Pernikahan Yang Tertukar

Pernikahan Yang Tertukar
Revenge


__ADS_3

"Aku ingin berbicara denganmu, Tuan Oak," ucap Will. Hari itu ia mendatangi kediaman Oak untuk membicarakan sesuatu.


"Anda dengan?" tanya Tuan Oak.


"William Scott," jawab Will tegas.


Kedua alis mata Tuan Oak saling bertautan, "Silahkan masuk dulu, Tuan Scott," ucap Tuan Oak mempersilahkan Will untuk masuk ke dalam rumahnya.


Tuan Oak juga mempersilahkan pria berjas kotak-kotak cokelat itu untuk duduk.


"Tuan Scott, apa yang membawamu kepadaku di hari secerah ini?" tanya Tuan Oak.


Will memberikan beberapa dokumen serta flash disk kepada Tuan Oak.


"Apa ini?" tanya Tuan Oak kepada Will.


Raut wajah Wil menunjukkan keseriusan saat memberikan barang-barang tersebut kepada Tuan Oak. "Ini adalah bukti kejahatan yang telah kulakukan selama lima tahun hingga pemalsuan tes DNA yang aku lakukan kepada anak yang sedang dikandung oleh Charlotte Madison,"


Tuan Oak bersiul kagum karena bukti-bukti yang selama ini ia dan detektif Daniel cari datang sendiri kepadanya tanpa harus bersusah payah. "Kejahatan yang kamu lakukan? Aku beranggapan kamu telah menyerahkan dirimu dengan memberikanku bukti-bukti kejahatan ini. Apakah aku salah?" tanya pria berusia 60an itu.


Will mendengus. "Apa pun anggapanmu, Tuan Oak. Aku hanya ingin meringankan tugasmu dalam menyelidiki kasus penculikan lima tahun lalu serta ketidakyakinanmu atas hasil test DNA," jawab Will.


"Kamu masuk dalam daftar terdakwa loh, Tuan Scott. Jika bukti-bukti ini mengarah kepadamu apalagi kamu telah mengakui segala kejahatanmu, maka bukan tidak mungkin status terdakwamu naik menjadi tersangka," sahut Tuan Oak.


Raut wajah Will tidak berubah, tidak ada raut ketakutan yang nampak di wajah pucatnya. "Tidak masalah untukku," kata Will singkat.


"Apa yang menyebabkanmu berpikir untuk menyerahkan segala bukti serta dirimu sendiri kepadaku?" tanya Tuan Oak.


"Tidak ada. Aku hanya ingin menghentikan kejahatanku bersama Charlie sebelum segalanya menjadi lebih berat nantinya," jawab Will.


Tuan Oak terkesima, ia tidak tau apakah ia harus mempercayai pemuda yang sedang menatapnya dengan mata cokelat yang tajam itu?


"Aku akan memeriksanya terlebih dahulu sebelum aku serahkan berkas-berkas ini kepada pihak kepolisian," ucap Tuan Oak.


William tertawa kecil. "Itu urusanmu dan sampai sini aku sudah menyelesaikan tugasku," kata Will, ia beranjak dari tempat duduknya dan bergegas pergi hanya dengan mengangkat satu tangannya ke arah Tuan Oak.


Selepas kepergian Will, Tuan Oak menghubungi Detektif Daniel untuk menemuinya guna memeriksa berkas dan dokumen yang telah dibawa oleh William Scott.

__ADS_1


Tak hanya Detektif Daniel, Tuan Oak juga menghubungi Andrew Oak. Betapa terkejutnya Tuan Oak begitu mendengar berita dari Andrew tentang nasib yang menimpa keluarga Madison.


"Aku akan kesana sekarang," ucap Tuan Oak.


Sepuluh menit kemudian, Tuan dan Nyonya Oak sudah berada di dalam mobil mereka untuk segera bergegas ke rumah sakit.


Setibanya Tuan dan Nyonya Oak di rumah sakit, mereka segera ke ruangan dimana Charlie di rawat.


Andrew menyambut orang tuanya,


"Bagaimana kondisi Charlie?" tanya Nyonya Oak khawatir. Dia berpikir bagaimana pun, Charlie sempat menjadi menantunya walaupun saat ini belum bercerai tapi tetap saja ia tidak akan memutus silahturahmi antara dirinya dan Charlie.


"Charlie baik-baik saja. Hanya bayinya tidak selamat," jawab Andrew.


Tuan dan Nyonya Oak mencari keberadaan keluarga Madison. Andrew memberitahukan bahwa keluarga Madison sedang berkumpul di ruangan Charlie.


Tuan Oak mengajak Andrew berbicara perihal penyerahan diri William Scott. "Bagaimana menurutmu?" tanya Tuan Oak.


"Apakah kita pantas meneruskan kasus ini? Aku memikirkan kondisi keluarga Madison yang sedang berduka," Tuan Oak bertanya kembali.


"Aku rasa Charlie tidak berduka, dia justru menginginkan kematian anaknya," jawab Charlie.


