PESONA POLWAN CANTIK

PESONA POLWAN CANTIK
Chapter 49


__ADS_3

Sedangkan, Andre dengan wajah kecewa dan sedih didalam mobilnya memutuskan berhenti di Pub. Andre memutuskan kesana untuk menenangkan dirinya yang tengah kecewa berat. Andre memesan banyak minuman keras kemudian meminumnya hingga tak tersisa. Saat sedang meminum minumannya Andre dikejutkan oleh kedatang lelaki tua berusia sekitar 60 tahun dan kepalanya botak plontos. Lelaki tua itu bernama Suharso Indrawan seorang Pebisnis Senior yang berani berkonflik dengan Naya.


“ Maaf boleh gabung?”, tanya Pak Harso meminta izin kepada Andre untuk duduk disebelahnya.


“ Boleh silahkan”, ucap Andre mempersilahkan Pak Harso duduk disebelahnya.


“ Saya perhatikan dari tadi mas seperti sedang patah hati ya”, ucap Pak Harso mencoba memecah keheningan dengan berbincang dengan Andre dan menebaknya patah hati. Sontak Andre terkejut karena tebakan Pak Harso sangatlah benar. Andre sempat berpikir untuk curhat kepada Pak Harso aja saat ini. Akhirnya, Andre memutuskan menjawab tebakan Pak Harso tadi.


“ Iya betul Pak”, jawab singkat Andre begitu kecewa dan marah mengingat kejadian tadi.


“ Sabar Mas, kadang cewek tuh suka berubah pendiriannya kalo ada cowok lain yang lebih ganteng dan kaya”, ucap Pak Harso mengerti ucapan Andre tadi yang sedang patah hati. Andre merasa lebih lega setelah bercerita kepada Pak Harso tadi. Pak Harso tersenyum memandang kearah Andre yang lebih tenang dan santai sekarang. Andre memberikan ucapan terima kasih kepada Pak Harso karena sudah mendengarkan ceritanya Andre


“ Makasih Pak dah mau mendengarkan cerita saya”, ucap Andre berterima kasih kepada Pak Harso karena telah mendengarkan ceritanya tadi.


“ Sama-sama Mas”, ucap Pak Harso membalas ucapan terima kasih dari Andre.


Kemudian suasana menjadi hening kembali diantara keduanya. Masing-masing menikmati minuman keras yang disajikan bartender. Andre meminum minumannya sangat banyak membuatnya mabuk. Pak Harso hanya geleng-geleng kepala melihat Andre yang mabuk. Hingga Andre mengeluarkan ponselnya melihat foto Naya dengan dirinya saat liburan ke Kebun Binatang Ragunan tak sengaja Pak Harso melihatnya mebuat dia begitu terkejut saat itu.


“ Itu bukannya foto Naya ya?”, tanya Pak Harso memastikan tidak salah lihat foto dalam ponsel Andre.


“ Iya ini fotonya Naya. Seorang perempuan yang sudah bikin saya jatuh cinta berat padanya. Baru dia yang bikin saya merasakan cinta sekaligus sakit hati karena menolak cinta ku”, ucap Andre yang tengah mabuk sambil terus menciumi foto Naya. Muncul pikiran licik dalam kepala Pak Harso untuk memanfaatkan situasi ini. Pak Harso memastikan bahwa Andre adalah mantan kekasihnya Naya. Pak Harso ingin menawari kerja sama untuk menjatuhkan bisnisnya Naya.

__ADS_1


“ Kalo kamu masih cinta sama dia saya ada penawaran kerja sama menarik supaya kamu bisa kembali bersama”, ucap Pak Harso menawarkan kerja sama kepada Andre sambil tersenyum jahat.


“ Kerja sama apa?”, tanya Andre penasaran pada kerja sama yang ditawarkan olah Pak Harso.


“Gini Mas bisa bantu saya bikin berita bohong tentang Skandal Korupsi dan Penggelapan Dana oleh Naya. Kita sama-sama hancurkan bisnis Naya yang tengah naik hingga terjun bebas. Saya jamin Mas bisa mendapatkan Naya kembali karena kembali miskin lagi”, ucap Pak Harso menjelaskan penawaran kerja sama kepada Naya dengan membuat sebuah skandal. Andre sempat berpikir sebentar atas ucapan Pak Harso tadi. Dia pikir kalo Naya kembali miskin Arga tidak akan mengejarnya lagi. Dia setuju dengan penawaran kerja sama dengan Pak Harso tadi.


“ Baik saya setuju”, jawab singkat Andre sambil tersenyum puas atas kerja sama yang ditawarkan Pak Harso.


“ Oke saya akan urus semuanya”, ucap Pak Harso meyakinkan Andre akan mengurus semua.


