PESONA POLWAN CANTIK

PESONA POLWAN CANTIK
CHAPTER 11


__ADS_3

...LAMARAN REVI...


Malam hari telah tiba, seharian ini Naya memasak kue bersama sahabat nya Lisa. Mereka mencoba beberapa resep kue yang menilai hasilnya adalah Bu Kinan. Dia sengaja membuat kue untuk tamu yang akan melamarnya nanti meskipun dengan berat hati dia menerima nya. Naya juga percaya kata-kata dari tetangganya kalo Bu Kinan jago dalam memilihkan jodoh bagi anak tetangga jadi gak bisa diragukan kemampuan nya.


Naya telah berpakaian rapi dengan balutan kebaya, sanggul di rambutnya, dan make up tipis menampilkan wajah nya yang cantik. Lisa yang melihatnya sampai paling akan kecantikan Naya. Setelah itu Naya dan Lisa keluar dari kamar dan menuju ke ruang tamu untuk menunggu tamu yang akan datang malam itu. Mereka sempat berbincang mengenai perjodohan ini Naya hanya menyimaknya saja tanpa berbicara karena masih kesal.


Rombongan mobil Nenek Rahma pun telah sampai didepan rumah Naya, disitu Revi masih ragu-ragu untuk turun namun dia berhasil di yakin kan oleh sang mama. Dengan mantap Revi turun dari mobil dan mengikuti seluruh rombongan tadi dengan banyak seserahan yang akan diberikan. Revi sengaja belum masuk kedalam karena belum sanggup melihat ekspresi Naya nanti.


“ Assalamualaikum, Pak Wardi”, ucap Tuan Wardhana.


“ Walaikumsalam, Pak Dhana”, ucap Pak Wardi. Sontak yang ada di dalam rumah Naya pun terkejut termasuk Naya. Dia merasa penasaran siapa yang akan melamarnya karena gak sembarang orang bisa jadi mantu orang kaya.


“ Mari silahkan masuk”, ucap Pak Wardi mempersilahkan masuk rombongan Nenek Rahma.


“ Terima kasih Pak Wardi”, ucap Tuan Wardhana ramah.


“ Kedatangan kami disini ingin melamar anak bapak untuk anak kami”, ucap Tuan Wardhana mengatakan maksud dan tujuannya datang.


“ Baik Pak Dhana. Anak saya telah setuju, anak bapak mana ya soalnya anak saya ingin liat penasaran”, ucap Pak Wardi menyetujui lamaran ini.


“ Ada pak. Saya panggil dulu ya Adit kesini”, ucap Tuan Wardhana sengaja memangil nama Adit agar Naya terkejut. Naya pun terkejut karena nama yang diucapkan adalah cinta pertama nya dulu. Antara senang dan kaget dia susah ungkapkan.


“ Jadi yang melamar aku Adit. Kok dia bisa tau sih kalo aku disini kan kita gak pernah ketemu”, gumam Naya dalam hati.


Karena agak ragu Revi berusaha melangkahkan kaki nya masuk kedalam didampingi Hendra. Mereka jalan beriringan Revi jalan tertunduk sedangkan Hendra jalan dengan penuh keyakinan. Sontak Naya yang melihatnya sangatlah syok karena calon suami nya adalah Adit alias Revi. Naya sempat akan pingsan tapi dia berusaha kuat. Selain Naya, Lisa pun terkejut karena Hendra bersama Revi duduk di dekat Tuan Wardhana.


“ Kenalkan ini anak saya Revi Aditya Wardhana dulu dipanggil Adit. Dia pernah kuliah S1 di Jerman dan S2 di Amerika. Pewaris satu-satunya perusahaan Wardhana Group”, Ucap Tuan Wardhana memperkenalkan Revi. Revi hanya tertunduk malu karena tidak biasa dikenalkan seperti ini.


“ Jadi Adit itu Revi, pantas dia dekati aku. Tapi kok aku gak tau kalo dia anak Tuan Wardhana dulu kan dia tinggal disini sama Nenek Rahma. Aku kok pusing jadinya”, gumam Naya dalam hati.


“ Salam kenal Nak Revi. Saya ayah nya Naya, saat ini Naya bekerja sebagai Polwan di Jakarta”, ucap Pak Wardi memperkenalkan Naya.


“ Jadi gimana Pak Dhana untuk pelaksanaan acara nikahan nya? Akan diselenggarakan kapan?”, tanya Pak Wardi memastikan acara nikahan Naya.


“ Gini Pak Wardi. Mungkin nikahannya minggu depan saja kata anak saya kalo Naya akan ada tes bulan depan”, ucap Tuan Wardhana menjawab pertanyaan Pak Wardi.


“ Ya Pak Dhana. Saya setuju dengan keputusan bapak”, ucap Pak Wardi setuju dengan rencana pernikahan Naya.


“ Revi pasangkan cincin tunangan ke tangan Naya”, perintah Tuan Wardhana kepada Revi. Revi hanya menganggukkan kepalanya saja tanpa berbicara sedangkan Naya mengulurkan tangannya. Di jari manisnya sudah terpasang cincin tunangan saat itu Naya tampak bingung sendiri.


