
Keesokan harinya media massa penuh dengan berita perselingkuhan antara Camilla Madison, Millo Forest, serta Andrew Oak.
Tuan Madison melempar surat kabar yang saat ini ada di tangannya. "Berita sampah! Cih!" ucapnya, ia meludahi surat kabar yang tadi di lemparkannya.
"Ada apa sih pah?" tanya Nyonya Madison yang baru saja datang dan terkejut melihat suaminya marah-marah dengan kasar.
"Kamu baca ini! Semua berita menyiarkan ini, dan sekarang aku memikirkan tentang saham kita! Pasti anjlok! Camilla! Camilla! Si Pembuat Onar itu!" tukas Tuan Madison berseru dengan suaranya yang lantang.
Nyonya Madison segera membaca berita di surat kabar tersebut. Tangannya bergetar menahan marah, pinggiran surat kabar tersebut ia rremas sampai lecak. "Kita harus menyeret Camilla pulang! Kalau perlu tebas kakinya supaya dia tidak bisa berbuat ulah lagi seperti ini! Anak sialan itu!" Nyonya Madison ikut emosi, tangannya di remat-rematkan seolah sedang menguleni adonan tepung.
"Martin, aku rasa kita harus mengadakan konferensi pers untuk meluruskan semuanya! Ini tidak bisa di biarkan, bisa-bisa saham kita ambruk dan kita jatuh miskin!" seru Nyonya Madison lagi.
Tuan Madison yang sedang sibuk memperhatikan grafik bursa efek mengangguk setuju. "Kamu benar, Sandra. Lihat berarti kita semakin menurun. Sedangkan saham milik Forest Corporation dan Oak Grup tidak berpengaruh," ucap Tuan Madison.
Matanya tidak ia lepaskan dari laptop yang menampilkan grafik-grafik rumit. Sesekali dia berteriak saat melihat grafik warna hijau milik Madison Group bergerak turun ke bawah.
"Kita harus mengadakan konferensi pers secepatnya sebelum saham kita terjun bebas," ujar Nyonya Madison.
Tuan Madison menghubungi pengacara, juru bicara perusahaan, serta wartawan yang dekat dengan keluarganya.
"Aku mau siapkan konferensi pers pukul 3 sore nanti di sebuah hotel. Aku akan membalas berita miring yang di tulis oleh wartawan gila itu! Anakku, Camilla Madison sedang mengandung anak dari Andrew Oak! Tidak ada selingkuhan!" tukas Tuan Madison kepada tim hukumnya.
Sementara itu di apartemen Millo,
"Kamu lihat ini? Ini akibat ucapan omong kosongmu kepada media. Setelah ini orang tuaku pasti akan membunuhku. Belum lagi kalau mereka melihat grafik saham mereka yang terjun bebas. Ucapkanlah salam perpisahan kepadaku, karena kalian belum tentu bisa melihatku lagi besok," sahut Camilla lemas.
"Seharusnya, orang tuamu mengatakan kebenarannya tentang kamu dan saudara kembarmu yang bertukar peran menjadi istriku. Aku rasa ini saat yang tepat untuk mengungkapkan kebenaran tentang hal itu," ucap Andrew sambil membalik surat kabar yang di depannya terpampang wajah mereka bertiga dalam ukuran yang sangat besar serta beberapa artikel terkait mereka bertiga.
Camilla menyerah. "Semoga saja warga sini tidak begitu saja percaya dengan surat kabar murahan ini. Karena kalau mereka percaya dengan surat kabar ini, mereka akan melempariku dengan telur karena aku dianggap sebagai wanita murahan," kata Camilla tertunduk lemas.
__ADS_1
Baik Millo maupun Andrew menatapnya. "Kalau begitu, kamu harus selalu ada di sisiku dan jika ada seseorang yang melemparimu dengan telur atau apapun itu aku siap berjalan di depanmu atau di manapun kamu berada supaya aku bisa menghadang telur itu untukmu," ucap Millo dengan percaya diri.
Camilla hanya bisa mengalah nafasnya tanpa sanggup menerka apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Aku rasa orang tuaku tidak akan tinggal diam. Mungkin hari ini mereka melakukan konferensi pers untuk mengkonfirmasi keberadaan Camilla Madison," jawab Camilla.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Andrew.