Pak Harso mengajak Andre berbincang merencakan rencana jahat mereka untuk menghancurkan Naya. Pak Harso yakin Naya benar-benar hancur kali ini karena dia sudah sangat dendam kepada Naya. Pak Harso membayangkan seluruh bisnisnya Naya semua yang sedang naik mungkin bakal terjun bebas. Didalam hatinya, Pak Harso sempat bergumam puas dan yakin Naya bakal hancur.


“ Akhirnya aku bisa balas dendam padamu Naya. Kamu bakal hancur dan semua sahammu bakal aku beli saat turun. Tunggu pembalasan dendamku”, gumam Pak Harso dalam hati dengan senyuman puas.


SEBUAH SKANDAL


Pagi-pagi sekali, Naya berangkat menuju Kantor Wardhana Group karena tidak sengaja mendengar berita bohong bahwa dirinya melakukan Skandal Korupsi dan Penggelapan Dana. Naya mendengar itu melalui TV yang memberitakan bahwa dia terlibat sebuah Skandal besar. Segera Naya menghubungi Arum dan menyuruhnya buru-buru ke Kantor pagi ini karena ingin memastikan laporan keuangan dan perkembangan project yang telah berjalan.


Akhirnya Naya tiba di Kantor Wardhana Group, dia berlari dengan terburu-buru menuju Ruangannya untuk mengecek file memastikan tidak ada informasi keuangan yang bocor. Setelah mengecek file laporan keuangan project yang telah berjalan dengan baik dan teliti. Naya menghela napasnya lega karena tidak ada kebocoran data kemudian dia berpikir dari mana media mendapatkan berita bohong itu. Datanglah Arum bersama Rahmi mengetuk pintu Ruangan Naya dengan membawa berkas yang dibutuhkan Naya tadi.


Tok..tok...tok Suara pintu Ruangan Naya diketuk.

__ADS_1


“ Masuk aja langsung”, perintah Naya menyuruh Arum dan Rahmi masuk kedalam Ruangannya.


“ Buk Naya ini berkas yang ibu butuhkan tadi”, ucap Arum menyerahkan berkas yang dibutuhkan Naya.


“ Kayaknya berita tadi sabotase Buk. Setau saya dulu Tuan Wardhana pernah mendapatkan sabotase kayak gini tapi kasusnya hanya kebocoran project yang telah selesai. Saya masih ingat Buk”, ucap Rahmi kepada Naya bahwa dia yakin ada yang ingin sabotase project Naya.


“ Iya saya tau makanya saya minta Arum bawakan berkas penting yang dibutuhkan”, ucap Naya tenang menjawab ucapan Rahmi tadi. Arum heran melihat Naya begitu tenang menghadapi masalah ini. Rahmi dan Arum saling pandang karena tidak mengerti maksud Naya yang begitu tenang. Arum memberanikan bertanya kepada Naya penyebab dia begitu tenang menghadapi masalah.


“ Kok Buk Naya tenang banget?”, tanya Arum heran melihat Naya begitu tenang.


“ Ibu pernah hadapi kayak gini. Dulu saat jadi guru di Jambi pernah difitnah berzina dengan seorang laki-laki. Namun ibu gak panik dan membuktikan bahwa laki-laki yang pernah bersama ibu di Rumah Orang Tua ibu itu adalah keponakan ibu”, ucap Naya menjelaskan pernah menjadi korban fitnah dan mampu menyelesaikan nya dengan baik.


“ Wah keren Buk”, ucap Arum kagum kepada Naya.


“ Langkah ibu selanjutnya apa?”, tanya Rahmi penasaran langkah Naya selanjutnya.


“ Terpaksa saya harus melakukan Konferensi Pers”, ucap Naya terpaksa haru melakukan Konferensi Pers untuk meluruskan berita bohong tadi.


“ Rahmi saya minta kamu blacklist seluruh berita bohong yang menyebar di Media Sosial maupun TV. Untuk Arum saya minta kamu siapkan Ruangan Konferensi Pers saat ini juga. Saya harap kalian mau membantu saya”, ucap Naya memerintahkan Rahmi dan Arum menjalankan tugas yang telah disebutkannya tadi.


“ Baik Buk”, ucap Keduanya paham pada perintah Naya.

__ADS_1


Arum dan Rahmi pamit kepada Naya untuk segera menjalankan tugas mereka masing-masing. Naya masih sibuk menyiapkan berkas dan bukti bahwa dirinya tidak terlibat Skandal yang dituduhkan. Naya sempat teringat pada pesan Papa Dhana tadi bisa jadi orang yang menuduhnya saat ini pelakunya adalah Pak Harso. Pada awalnya, Naya tidak percaya namun setelah melihat bukti bahwa ayah mertuanya pernah difitnah seperti itu. Papa Dhana mengingatkan berhati-hati terhadap Pak Harso pasti akan berbuat nekat dan tidak segan-segan mempengaruhi semua orang membenci Naya.


__ADS_2