Naya dan Revi hanya saling pandang tanpa berbicara apapun karena Naya masih syok mendengar perkataan Tuan Wardhana. Setelah selesai pasang cincin tunangan keluarga besar Tuan Wardhana dan Pak Wardi makan malam bersama di meja makan. Mereka tak lupa mencicipi kue buatan Naya tadi yang telah dibuatnya. Semua merasa suka dengan kue buatan Naya, kemudian Naya dan Revi duduk di ruang tamu dan berusaha ngobrol.


“ Maaf ya Nay. Kamu pasti terkejut aku bukan mau nge-prank kamu kok. Aku juga aslinya terkejut juga karena berhasil di prank Papa ku”, ucap Revi berusaha menjelaskan masalah ini.

__ADS_1


“ Stop jangan bicara. Aku ngerti kondisi kamu jadi gak usah dibahas ya Adit. Aku mau menikah dengan mu, tapi aku minta 1 syarat saja biasakan”, ucap Naya menerima keputusan perjodohan ini.


“ Alhamdulillah kalo kamu paham. Kamu mau syarat apa aku turuti?”, tanya Revi.


“ Aku ingin melanjutkan karir ku sebagai polisi, kamu jangan larang aku untuk jadi ibu rumah tangga. Kamu jangan mengekang ku apa kamu bisa. Janji”, ucap Naya meminta Revi untuk mengakhiri karirnya jadi polisi. Naya mengangkat jari kelingking nya supaya Revi janji.


“ Ya aku akan menepati janji ku. Menjadi imam terbaik untukmu dan menjaga mu”, ucap Revi berjanji. Mereka pun melingkar kan jari kelingking bersamaan.


Naya dan Revi pun tersenyum bersama sambil mengobrol banyak hal. Naya mulai menerima perjodohan ini karena Tuhan sudah memilihkan jodohnya di waktu yang tepat. Cinta pertama sekaligus orang yang ia pikir ngeselin akan menjadi suaminya. Naya selama ini berusaha mengubur perasaan dalam-dalam namun sekarang perasaan itu muncul kembali. Saat tengah asyik mengobrol tiba-tiba datang Lisa dan Hendra.


“ Cieee liat itu Mas Hendra yang lagi kasmaran. Yang gak percaya mitos nenek ku ehh.. sekarang dah tunangan dan akan nikah”, ucap Lisa menggoda Naya dan Revi. Hendra sengaja menggandeng tangan Lisa.


“ Apaan sih lo Sa. Lo aja tuh gandengan sama cowok mesra lagi”, ucap Naya membalas Lisa.


“ Biarin kan. Mas Hendra sekarang pacarku, ini mantan yang pernah aku ceritain itu Nay”, ucap Lisa menjelaskan hubungannya dengan Hendra. Hendra hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“ Jadi kalian CLBK lagi. Dah balikan gitu”, ucap Naya tidak percaya. Hendra dan Lisa hanya menganggukkan kepalanya bersamaan.


“ Gak papa dong. Kan masih cinta biarin balikan lagi mungkin 2 bulan lagi kita mau nikah”, ucap Lisa malu-malu.


“ Waduh gawat nih. Zaman udah edan”, ucap Naya keheranan.


“ Kok edan Nay. Kan ada aku kamu bisa kok bersandar di bahuku”, ucap Revi gombal. Naya pun mencubit pinggang Revi.


“ Aww... sakit kok kuat banget sih”, Protes Revi.


Hendra dan Lisa yang melihat itu hanya tertawa. Tingkah laku Naya dan Revi seperti Tom and Jerry berantem terus tapi saling cinta. Revi hanya senyum melihat wajah cemberut Naya menurut makin cantik. Dia merasa beruntung bisa jadi calon suami nanti kalo sudah menikah. Naya pun kembali mengingat kejadian 1 tahun lalu kalo Bu Kinan pernah berkata Naya bakal ketemu jodohnya secara tak sengaja namun Naya hanya menganggapnya mitos.


 


...KEMBALI BERAKTIVITAS...


Setelah acara pertunangan yang tak terduga, Naya dan Lisa sudah kembali ke Jakarta karena masa cuti nya telah berakhir. Mereka sempat membeli oleh-oleh untuk Bu Narsih sebagai bentuk terima kasih sudah diizinkan pulang. Saat membeli oleh-oleh Naya dan Lisa diantar oleh Hendra karena Revi harus balik lebih dulu ke Jakarta. Sesampainya di Jakarta pukul 20.00 malam Naya dan Lisa langsung menuju rumah kost Bu Narsih.


“ Assalamualaikum Buk”, ucap Naya sambil mengetuk pintu kost an.


“Walaikumsalam Nay, kok sendiri Lisa mana”, ucap Bu Narsih membuka pintu dan menanyakan keberadaan Lisa.


“ Ada buk. Tuh lagi nelpon ayangnya”, ucap Naya menunjuk ke arah Lisa.


“ Owwh udah punya pacar Sa? Orang mana?”, tanya Bu Narsih duduk di sebelah Lisa.


