
Hubungan antara Joe Forest dengan Camilla Madison mewarnai media akhir-akhir ini. Bagaimana tidak, seorang anak narapidana berkencan dengan pengacara sukses yang tampan.
Para penggemar Joe yang dinamakan dengan "Stuart Little" menolak hubungan itu. Mereka melakukan demonstrasi di depan kantor hukum Joe.
"Pilihlah Wanita Baik-baik, Stuart!" tulis mereka di salah satu baliho.
"Singkirkan Madison!" tulis yang lain.
Namun, Joe bukan pria yang harus menjelaskan segalanya. Jadi, dia tidak menanggapi apa pun saat itu.
"Bagaimana kalau kamu kehilangan penggemarmu?" tanya asisten Joe yang bernama Tj.
"Uruslah. Aku membayarmu untuk itu, kan?" jawab Joe singkat. Jari jemarinya lincah menari di atas keypad ponselnya.
"Kapan kamu akan menggelar konferensi pers terkait masalah pribadimu ini?" tanya Tj lagi.
Joe menggerakan jarinya ke kanan dan ke kiri. "Ini bukan masalah tapi, ya, ini ranah pribadiku. Katakan saja aku memang sedang berkencan dengan Madison. Jika memang mereka penggemarku, mereka akan mendukungku bukan mencercaku. Cih! Penggemar amatiran! Coba saja adakan giveaway, mereka-mereka itulah yang akan mau di barisan depan!" tukas Joe ketus.
Selain penggemar Joe, ada beberapa oknum lain yang tidak menyukai hubungan Joe dengan Camilla.
"Kamu kan adiknya, seharusnya kamu lebih tau pergerakan kakakmu, Millo!" sahut Andrew. Ia benar-benar terkejut begitu berita itu muncul ke permukaan.
Satu pertanyaan mereka. "Sejak kapan Joe dan Camla dekat?"
"Kupikir dia akan mempertimbangkan ungkapan cintaku. Dua kali aku mengungkapkan cintaku, dan dua kali juga dia menolakku. Ah, menyedihkan sekali," sahut Millo tertunduk.
Masih jelas sekali jawaban Camilla atas pernyataan Millo, kalau ia ingin menjalankan ini secara perlahan dan tanpa komitmen. Namun, seperti petir di siang hari yang terik sekali, Millo mendapatkan berita bahwa Joe dan Camilla resmi berkencan.
Brak!
"Kencan itu sama dengan komitmen, kan? Iya, kan?" tanya Millo, ia masih belum menerima kenyataan pahit tentang Camilla.
__ADS_1
Tiba-tiba saja, kedua mata Andrew membulat sempurna. "Bob! Ayo kita ke tempat, Bob! Dia adalah saksi kunci," kata Andrew. Ia berjalan dengan gagah menuju tempat Bob. Millo setuju dan mengikuti Andrew dari belakang.
"Hahahaha. Aku yang menyuruh anak itu untuk berkencan. Apakah ada masalah, Tuan-tuan?" tanya Bob kepada Andrew dan Millo setibanya mereka disana.
Andrew dan Millo membelalakkan netra mereka. "Kenapa? Kenapa, Bob? Kau tau kan kalau aku yang selalu mencintainya selama lima tahun terakhir ini?" tanya Millo. Ia tak percaya kalau Bob ternyata pendukung Joe.
"Jangan salah paham, dulu! Camilla menemukan sosok seseorang ayah pada Joe. Usia Joe yang jauh lebih tua membuat Camilla nyaman, dan lagi Joe bisa mengayomi Camilla dengan baik sehingga Camilla tidak perlu berpura-pura kuat atau ceria saat hatinya sedang berkecambuk," ujar Bob bijaksana.
Andrew dan Millo saling bertukar pandang. Ucapan Bob ada benarnya karena memang saat ini seseorang yang kuatlah yang mampu mendampingi Camilla dengan segala masalah yang sedang menimpanya.
"Dukunglah. Dengan begitu, kalian sudah membuatnya bahagia," ucap Bob lagi.
"Memang hanya itu yang dapat kami lakukan, kan?" tanya Millo.
Andrew pun mengangguk setuju.
***
Sementara itu di rumah tahanan, Joe menjenguk Tuan Madison.
Tuan Madison berbalik badan, tapi petugas rumah tahanan itu memaksa Tuan Madison untuk duduk dan menerima tamunya.
"Apa kabar, Martin?" tanya Joe seenaknya.
Tuan Madison membuang mukanya. "Untuk apa kau kemari? Sudah puas kamu mempermainkanku dan keluargaku?" tanya Tuan Madison ketus.