"Kamu hanya perlu membuktikan bahwa Charlie selama ini yang menyamar menjadi Camilla dan bertukar peran menjadi istrimu. Yang kedua kamu benar-benar membutuhkan hasil tes DNA itu. Yang ketiga berharaplah pada Tuhan semoga semua baik-baik saja," sahut Millo.
Tiba-tiba Camilla menjentikkan jarinya. "Aku tahu apa yang harus kamu lakukan, Andrew. Senangkanlah hati Charlie dan kedua orang tuaku kemudian carilah informasi sebanyak mungkin tentang mereka,"
***
Pukul 3 sore,
Tak beberapa lama kemudian Tuan Madison, Nyonya Madison serta Charlie muncul dan duduk di belakang mic serta kamera.
Tuan Madison menjelaskan tentang kesalahpahaman yang terjadi. "Ini adalah putriku, Kamila Madison. Saat ini ia sedang mengandung anak dari Tuan Andrew,"
Sontak saja seisi lobi itu terkejut dengan pernyataan Tuan Madison yang menggemparkan.
"Jadi, apakah yang bersama dengan Tuan forest itu adalah kembaran dari Camilla Madison?" tanya wartawan.
Tuan Madison mengangkat kedua bahunya. Ia ingin menciptakan rasa penasaran masyarakat demi menaikkan kembali sahamnya.
"Apakah berarti Tuan Oak berselingkuh dengan Charlotte Madison?" tanya salah seorang wartawan.
"Ya, kami sudah tidak menganggapnya sebagai anak kami karena sikapnya yang liar dan sulit diatur," jawab Tuan Madison.
__ADS_1
Nyonya Madison mengangguk-angguk setuju dengan semua jawaban yang dikeluarkan oleh suaminya sedangkan Charlie hanya tertunduk diam.
Ia merasa mual karena masalah ini semakin lama semakin dalam dan sulit untuk diluruskan kembali. Ditambah lagi karena kehamilannya, Charlie merasa tidak nyaman berada di tengah keramaian.
Satu jam lamanya mereka mengadakan konferensi pers, setelah itu tiba-tiba saja tuan dan nyonya Madison menarik Charlie ke tempat yang cukup sepi.
"Charlie, katakan kepada papa dan mama anak siapakah yang sedang kau kandung?" tanya Tuan Madison.
"Anak William Scott," jawab Charlie singkat.
"Kalau begitu, gugurkanlah. Kita harus mendapatkan simpati dari masyarakat dan lagi aku tidak mau mempunyai keturunan seorang Scott," ucap Tuan Madison yang segera disambut dengan anggukan setuju dari Nyonya Madison.
Charlie kemudian berpikir dan dengan perlahan dia mengganggukan kepala menyetujui usul orang tuanya untuk menggugurkan anak dari William Scott yang kini dikandungnya.
"Setelah aku pikir-pikir, Aku tidak sanggup membawa anak ini hingga 9 bulan. Aku tidak mau tubuhku berubah dan lagi kupikir kita masih bisa mendapatkan harta Oak dengan cara lain," kata Charlie.
Ketiga Madison tersebut menghubungi seseorang yang kenal dekat dengan dokter yang bisa melakukan pengguguran kandungan.
Charlie pun menghubungi William Scott. Ia mengirimkan pesan kepada Will dan mengatakan kalau mereka harus bertemu saat itu juga.
Setelah mendapatkan respon cepat dari Will, Charlie menunggunya di restoran hotel tempat mereka tadi mengadakan konferensi pers.
Tak sampai satu jam, Will sudah datang menghampiri Charlie. "Ada apa? Apa kau baik-baik saja? Aku melihat berita itu," tanya William.
"Aku tidak bisa berlama-lama karena orang tuaku menungguku. Aku ingin menggugurkan kandunganku, Apa kamu mengenal seorang dokter yang dapat melakukan aborsi?" tanya Charlie.
Will terkejut dengan pertanyaan Charlie. "Kamu gila! Itu anak kita, aku tidak mengizinkanmu untuk menggugurkannya! Pertahankan itu atau semua kebusukanmu akan aku bongkar satu persatu begitu pula dengan apa yang telah dilakukan oleh orang tuamu baik itu 5 tahun yang lalu ataupun saat ini!" ancam Will.
...----------------...
__ADS_1