“ Udah buk. Orang sini kok, ibu nanya Naya tuh dah punya calon suami”, ucap Lisa mengalihkan perhatian Bu Narsih.

__ADS_1


“ Lisa dah punya pacar terus Naya dah punya calon suami. Kok aneh ya bisa barengan gitu”, ucap Bu Narsih kebingungan.


“ Bisa buk. Pacar ku ajudan suami nya Naya terus kemarin Naya di lamar Revi di Jambi. Ternyata Revi anaknya Pak Wardhana”, ucap Lisa menjelaskan ke Bu Narsih. Sontak Bu Narsih kaget bukan main karena mendengar hal itu.


“ Hahh, yang bener beruntung banget dong kalian”, ucap Bu Narsih kaget.


“ Ya Buk. Naya aja ngerasa kayak mimpi. Buk masuk yuk masih ngantuk nih”, ucap Naya mengajak Bu Narsih masuk.


“ Ehhh ya ibu lupa. Yuk Lisa masuk udah nanti telponan lagi”, ucap Bu Narsih juga mengajak Lisa.


“ Ini buk oleh-oleh. Maaf gak sempat beli banyak karena cuti nya sebentar”, ucap Lisa memberikan oleh-oleh nya ke Bu Narsih.


“ Makasih Sa”, ucap Bu Narsih berterima kasih.


Bu Narsih dan Lisa masuk kedalam rumah kost bersama. Sedangkan Naya masuk kedalam kamar nya kemudian mandi sebentar karena badannya merasa lengket dan gatal. Dia mandi selama 10 menit, setelahnya keluar dari kamar mandi dan memakai baju daster karena malas pakai baju lainnya. Dia pun langsung tertidur di ranjangnya dengan pulas menyelami mimpi.


Keesokan pagi nya, Naya terbangun dari tidurnya kemudian turun dari ranjang dan mengambil wudhu. Setelah itu dia melaksanakan sholat subuh sebentar untuk mengawali hari nya. Dia telah mandi dan berpakaian dinas polisi lengkap karena ini hari senin jadi akan ada sidak biasanya. Kemudian Naya keluar dari kamar menuju ruang makan dia melihat Bu Narsih dan Lisa.


“ Pagi semua” ucap Naya ramah.


“ Pagi Nay. Sini duduk ibu masak terong balado, tumis kangkung, tempe orak-arik, dan gulai ikan patin”, ucap Bu Narsih menawarkan makanan yang dimasak nya.


“ Wah enak. Yuk kita makan”, ucap Naya antusias.


“ Nay gue dapet kiriman paket tuh. Buka aja gue taruh di kursi ruang tamu”, ucap Lisa memberitahukan perihal paket untuk Naya.


“ Paket apa Sa. Kok mencurigakan ya, kalo surprise dari Revi kok dia gak nelpon setelah ngasih”, ucap Naya bertanya-tanya.


“ Gue juga gak tau sih. Nanti kita liat bareng”, ucap Lisa untuk membuka paket bareng.


“ Kok ibu ngeri ya Nay. Takutnya ada orang iseng”, ucap Bu Narsih takut.


“ Tenang Buk. Ada yang macem-macem urusannya sama Naya”, ucap Naya.


Setelah sarapan Naya diikuti Bu Narsih dan Lisa melihat kiriman paket tadi. Dia pun mencoba membuka nya pelan-pelan dengan penuh kewaspadaan. Naya pun terkejut melihat isi nya berisi seorang bayi perempuan lucu dan ada tulisan di dalamnya. Naya pun sempat membaca didepan Lisa dan Bu Narsih agar tak ada info yang salah.


“ Gila Sa, ini pembuangan bayi. Lucu lagi bayi nya kayaknya bayi cewek cantik”, ucap Naya merasa iba melihat bayi tadi.


“ Ya Nay. Gue kira paket ternyata isi nya bayi untuk masih hidup. Apa bawa ke kantor aja ya”, ucap Lisa kebingungan.


“ Kayaknya jangan deh. Kalo dibawa sama nanti berakhir di panti asuhan juga kan kita sering kasus pembuangan bayi”, ucap Naya tidak yakin membawa bayi itu ke kantor polisi.


“ Kalo ibu boleh saran. Mending ibu rawat aja apalagi bayi nya lucu ibu pengen angkat jadi anak. Ibu bakal nanya ke pihak kelurahan soal ngurus ini”, ucap Bu Narsih menawarkan diri nya merawat bayi itu.

__ADS_1


“ Baik buk kami setuju. Kami bakal bantu ibu ngurus dokumen nya. Kebetulan aku ada kenalan yang kerja di kantor agama dan dukcapil”, ucap Lisa ingin membantu.


Naya dan Lisa pun pamit untuk pergi bekerja. Hari ini jadwal mereka cukup padat karena banyak kerjaan yang ditinggalkan belum selesai. Didalam mobil mereka sempat berpikir tentang bayi tadi nanti mereka akan mengurus semua keperluan dan dokumen asuh. Sesampai nya di kantor, mereka menjalankan tugas nya seperti biasa. Mereka bekerja dengan profesional dan efisien agar pekerjaan tidak menumpuk lagi.


__ADS_2