
Camilla terdiam mendengar pernyataan cinta dari Millo. "Selama lima tahun aku mengharapkan Andrew untuk hadir menemani hari-hariku. Aku rasa sudah saatnya untuk move on dari Andrew. Aku tidak akan menjawab ya padamu, tapi kalau kamu mau menungguku untuk berani membuka hatiku kembali, aku akan mencobanya. Bagaimana Tuan Millo Jonathan Forest?" Camilla menjawab dengan panjang karena ia tidak mau sakit untuk yang kedua kalinya.
Oleh karena itu, sejak kasus penculikannya, Camilla menutup hatinya rapat-rapat supaya tidak ada orang lain mencoba masuk ke dalamnya.
Senyuman di wajah Millo terukir lebar. "Aku tidak masalah dengan itu. Kita jalani saja dulu yang ada saat ini hanya saja mungkin lebih serius, lebih romantis, hehehe," ucap Millo, ia tersipu malu saat mengucapkan itu.
"Apakah kamu yakin bisa membuatku bahagia?" tanya Camilla, sepertinya ia belum yakin kalau Millo serius mencintai dia.
Millo menghela nafasnya. "Kalau itu, hanya hatimu yang bisa menjawabnya. Karena level bahagia orang itu berbeda dan cara mereka berbahagia pun berbeda," jawab Millo.
"Benar katamu. Baiklah, aku akan mencobanya bersamamu. Tapi aku tidak mau terburu-buru, maksudku kita jalani ini perlahan-lahan tanpa paksaan. Deal?" usul Milla.
Millo tertawa. "Hahaha, baiklah," jawab Millo, ia mengulurkan jari kelingkingnya dan menautkan jarinya ke jari Camilla.
"Kita sudah berjanji," ucap Millo lagi. Kini jari kelingking mereka sudah saling bertautan tanda bahwa mereka sudah terikat dengan janji mereka masing-masing.
"Camilla, can i ask you semonthin'?" tanya Millo.
__ADS_1
Camilla menganggukan kepalanya. "Hmm, apa itu?"
"Apakah kamu mengharapkan Andrew kembali? Apa kamu masih mencintainya?" Millo memberanikan diri untuk bertanya walaupun dia tidak siap dengan jawaban Camilla nantinya.
"Itu... Sulit, hahahaha. Kenapa kamu tidak bertanya kepadaku tentang pertanyaan yang mudah? Itu sulit, Millo. Apakah aku harus menjawabnya?" keluh Camilla.
Millo mengangguk yakin, satu tangannya memainkan rambut ekor kuda Camilla. "Yes, you should. Anggap saja kamu sedang melatih hatimu,"
"Baiklah, apakah aku mengharapkan Andew? Ya, saat awal aku terdampar disini. Aku berharap dia mencariku tapi dia tak kunjung datang. Tahun demi tahun kujalani dan akhirnya harapan itu hilang dengan sendirinya," jawab Milla, hari ini ia menjawab dengan menggunakan hati.
"Kemudian, saat Andrew muncul kembali karena video viralku saat itu, aku kembali berharap padanya. Aku akui aku marah dan kecewa saat itu tapi begitu melihat wajahnya entah kenapa harapan itu timbul kembali," sambung Camilla.
"Wah, kalau begitu aku tidak punya kesempatan untuk berada di hatimu. Tapi tadi kau mengatakan kalau kamu akan mencobanya bersamaku dan aku sangat berterima kasih atas jawabanmu itu," sahut Millo menanggapi jawaban Camilla.
Camilla mendengus. "Cara terbaik mengobati patah hati adalah mencari hati yang baru, bukan?" Camilla tersenyum, ia menggoda Millo.
"Jadi saat ini kamu patah hati?" tanya Millo lagi. Dia ingin Camilla menuntaskan perasaannya terhadap Andrew.
__ADS_1
Camilla mengangkat kedua bahunya. "Mungkin sedikit patah hati karena tadinya aku berharap Andrew bisa tinggal lebih lama tapi ternyata sepertinya saudariku berulah kembali," jawab Camilla.
"Kamu membenci Charlie?" Millo bertanya.
Kamila menggelengkan kepalanya. "Bagaimanapun dia adikku, aku tidak mungkin membencinya," jawab Camilla.
"Aku tidak salah jatuh cinta kepadamu 5 tahun yang lalu. Selain kamu cantik, kamu pintar dan kamu sangat baik," ucap Millo.
Mata mereka kini bertemu. Camilla dengan cepat mengalihkan pandangannya ke arah lain. Wajahnya memerah, ia tersipu malu.
"Terima kasih. Sekarang jantungku berdebar hanya karena bertatapan denganmu. Apakah itu tandanya aku sudah jatuh cinta kepadamu?" tanya Camilla tanpa menatap Millo.
Millo memegang dagu Camilla, dan mengarahkan ke wajahnya. Dengan perlahan, Millo menyapu bibir Kamila dengan bibirnya.
Ia mencium Camilla dengan lembut. Tak lama ia melepaskan ciumannya. "Apakah kamu makin berdebar?" tanya Millo.
Camilla tak menjawab pertanyaan Milo. Namun, ia menarik Milo untuk lebih dekat dengannya dan perlahan Camilla memejamkan matanya, dan mencium Millo kembali.
__ADS_1
...----------------...