Pernikahan Yang Tertukar

Pernikahan Yang Tertukar
PESTA PERTUNANGAN


__ADS_3

Saat itu, Arum baru saja pulang kerumah. Dia sengaja datang ke kantor hari ini, untuk mengajukan cuti. Karena dia akan melangsungkan pernikahan dengan kekasih tercintanya sebulan lagi.


Jack, kekasihnya. Mereka menjalin hubungan sejak perjodohan sepihak, merasa mereka tidak saling cocok dan memutuskan untuk ke jenjang yang lebih serius lagi karena papa Arum memintanya menikah.


Padahal Arum begitu mencintai Ghani, begitu pula sebaliknya, dia begitu menyayangi Arum.


Dia menyukai kepribadian Arum yang manja dan sedikit suka ngambek. Menurut Ghani, dia akan terlihat cantik jika Arum sedang ngambek kepadanya. Tetapi dia juga sedikit keras kepala.


Arum gadis yang mandiri, berkerja keras saat ingin mencapai tujuannya. Tidak heran jika dia sudah mencapai cita-citanya yaitu menjadi seorang sekretaris di perusahaan ternama, meski kini ia masih melanjutkan kuliahnya.


Banyak orang yang diam-diam mengaguminya di kantor, bahkan ada yang betul-betul menyatakan cintanya kepada Arum. Namun dia tetap dengan ketulusan dan kesetiaannya, dia tidak akan mungkin menghianati cintanya.


Terlebih lagi Ghani memperlakukannya penuh kasih sayang, hanya saja Arum bingung untuk niat lari dengan Ghani, dari pernikahan paksa. Tapi Arum tidak tega pada sang papa, ia takut durhaka pada orangtuanya, terlebih ia hanya mempunyai papa, sejak ibunya meminta berpisah.


Saat Ghani melamarnya. Kebahagiaan terpancar di wajah mereka berdua, akan tetapi sang papa menentang. Sepasang cincin permata melekat di jari manis Arum dan Jack lah saat ia datang, ketika Ghani melamar. Maka perseteruan keluarga Ghani dimulai, sehingga orangtua mereka memutuskan untuk Ghani juga putus dengan Arum, karena kesalahpahaman.


Keluarga Ghani, berfikir Arum sengaja membuat dua lamaran, dalam satu hari. Sehingga papa Arum menerima keluarga Jack, padahal orangtua Ghani datang baik baik, dan lebih dulu melamar. Atau karena lamarannya tidak berpuluh miliar seperti Jack.


Hingga hari tiba malam pertunangan, Arum merasa ingin membatalkan. Ia ingin sekali bicara kebusukan pria bernama Jack, tapi Arum tak punya bukti. Terlebih beberapa hari lalu, ia dilabrak seorang wanita.


Tak heran jika laki-laki seperti Jack jatuh cinta padanya. Tapi tidak menyangka pula, di saat pertunangan mereka hampir selesai, tamu-tamu yang di undang sudah mulai sepi meninggalkan kediaman keluarga Tjien, yakni orangtua Jack datang tiba-tiba, dan mengejutkan keluarga Arum untuk mengalihkan perhatian mereka padanya.


"Arum, mama datang sayang. Mama ikut bahagia saat ini."


"Mama, mama dari mana saja. Pertunangan ini bukan keinginan Arum. Mama, bisa bicara pada papa. Arum bingung, untuk mengatakannya, Jack tidak sebaik yang mama kira. Karena.."


"Ssst! mama tidak bisa lama, mama hanya hadir sebagai tamu. Tapi mama pasti akan membantumu, mama tahu apa yang ada dalam hatimu nak."


Senyum terukir di bibir Mira. Matanya berbinar melihat putri sulungnya. Tak hanya Mira, Lisa sang kakak Arum juga datang.


"Mama, aku sudah menelpon kalian beberapa kali, tapi tidak ada yang angkat. Aku sudah menduga kalau kalian sedang sibuk."


Mira sang ibu, menghampiri Arum dan, memeluknya dengan erat.


Arum juga memeluk kakaknya meski ia berbeda ayah, kerinduan terpancar di bola matanya yang bulat.

__ADS_1


"Kakak, kenapa datang terlambat, acara pertunangan ku sudah selesai."


Lisa tersenyum menatap adiknya Arum.


"Belum terlambat, setidaknya kakak masih bisa bertemu dengan calon adik ipar kakak, kan. Mana dia perkenalkan dengan kakak!"


Jack yang saat itu sedang duduk di kursi bersama keluarganya. Dia menatap Lisa dengan terpana. Arum memiliki saudara perempuan yang begitu cantik, dia seorang model, pakaiannya glamour dan tentu saja pakaiannya semua bermerek.


Dari kejauhan, Arum tampak melambaikan tangannya kepada Jack, memberi isyarat agar dia menghampiri mereka. Tidak perpikir lama, Jack bangkit dan berjalan ke arah mereka.