"Hoho, Bapak Mertua. Tujuanku kesini untuk menjenguk calon ayah mertuaku dan membawakan makanan kesukaannya," ucap Joe.
Tuan Madison melirik dari sudut matanya, melihat apa yang dibawakan oleh Joe. Jujur saja, selama berada di dalam tahanan, Tuan Madison tidak dapat makanan layak.
"Bapakku ini suka daging panggang, bukan? Aku bawakan. Bapakku juga suka kue bolu manis, bukan? Itu juga sudah dibawakan oleh anakmu yang tampan ini, Bapak," sahut Joe sambil mengeluarkan satu per satu makanan yang dibawanya.
__ADS_1
"Ini semua untukmu, Bapak Tua," ujar Joe lagi menyerahkan bungkusan super besar itu.
"Camilla yang membuatnya, ia juga membawakan satu set skin care serta makanan kesukaan Nyonya Madison dan Charlotte," sambung Joe lagi.
Suasanya saat itu menjadi sepi dan canggung. Tuan Madison mengambil itu semua tanpa mengucapkan terima kasih baik itu kepada Joe yang telah membawakan ataupun kepada Camilla yang telah membuatkan.
"Aku akan menikahi Camilla dalam waktu dekat ini. Setelah itu aku akan membawanya ke luar negri untuk tinggal bersamaku dan melupakanmu," Joe memberitahukan rencananya kepada pria tua yang berada di balik kaca pembatas rumah tahanan itu.
"Bawalah dia! Kalau kau tau penyebab aku membencinya kurasa kau akan mengerti," sahut Tuan Madison kaku.
Joe mendengus. "Karena Camilla lahir lebih dulu dan menyebabkan kembarannya tertinggal di dalam dengan kondisi kehabisan air ketuban. Lucu sekali alasanmu membencinya!" tukas Joe.
"Charlieku hampir mati! Kau belum pernah merasakan kondisi sesuram saat itu!" Tuan Madison tampak murka dan sakit hati sekali mengingat hal tersebut.
"Apa yang sudah kalian berikan kepada Camilla selama hampir 25 tahun ia hidup?" tanya Joe.
Kali ini, Tuan Madison lah yang mendengus. "Huh! Banyak yang menyukai dia semenjak dia kecil. Sudah kukatakan kepadamu, dia mengambil semuanya dari Charlie. Perhatian orang-orang, air ketuban, kecerdasan, kecantikan, semua diambil oleh Camilla tanpa menyisakan satu hal yang baik untuk Charlie!" geran Tuan Madison, ia mengepalkan kedua tangannya. Ingin sekali ia meninju wajah Joe yang sok tau itu!
"Hahahaha! Beruntunglah Camilla tidak mewarisi sifat kedua orang tuanya. Camilla menurunkan semua kebaikan kalian, sedangkan Charlotte? Kalian mendidiknya dengan sangat baik, Madison," Joe tertawa mengejek.
"Lalu, untuk apa kamu kesini selain memberikan makanan?" tanya Tuan Madison, berusaha melupakan kekesalannya.
"Aku butuh kartu keluargamu," jawab Joe.
Tuan Madison menautkan kedua alisnya. "U-, untuk apa?" tanya Tuan Madison takut-takut.
"Aku mempunyai dua pilihan untukmu. Pertama, aku meringankan hukuman kalian dengan syarat kalian harus mengasingkan diri tapi tidak perlu membawa seluruh harta kekayaan kalian beserta semua aset baik yang bergerak maupun yang tidak. Hutang-hutangmu, tentu saja kau yang harus melunasinya," jawab Joe.
Kemudian ia mengetuk jarinya ke kaca pembatas. "Yang kedua adalah, ini mudah sekali dan ini permintaan Camilla. Coret namanya dari daftar anggota keluargamu dan ia tidak akan meminta sepeserpun dari hartamu. Aku tau ini sulit karena sebagian besar hartamu adalah dari jerih payah Camilla. Dia manusia di belakang layar, benar begitu, Martin?" tanya Joe tersenyum puas saat ia melihat raut ketakutan dari wajah Madison.
Pertanyaan pilihan itu sekaligus untuk menguji Madison, apakah ia masih memiliki hati untuk anak gadisnya yang tidak pernah mengerti kenapa karena hal sepele itu.
__ADS_1
"Kutunggu jawabanmu, 5 menit dari sekarang!" titah Joe lagi, menyalakan alarm pada ponselnya.
...----------------...