Andrew ternganga. "Bisa saja ada perjanjian di antara mereka yang membuat William seperti itu. Saat dia datang kemarin, dia masih mengancamku untuk tidak menyebarkan rekaman ucapannya. Sebentar, aku perlihatkan kepadamu," sahut Andrew. Ia tiba-tiba teringat kalau kemarin ia sempat merekam ucapan Will tentang siapa sesungguhnya ayah biologis dari bayi Charlie.


Sekarang semuanya terasa jelas untuk Tuan Oak serta Andrew. William Scott menyerahkan dirinya karena anak Will yang di kandung oleh Charlie meninggal dunia dan itu mungkin perjanjian yang telah Charlie dan Will buat.


***


Sementara itu,


Millo sedang mempelajari ada hubungan apa antara Oak dengan Madison. Hari itu detektif swasta yang ia sewa mengajaknya bertemu untuk membicarakan hasil yang sudah ia kumpulkan.


"Jadi bagaimana, Tuan Patrick?" tanya Millo.


"Saya telah mengumpulkan data-data Nona Camilla Madison dengan Tuan Andrew Oak dari berbagai sumber," kata Tuan Detektif sambil membuka laptopnya supaya klien royalnya itu dapat membaca serta menyimak hasil laporan yang telah ia kumpulkan.


Millo meminta Tuan Patrick untuk melanjutkan laporannya.

__ADS_1


"Oh, semua berawal dari Tuan Andrew Oak yang berteman dekat dengan Nona Camilla Madison. Di saat yang sama, Nona Charlotte Madison di jodohkan oleh orangtuanya dengan Andrew Oak. Namun, perjodohan itu ditolak oleh Tuan Andrew Oak karena Tuan Andrew Oak melamar Nona Camilla Madison di pesta kelulusan mereka. Begitulah awalnya," kata Tuan Patrick menjelaskan.


Millo mengangguk. "Jadi, dari awal mereka memang sudah berhubungan? Lanjutkan," perintah Millo.


Tuan Patrick pun melanjutkan penjelasannya, tentang pertukaran pasangan dan William Scott lah yang menculik Cammila, namun otak dari penculikan itu adalah Charlotte Madison.


Millo bertepuk tangan tidak menyangka. "Wow, hebat sekali Charlotte Madison mempunyai pemikiran seperti itu," ujar Millo merespon cerita Tuan Patrick.


Sampai akhirnya Detektif Patrick menjelaskan tentang bertemunya kembali Andrew dengan Camilla dari video viral saat Camilla menghajar preman.


Selesai menjelaskan itu, Detektif Patrick melanjutkan dengan rencana William Scott dan Charlie Madison untuk mengelabui hasil test DNA.


"Apakah Andrew Oak tau hal ini?" tanya Millo.


Detektif Patrick menggelengkan kepalanya. "Kemungkinan belum, Tuan," jawab detektif yang sudah bertahun-tahun melayani Millo, terutama saat Millo harus menerima kenyataan kalau orang tuanya berselingkuh dan sudah menikah masing-masing dengan pasangannya.


Millo mengetuk-ketukan jarinya ke atas meja. "Apa ada kabar tentang Charlotte Madison?" tanya Millo. Karena beberapa hari yang lalu, Camilla dan Andrew harus segera ke rumah sakit, mereka mengatakan kalau Charlie mengalami pendarahan dan sejak saat itu komunikasi antara dirinya dengan Camilla maupun Andrew seakan terputus.


"Informasi terbaru, Charlotte Madison selamat tapi tidak dengan bayinya," jawab Detektif Patrick.


Milloe menganggukkan kepalanya. "Oke, kuanggap pekerjaanmu sudah selesai. Terima kasih untuk bantuanmu dan sisa pembayaran akan segera aku transfer," ucap Millo menjabat tangan Detektif Patrick.


"Dengan senang hati, Tuan Forest," jawab Detektif Patrick sambil tersenyum lebar.


***


"Aku ingin melanjutkan kasus yang kemarin sempat tertunda. Ditambah lagi, kali ini aku sertakan bukti-bukti kejahatan yang diserahkan sendiri oleh terdakwa, William Scott," ucap Tuan Oak kepada Detektif Daniel.


"No way!" sahut Detektif Daniel sambil mengambil berkas-berkas serta flashdisk yang menjadi bukti atas kasus penculikan lima tahun yang lalu.


"Apa yang terjadi jika bukti ini benar, dan kita melanjutkan kasusnya?" tanya Tuan Oak.


"Hukuman penjara 10 tahun kalau benar itu terjadi. Karena anda melaporkan adanya kerugian maka Madison akan di jerat dengan pasal berlapis, penculikan, penipuan, pemalsuan dokumen serta pencemaran nama baik," jawab Detektif Daniel.


Tuak Oak mengusap-usap dagunya. "Aku hanya ingin membuat mereka jera dan kalau penjara sanggup memberikan pelajaran kepada mereka, maka penjarakan saja mereka," kata Tuan Oak.


"Baik, kami akan pelajari bukti-bukti ini lebih dahulu, dan kasus ini resmi kami buka kembali," ucap Detektif Daniel.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2