"Kakak, perkenalkan, ini tunangan ku yang dijodohkan papa, kami sebelumnya tidak pernah bertemu!"


"Jack, ini kakak ku, dia terlambat menghadiri pertunangan kita," Arum berkata dengan sedikit ragu.


Jack dan Lisa tampak saling pandang sebentar, lalu berjabat tangan menyebutkan nama mereka masing-masing . Di bibir mereka tampak saling melempar senyum.


"Wah, ternyata calon adik ipar sangat tampan, di mana kau menemukannya?" Lisa melirik Arum yang kini juga sedang tersenyum menatap Jack. Arum menggenggam tangan Jack dengan erat, seolah mengalihkan siapa pria pilihan sang papa.


"Kami tak sengaja bertemu di sebuah acara ulangtahun sahabat ku waktu itu, dan dia begitu ingin mendekatiku, akhirnya kami bertukar nomor ponsel, lalu dia mengantar ku pulang." Arum menjelaskan sambil tersipu tatapan Jack pada kakak tirinya itu.


Jack tersenyum melirik Arum. Siapa yang tidak menginginkan Jack, selain tampan, hidupnya juga sudah mapan, dia memimpin sebuah perusahaan yang cukup besar dari keluarga Wilson, hal itu Lisa akui karena ia pernah melihatnya diberita bursa dan atlet.


Lisa mengetahui itu. Dalam hatinya berandai-andai, jika saja dia juga mendapatkan seseorang suami seperti Jack, hidupnya pasti akan cemerlang. Tapi dia sudah memutuskan untuk bertunangan dengan pria yang kurang jelas. Memikirkan itu, Lisa tampak murung.


"Kalian lanjutkan saja ngobrolin, Kakak mau ke kamar dulu."


Arum menggandeng tangan Jack untuk duduk di sofa. Padahal hatinya menangis, ia berharap ada keajaiban. Sosok Ghani datang, menyelamatinya dari pria bernama Jack yang akan berubah menjadi status suaminya.


"Sayang, sejak tadi aku tidak melihatmu makan, aku lapar. Kita makan bersama ya?"


Arum mengangguk. Jack bangkit mengambil makanan, kemudian membawanya ketempat mereka duduk.


"Jack, Arum. Apa yang kalian makan?"


Mira menatap piring makanan mereka sambil mengernyit.

__ADS_1


"Ini mah...."


Belum sempat Arum berkata. Mira segera bangkit dan berkata: "Tunggu sebentar, Mama akan mengambilkan makanan untuk kalian."


"Tapi, Mah.."


Jack memegang pundak Arum, bibirnya tersenyum manis. Lalu mencuri pandang, menyentuh bibir Arum.


"Jangan lakukan itu, aku mau ke kamar mandi sebentar!" ujar Arum, ia menghindar.


Arum tampak melihat Jack kesal, ia tidak peduli. Karena saat ini papanya terlihat antusias menerima tamu spesial, yakni keluarga Wilson papa dari Jack.


Hingga saat itu Arum, berlari ke kamar. Ia mengunci pintu kamar dan menangis tapi terlihat dari jendela terbuka, Arum terhentak kaget kala Ghani memanjat ke jendela kamarnya.


"Ghani, kamu nekat sekali?" ujar Arum.


"Aku rindu, aku ingin kamu pergi denganku Arum. Tidak peduli dengan semua keluarga menentang. Aku mohon!"


"Tapi bagaimana caranya?" ujar Arum.


"Persiapkanlah secara matang! aku sedang mengurus segala berkas, tabunganku aku rasa cukup. Pernikahanku dengan Shiren, dan pernikahanmu dengan Jack. Sama sama digedung yang sama, berbeda lantai. Kita menikah tanpa mereka di singapore! kamu tidak perlu khawatir, kakak ku Leo, ia bisa di andalkan." ujar Ghani, membuat hati Arum lemas.


"Sayang, bagaimana?" lirih Ghani.


Arum menatap Ghani dengan wajah yang malu-malu, sambil memegang pipinya yang semakin dekat.


"Kenapa? Kau itu calon istri ku, bukankah ini kesepakatan kita, kita saling mencintai. Aku tahu keluarga Shiren yang menghancurkan market papaku. Aku tidak ingin menikahinya, meski saudaraku mendukung hanya untuk dendam. Dan aku tahu, jika Jack sudah mempunyai banyak wanita. Apa kamu sanggup, hidup dalam penjara tanpa cinta?" jelas Ghani.


Ghani mengelus bibir Arum, sehingga kala mereka semakin dekat. Tiba tiba seseorang mengetuk pintu kamar Arum. Hingga mereka menoleh dengan terperanjat kaget menatap arah pintu.


Took! Took.


Tbc.


Mohon Maaf kisah Ghani tidak berlanjut.

__ADS_1


__ADS_2