia hanya berniat mengisengi Millo dengan berpura-pura menyukai Camilla, tapi ternyata justru hatinya yang terpikat pada Camilla.


Seakan tersinggung dengan perkataan Joe, Tuan Madison pun meninggikan suaranya. "Jangan asal bicara! Kamu tidak tau apa yang terjadi dengan kami!" kata Tuan Madison.


"Apa? Katakan padaku sebelum pikiranku berubah," tantang Joe.


"Berubah? Apa maksudmu berubah?" tanya Tuan Madison, wajahnya sekarang sedikit takut akan ancaman Joe.


"Aku akan mengundurkan diri menjadi pengacaramu dan aku bersedia menjadi saksi tentang kejahatan yang kalian lakukan. Apalagi aku mendengar kalau William Scott akan mengajukan tuntutan terhadap Charlotte," ucap Joe, wajah liciknya di penuhi senyuman yang mematikan bagi siapa pun yang melihatnya.


"Ja-, jangan kau lakukan itu! Aku akan melakukan semua yang kamu perintahkan, asal jangan tinggalkan kami," pinta Tuan Madison sambil bertekuk lutut.


"Camilla! Aku akan meminta Camilla untuk menikahimu," sambung Tuan Madison lagi.


Ia segera mengambil ponselnya, akan tetapi Joe tak kalah cepat. Ia merebut ponsel dari tangan Tuan Madison dan melemparnya ke ranjang.

__ADS_1


"Dengarkan aku, Bapak Tua! Camilla lebih mahal dari putri cengengmu dan aku bisa membuatnya menikah denganku tanpa bantuanmu," ucap Joe penuh keyakinan.


Tuan Madison bangkit berdiri dan berdecih. "Cih! Sombong sekali! Dengan ada Oak sebagai saingamu, belum lagi adikmu sendiri. Apa kamu sanggup?"


"Kau meremehkanku, Bapak Tua! Adikku dengan mudah kusingkirkan, kalau Oak, mungkin aku perlu strategi sedikit tapi aku pasti berhasil. Tapi, itu tak perlu kamu khawatirkan, bukan? Kau seharusnya khawatir kalau aku bosan dengan anakmu, aku akan meninggalkanmu. Aku heran apa yang kau banggakan terhadapnya?" sahut Joe, dengan santai ia membuka kemejanya dan berganti dengan memakai bathrobe di hadapan Tuan Madison.


Tuan Madison memalingkan wajahnya. Namun, ia memikirkan sebuah ide yang mungkin akan menguntungkan untuk dirinya dan menyelamatkan keluarga Madison dari jerat kemiskinan.


"Daripada kamu berharap pada Camilla, kenapa kamu tidak menikah dengan Charlie. Aku pikir Charlie cukup cantik, walaupun tidak secerdas Camilla?"


Tawaran Tuan Madison tentu saja membuat Joe tertawa mengejek. Ia mengusap ketiadaan air mata di pelupuk matanya. "Charlie? Hahahaha, lebih baik aku tidak menikah, Bapak Tua!" tukas Joe.


"Mengapa kamu menolak anakku?"


Raut wajah Joe tiba-tiba saja berubah. Senyumnya menghilang dalam sekejap. "Pertanyaan yang sama yang kuajukan kepadamu. Mengapa kamu menolak anakmu?"


Tuan Madison tetap menolak untuk menjawab pertanyaan dari pria berbadan kekar itu. "Itu bukan urusanmu! Dan kurasa urusanku sudah selesai disini! Permisi," tukas Tuan Madison.


Joe mempersilahkan Tuan Madison untuk segera keluar dari kamar hotelnya.

__ADS_1


Selepas kepergian Tuan Madison, Joe duduk di meja kerjanya dengan menopangkan tangan. 'Oak. Menarik. Tapi aku tetap optimis Camilla akan memilihku. Entah mengapa aku jadi sangat tertarik dengan gadis itu? Camilla, Camilla, Camilla. Kamu membuatku gila, Camilla!' ujar Joe bermonolog.


...----------------...


__ADS_2